Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Bukan Urusanmu


__ADS_3

Kenan terbangun dan meminum air yang ada di meja, kemudian dia merasa pusing dan tertidur kembali. Sebab, Miranda sudah mencampurkan obat tidur ke dalam minuman Kenan.


Wanita itu tersenyum dari sebalik gorden, karena tadi dia bersembunyi agar sang suami tidak mencurigainya.


"Baguslah dia sudah tidur lagi, karena aku tidak mau sampai dia mencari Bella apa lagi sampai menemui gadis sialan itu!" geram Miranda.


Entahlah, setiap dia mengingat Bella pasti rasa cemburu terus-menerus menghampirinya. Sebab, gadis itu sudah mengambil hati Kenan darinya.


"Seharusnya aku tidak membuat Kenan menikahi Bella. Karena, masih banyak cara untuk membalaskan dendam kematian Adam, ucap Miranda.


Wanita itu menyesali perbuatannya, karena ulahnya sendiri dia menjadi seperti ini. Selalu di abaikan oleh sang suami. Sebab, Kenan sudah mencintai Bella.


Miranda bergegas pergi dari dalam kamarnya, karena dia ingin bertemu dengan seseorang yang akan menyembunyikan rahasianya dari Kenan.


Kini wanita itu sudah sampai di taman dan memberikan sebuah kotak yang berisikan sebuah ponsel.


"Untuk apa ini?" tanya Albert, karena dia sangat heran pada Miranda yang memberikannya ponsel.


"Lihatlah, aku ada senjata yang sangat tajam mengupas semua kebusukan mu!" seru Miranda.


Albert merasa sangat heran, karena seingatnya dia tidak perbuat kesalahan apapun selama ini.

__ADS_1


"Bicara saja! Aku tidak mengerti!" sentak Albert, membuat Miranda langsung tersenyum simpul.


"Ku pikir aku tidak tahu hubungan mu bersama wanita itu, yang sangat mirip dengan madu ku!" jawab Miranda sambil memperlihatkan Poto.


Albert terkejut, karena dia tidak membocorkan hubungan dan Siska pada siapapun, termaksud Miranda. Lalu, dari mana wanita itu fotonya bersama sang pujaan hati.


"Itu bukan urusanmu!" jawab Albert dengan ketus. Sebab, dia sudah berjanji pada Siska tidak akan membiarkan siapapun tahu tentang hubungan mereka berdua.


"Ck, kau sembunyikan malam kelam itu dan aku akan menyembunyikan rahasia mu itu," ucap Miranda.


Albert menyetujui permintaan dari Miranda, karena Siska adalah hal yang terpenting untuknya ketimbang masalah sepelah itu.


.


.


Bella tersenyum dan memeluk sang anak, sedangkan Astuti tengah menyuapi sang anak bubur dari rumah sakit.


"Ayah, apa kak Siska akan datang ke sini?" tanya Bella dengan sangat lembut.


Fajar menganggukkan kepalanya, karena memang Siska akan datang untuk menjenguk Bella.

__ADS_1


"Ayah, apa Bella akan segera pulang? Bella bosan ada di sini ... Bella rindu Tia dan Zaskia," ucap Bella dengan sangat lembut.


Karena, gadis itu sangat bosan di rumah sakit padahal keadaannya sudah membaik dan pulih. Namun, Bella sama sekali tidak tahu kalau saat ini dia tidak bisa berjalan.


"Iya, satu Minggu lagi kita pulang dan tinggal bersama ayah dan ibu, bukanya Kenan," jawab Fajar sambil menahan emosinya.


Ayah mana yang tidak sakit dan marah, saat anak gadisnya mengalami cedera di bagaian punggung sampai tidak bisa berjalan.


"Bella, habiskan makanannya dulu," ucap Astuti yang mengalihkan pembicaraan, karena dia tahu sang anak masih sangat terutama akan menjadi waktu itu.


Bella tersenyum dan menghabiskan makanannya, kemudian dia menidurkan tubuhnya. Namun, terasa sangat sakit saat punggungnya bersentuhan dengan tempat tidur.


"Ayah, kenapa punggung Bella sakit?" tanya Bella dengan sangat lembut.


Astuti dan Fajar saling menatap satu sama lainnya, karena mereka bingung harus menjawab jujur atau bohong.


Bella merasa heran melihat kedua orang tuanya, karena bukan menjawab pertanyaan mala saling pandang.


'Apa mereka sedang menyembunyikan sesuatu dariku?' batin Bella penuh tanya.


Astuti langsung menjawab dengan bohong, karena takut Bella tidak bisa menerima keadaannya yang sekarang tidak bisa berjalan.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2