Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Maafkan Aku Dam


__ADS_3

Miranda menangis tersedu-sedu sambil memeluk Poto sang anak, yang sudah meninggalkannya untuk selama-lamanya.


Hatinya sangat hancur mengingat kembali kejadian di mana sang anak meninggal dunia, dan dia langsung menatap tajam ke arah Poto wanita yang sudah membunuh sang anak.


"Nyawa akan di balas dengan nyawa!" geram Miranda dengan sangat kesal, karena dia tidak bisa melupakan kematian sang anak.


Ibu mana yang sanggup melihat anaknya meninggal dengan cara mengenaskan. Padahal, Adam anak yang baik dan tidak pernah berbuat kesalahan apapun. Membuat Miranda sangat membenci pembunuh itu sampai kapanpun.


"Aku tidak akan diam!" geram Miranda.


Wanita itu mulai menyusun rencana agar dirinya bisa membalaskan dendamnya, karena Miranda tidak bisa melupakan kematian sang anak.


Sebab, dia merasa sama sekali tidak memiliki masalah dengan sang pembunuh itu. Begitu juga dengan orang lain.


.


.


.


Zaskia berjalan menuju rumahnya, karena dia sangat kesal sudah di usir oleh Kendra. Walaupun lebih tepatnya dia sendiri yang pergi dari sana. Namun, tetap saja gadis itu menganggap dirinya di usir.


"Aku sumpahin dia bucin sama aku," gumam Zaskia sambil masuk ke dalam rumahnya. Namun, gadis itu menghentikan langkahnya.


"Astaga! Aku tarik lagi kata-kata ku barusan, aku tidak mau sampai bencong itu menyukaiku!" jerit Zaskia sambil memukul mulutnya, karena sudah salah bicara.


Gadis itu langsung masuk ke dalam kamarnya, kemudian menyusun barang-barang dan menidurkan tubuhnya.


Zaskia tengah berpikir apakah dia harus kembali bekerja di rumah Fajar, dan akankah dia menjadi janda sebelum 24 jam?

__ADS_1


"Kenapa sih nasib gue gini amat, udah di lecehkan dan menjanda sebelum 24 jam lagi," ucap Zaskia dengan lirih.


Saat tengah merenungkan nasibnya, tiba-tiba ponselnya berdering ternyata Fajar yang menelponnya.


"Gimana. Ya? Angkat, atau tidak?" Zaskia bingung harus menjawab panggilan masuk dari Fajar atau tidak.


Gadis itu langsung menekan tombol berwana hijau, dan melihat wajah Fajar yang sangat tampan dari ponselnya.


'Wajahmu menenangkan hatiku,' batin Zaskia.


Fajar: Zaskia, ada apa? Kenapa pergi dari rumah?


Fajar mendapatkan kabar dari Tiyo kalau Zaskia pergi dari rumah, dan dia langsung menghubungi gadis itu bertanya langsung apa yang terjadi.


Zaskia hanya diam sambil menatap wajah Fajar, karena dia tidak mau berkata jujur kalau dirinya sudah menikah. Sebab, gadis itu masih ingin mendekati sang pujaan hatinya.


Fajar: Zaskia, apa kamu memiliki masalah?


Zaskia: Tidak ada Tuan, hanya saja saya ingin beristirahat sebentar.


Jawaban Zaskia sama sekali tidak masuk akal, karena gadis itu hanya bekerja sebagai pelayan. Tidak terlalu lelah bekerja.


Fajar: Kembalilah ke rumah, besok aku akan pulang.


Zaskia langsung tersenyum manis, saat Fajar mengatakan bahwa dirinya akan pulang. Membuat gadis itu langsung menjawab.


Zaskia: Baiklah, sebentar lagi saya akan kembali.


Fajar tersenyum dan memutuskan sambungan teleponnya, dan dia langsung bernafas lega. Sebab, pria itu senang memiliki pembantu seperti Zaskia yang sedikit lucu.

__ADS_1


"Zaskia itu seperti Astuti dulu. Aku jadi mengingat kembali pertemuan lucu kami dulu," ucap Fajar sambil tersenyum.


Pria itu sangat bahagia saat berdekatan dengan Zaskia, terasa seperti dulu bersama dengan keluarganya yang utuh.


"Aku akan pulang, karena ingin membujuk Zaskia agar dia kembali lagi ke rumah dan meramaikan rumah," ucap Fajar.


Ya, Fajar memang sengaja pulang hanya untuk bertemu dengan Zaskia. Sebab, dia tahu gadis itu sangat menyukainya dan sudah pasti mau kembali ke rumahnya lagi.


.


.


Bella duduk termenung, karena dia sedang bergelut dalam pikirannya yang terus-menerus memikirkan Kenan.


Gadis itu sudah paya agar dia tidak jatuh hati pada calon mertuanya yang sekarang menjadi suaminya. Namun, hal itu sangat sulit baginya karena dia sudah benar-benar menaruh hari pada Kenan.


"Apa yang terjadi padaku? Kenapa, aku bisa menyukai papa dari kekasih hatiku?!" tanya Bella dengan kesal.


Gadis itu sangat kesal pada dirinya sendiri, karena sudah mengkhianati cinta Adam yang sudah bersemi di dalam hati dan jiwanya.


'Apakah semudah itu aku melupakan mu. Tolong maafkan aku Dam, sudah mengkhianati cintamu,' batin Bella lirih.


Air matanya menetes deras membasahi seluruh wajahnya, dan sesak di dalam dada semakin muncul saat mengingat kembali wajah sang pacar untuk yang terakhir kalinya.


"Maafkan aku, Dam!" Bella menangis tersedu-sedu sambil memeluk diri sendiri, dan mencoba untuk menghilangkan rasanya pada Kenan.


Entah apa yang dirasakan oleh gadis itu, sehingga merasa sangat bersalah pada pria yang sudah mati bersama cintanya.


Tidak ada salahnya kalau dia mencintai pria lain. Namun, yang salah Bella mencintai papa mantan kekasihnya. Hal seperti itu yang membuatnya merasa bersalah.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2