Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Rindu Adam


__ADS_3

Happy reading ...


Bella menyiapkan meja makan, yang sudah di penuhi oleh makanan yang di masak oleh Tia dan juga sang ibu, karena dia terlambat bangun tadi. Jadi, mereka berdua yang memasak makan malam.


Setelah selesai, Bella berdiri di bangku utama yang akan di tempati oleh Kenan nantinya. Sebab, sang suami tidak mau sampai dia beristirahat sedikitpun.


Kenan datang bersama dengan Miranda yang terlihat sangat seksi malam ini, sambil bergandengan tangan dengan suaminya. Kemudian mereka duduk di bangku masing-masing.


Bella mulai mengerjakan tugasnya, mengambil makanan dan minuman untuk sang suami.


"Cukup itu saja!" Kenan mengangkat tangannya, dan Bella mengehentikan langkahnya.


Bella melirik ke arah bangku yang ada di hadapannya, seketika air matanya mengalir deras membasahi seluruh wajahnya tanpa seizinnya.


Dulu, dia dan Adam duduk di sana saat makan bersama walaupun Bella hanya anak seorang pembantu. Tapi, Kenan memperlakukannya seperti anak sendiri.


Hal itu membuatnya tidak bisa lupa melupakan masa-masa indah mereka, yang sangat jauh berbeda dengan kehidupannya sekarang.


Bella tak kuasa menahan kesedihannya, sehingga dia berlari dari sana tanpa meminta izin kepada Kenan terlebih dahulu.


"Dasar ja-lang!" geram Kenan saat melihat kepergian Bella.


Miranda memegang tangan Kenan dengan sangat lembut, kemudian mengedipkan matanya dan sang suami langsung diam melanjutkan kembali memakan makanannya.


*


*


*


Bella masuk ke dalam kamarnya, dan duduk di sofa sambil menangis tersedu-sedu mengingat perlakuan Kenan padanya. Yang sangat jauh berbeda sebelum Adam meninggal.


"Apa salah ku? Kenapa, om Kenan sangat membenci ku? Padahal, aku sama sekali tidak berbuat kesalahan apapun?" ucap Bella dengan lirih.


Gadis itu melihat setiap luka lebam yang ada di tangannya, seketika hatinya nyeri dan berdenyut mengingat kembali kejadian itu.


'Tuhan, bisakah aku mati saja?' batin Bella dalam hatinya.

__ADS_1


Seumur hidupnya, dia sangat menyayangi Kenan sebagai ayahnya karena pria itu sudah ada selama ini dan sangat menyayanginya sebagai anak sendiri. Bella tidak menyangka dalam hidupnya akan menikahi calon mertuanya.


Hati Bella seakan teriris pisau tajam, mengingat calon mertua yang sudah menjadi suaminya mengambil kesuciannya dengan paksa. Walaupun mereka sudah menikah.


'Aku tidak bisa mengingat semuanya. Karena, itu sangat sakit dan melukai jiwa dan ragaku,' batin Bella.


Gadis itu masih meneteskan air mata, dan dia terkejut saat pintu kamar tiba-tiba terbuka dengan kuat. Sontak Bella menoleh dan melihat Kenan masuk ke dalam sambil mengunci pintu.


"Simpan saja! Air mata buaya mu itu!" seru Kenan.


Belle semakin terisak-isak mendengar Kenan berbicara seperti itu, dan dia langsung menghampiri suaminya kemudian bersujud di kaki pria itu.


"Tuan, apa salah saya?" tanya Bella dengan sangat lirih.


Kenan menghempaskan tubuh Bella dari kakinya, karena merasa sangat risih. Pria itu sama sekali tidak tersentuh saat Bella menangis. Padahal, selama 15 tahun dia sangat menyayangi gadis itu.


Rasa sayang yang pernah ada selama 15 tahun itu, tidak mampu meluluhkan rasa benci dan dendamnya yang baru saja hadir selama enam bulan belakangan ini.


"Tuan, tolong jelaskan apa salah saya?" tanya Bella sekali lagi, karena sangat penasaran apa yang membuat calon mertua yang sudah di anggap sebagai ayah kandung. Bisa berubah secepat itu tanpa sebab yang jelas.


