
"Cucu dan anak Tuan selamat. Tapi, sepertinya kita harus memeriksa kandungannya. Sepertinya dia hamil anak kembar," jawab Adnan.
Betran tersenyum karena dia bahagia akan memiliki adik kembar, dan langsung menghampiri dokter muda tersebut.
"Dok, anak saya kembar?" tanya Betran dengan sangat bergembira.
Sontak, membuat Fajar kesal. Namun, dia harus menahan agar tidak malu di hadapan semua orang.
'Fajar, jangan! Bodoh membuat dirimu di perlakukan,' batin Fajar dengan kesal.
Adnan tersenyum, dan dia merasa heran karena setahunya kakaknya Bella belum menikah dan kini sudah memiliki suami dan hamil.
"Setelah dia pulih, kita akan melakukan USG, dan jaga dia karena di masa kehamilan semester pertama akan tentan keguguran," ucap Adnan.
"Baik Dok," jawab Betran.
Adnan bergegas pergi dari sana, karena dia ingin mempersiapkan kamar inap Siska dan meninggalkan pria itu berdua.
"Kau jangan ikut campur!" seru Fajar.
Bertan langsung mendekati Fajar dan memegang tangan pria itu, yang langsung di tangkis oleh sang empunya.
"Ayah, aku akan bertanggung jawab. Siska hamil anak kembar dan dia butuh kasih sayang ku," ucap Betran.
Fajar diam karena dia menahan rasa kesalnya, dan juga memikirkan tentang Siska yang hamil anak kembar. Walaupun itu masih kemungkinan.
Tanpa disadari oleh mereka, ternyata sejak tadi Kenan memperhatikan percakapan mereka. Membuatnya terkejut.
__ADS_1
'Siska? Tapi, tadi itu Bella, mengapa mereka menyebut dia adalah Siska?' batin Kenan sambil berpikir.
Pria itu langsung bergegas pergi dari sana, karena benar adanya wanita tadi berambut panjang dan merah. Sedangkan Bella memiliki rambut pendek hitam.
"Apakah selama ini aku salah orang? Karena, wanita tadi sama persis dengan yang membunuh Adam?" gumam Kenan sambil terus berjalan.
Pria itu duduk di trotoar sambil mengingat semuanya, dan mengambil kesimpulan bahwa gadis yang membunuh Adam mirip dengan Bella.
"Astaga! Ternyata bukan Bella pembunuhannya," ucap Kenan dengan lirih.
Kenan merasa sangat menyesali perbuatannya, karena dendamnya salah alamat. Yang seharusnya untuk wanita yang mirip Bella itu mala terkena gadis yang sudah di anggap sebagai anaknya.
"Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Selama ini anak gadis ku tidak pernah berbuat kejahatan sama sekali. Tapi, aku mala menghukumnya dengan membabi-buta," ucap Kenan.
Pria itu sangat menyesali perbuatannya, dan dia berniat untuk menghampiri sang istri di rumah Fajar. Walaupun sang mertua adalah musuh bebuyutannya.
"Bella, maafkan aku ... seharusnya aku mencari tahu yang sebenarnya bukan mala menghukum mu tanpa belas kasihan sedikitpun," ucap Kenan dengan lirih.
Kenan mengemudikan motor dengan kecepatan tinggi, agar dia bisa segera sampai di rumah Fajar. Walaupun dia tahu apa yang akan terjadi nantinya.
'Bella, maafkan aku karena sudah salah menduga kematian Adam selama ini,' batin Kenan lirih.
Pria itu tidak melihat adanya mobil yang melaju dengan cepat, sehingga dia menabraknya.
Bruk!
Kenan terjatuh dengan bersimbah darah, kemudian banyak orang yang membantu pria itu dan membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
.
.
.
PRANG!
Bella terkejut saat menjatuhkan gelas, dan tiba-tiba saja perasaannya langsung tidak karuan.
"Ya Tuhan, apa yang terjadi?" ucap Bella dengan sangat cemas.
"Bel, ada apa?" tanya Zaskia dengan pelan.
Bella langsung menatap wajah Zaskia, kemudian menangis tersedu-sedu tanpa ada sebabnya.
Zaskia langsung memeluk gadis itu, dan mengelus-elus rambut Bella dengan lembaga agar gadis itu tenang.
"Bel, katakan ada apa?" tanya Zaskia dengan sangat lembut.
Bella melepaskan pelukannya, kemudian menatap wajah Zaskia dan memegang dada yang terasa sangat sakit. Entahlah dia juga tidak tahu apa penyebabnya.
"Entahlah, tiba-tiba gue sedih dan perasaan cemas datang," ucap Bella dengan lirih.
Zaskia terdiam, karena dia juga tidak tahu apa yang di rasakan oleh Bella, sehingga dia hanya diam.
"Sudah, jangan! pikirkan lagi, kita lanjutkan kembali sarapan mu karena sehabis ini kamu harus belajar berjalan," ucap Zaskia dengan sangat lembut.
__ADS_1
Bella mengangguk kepalanya, dan melanjutkan kembali sarapan. Zaskia sabar menyuapi Bella makan, karena biasanya itu adalah tugas Tia.
Namun, Tia tidak ada dan Zaskia yang menggantikan posisi itu. Walaupun dia juga banyak pekerjaan.