"Kau akan tetap seperti ja-lang! Tidak perlu aku jelaskan apa salahmu!" seru Kenan.


Pria itu sama sekali tidak memperdulikannya, dan memilih untuk pergi. Padahal, dulu Kenan tidak bisa melihatnya luka sedikitpun dan sekarang, Kenan ah yang menciptakan setiap luka di tubuhnya.


'Adam, kenapa kamu pergi dari kami. Lihatlah papamu sampai membenciku sebesar ini dan maafkan aku, karena sudah menikahi papamu. Sebab banyak sekali masalah yang datang sejak kamu pergi,' batin Bella.


Keesokan harinya ...


Semalam Kenan tidak tidur dengan Bella, sehingga gadis itu aman dari amukan sang suami yang setiap hari ia rasakan.


Gadis itu tengah menyiapkan sarapan di pagi hari, karena dia akan pergi ke sesuatu tempat yang akan menjadi curahan hatinya. Bella beralasan pergi untuk membeli perlengkapan dapur karena Kenan tidak akan membiarkannya pergi begitu saja.


Gadis itu sekarang tengah berjalan menuju sebuah pemakaman yang mewah di kotanya, dan menghampiri makam yang bertuliskan.


Adam Dukeun.


Bella langsung memeluk makam itu dan menangisi kepergian sang pacar.

__ADS_1


"Adam, kamu kembalilah! Aku rindu padamu Dam," ucap Bella lirih.


Gadis itu tidak malu di lihat banyak orang yang ada di sana, karena dia sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit di dalam hatinya.


"Adam, sejak kepergian mu, om Kenan sangat jauh berbeda padaku. Bahkan, dia selalu menciptakan luka-luka ini." Bella memperlihatkan luka di tangannya pada makam Adam.


Gadis itu terlihat seperti orang yang sudah terganggu mentalnya, membuat para orang yang ada di sana takut dan bergegas pergi.


"Adam! Aku ikut denganmu saja!" teriak Bella dengan sangat histeris, saat mengingat kembali setiap perlakuan Kenan padanya.


"Adam, aku sudah tidak sanggup lagi hidup seperti ini. Kumohon kembalilah atau jemput aku ikut bersama mu!" Bella menangis tersedu-sedu dengan histeris.


Membuat semua penjaga makam langsung menelpon orang yang bersangkutan dengan makam tersebut.


Satu jam kemudian ...


Bella semakin terisak-isak, saat menceritakan semua isi hatinya pada makam Adam. Walaupun pria itu sudah tidak ada lagi dan tidak mendengarkannya.


Seorang pria tampan, tinggi, kekar, berjalan dengan cepat menghampiri makam sang anak dan melihat istrinya ada di sana dengan tangisan histeris.


'Wanita ja-lang itu mau apa lagi, ih?' batin Kenan kesal.


Sambil berjalan menghampiri Bella, dan menarik tangan gadis itu dengan kasar sehingga sang istri langsung menatapnya dengan tatapan lirih.


Seketika hatinya tersentuh, dan sedih melihat wanita yang sudah di anggap sebagai anak sendiri bersedih karena dirinya.


'Kenan, ingat apa yang terjadi waktu itu,' ingat Kenan pada dirinya sendiri, agar tidak luluh oleh Bella.


"Tu-tuan," ucap Bella gugup sambil menghapus air matanya.


"Kau ini sangat menyusahkan aku saja! Tadi, para penjaga makam sangat takut akan kau yang seperti ODGJ!" seru Kenan sambil menggenggam kuat tangan Bella.


"Am-ampun Tu-an," ucap Bella gugup sambil menahan rasa sakit yang di rasakannya.


"Ikut aku pulang!" geram Kenan sambil menahan amarahnya, karena dia tidak ingin ada yang melihat.


Bella mengikuti langkah sang suami dengan sangat cepat, sampai dia tersandung dan membuat kakinya berdarah. Namun, dia sama sekali tidak menghiraukan hal itu.

__ADS_1


Kenan menghempaskan tubuh Bella dengan kuat, sehingga gadis itu menabrak pintu mobil dan langsung masuk ke dalam.


Bersambung.


__ADS_2