Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Tidak Mungkin


__ADS_3

Flashback on ...


Siska duduk di bibir ranjang sambil memegang senjata tajam, akan di gunakan untuk melenyapkan pria yang ada di sampingnya.


"Sayang, aku minta padamu jangan berubah seperti ini," ucap Adam dengan air mata yang mengalir deras.


"Ck, dasar kau pria bajingan yang suka mengobral janji!" seru Siska sambil beranjak bangun.


Adam menangis, dan memeluk gadis itu kemudian membisikkan sesuatu di telinganya.


"Jika benar kamu ingin melenyapkan hidupku, aku rela mati bersama cinta kita. Kumohon bacalah surat ku yang ada di laci lemari kamar ku. Kamu bisa melihat kejutan apa yang sudah aku siapkan untuk kado pernikahan kita," ucap Adam dengan sangat lirih.


"Dasar pria bajingan, brengsek!" seru Siska yang masih ada di dalam pelukan Adam, kemudian dia menusuk perut Adam mengunakan senjata yang ada di tangannya.


Adam membulatkan matanya dan dia tersenyum, kemudian pria itu terjatuh dan menutup mata untuk selamanya.


Flashback off ...


Siska menangis tersedu-sedu, karena dia sudah membuat sang adik mengalami hal yang seharusnya untuk dia. Sebab, ia sudah melenyapkan Adam dan Kenan membalaskan dendam pada Bella.


Siska berjalan dan memeluk Bella dengan sangat haru, kemudian dia Pingsan akibat tidak bisa terlalu sedih.


"Siska!" pekik Fajar dan Astuti bersamaan.


Mang Asep membantu Siska bangun dan duduk di sofa, bersama Fajar. Karena mereka sangat sigap.


"Mang, apa kabarnya?" tanya Fajar dengan sangat lembut sambil menatap wajah Mang Asep.


"Baik," jawab Mang Asep.


Fajar dan mang Asep tersenyum, karena mereka kini akan menjalankan misi agar Bella bisa di bawah pergi oleh Fajar.


.


.

__ADS_1


.


Kenan tertidur pulas karena Miranda memijat kepalanya. Sebab, wanita itu memang sengaja agar sang suami tidak memikirkan tentang madunya yang sedang berjuang nyawa dan mati di rumah sakit.


'Aku sangat bahagia Ken, karena kau akan tetap menjadi milikku,' batin Miranda.


Miranda mencampur obat tidur ke dalam minum Kenan, agar sang suami tidak memikirkan Bella apa lagi sampai menghampiri gadis itu di rumah sakit.


.


.


.


Tia baru saja sampai di rumah Fajar, dan dia langsung masuk ke dalam. Kemudian berjalan menuju kamar pelayan yang ada di halaman belakang.


Tia tersenyum, karena di sana sangat ramai yang tinggal bukan hanya dia Saja. Sudah bisa di pastikan dia akan sangat betah di sini.


"Indahnya, aku sangat betah di sini," ucap Tia dengan sangat bergembira.


Dokter tampan: Tia, keadaan Bella sudah membaik, dan juga saat ini dia sudah di pindahkan ke rumah sakit luar negeri.


"Astaga! Apa separah itu keadaan Bella, sampai harus di bawa ke rumah sakit?" ucap Tia dengan sangat terkejut.


Gadis itu langsung bergegas pergi dari dalam kamarnya, untuk mencari keberadaan Zaskia yang tidak tahu di mana kebesarannya.


"Ya ampun, rumah seluas ini. Bagaimana aku bisa menemukan wanita heboh itu!" geram Tia sambil terus menyusuri rumah Fajar.


Tia menghentikan langkahnya, saat melihat Zaskia tengah berdiri dan menatap langit yang cerah dengan lirih.


"DER!"


Zaskia langsung terjatuh pingsang, karena terkejut mendengar suara Tia yang sangat keras.


"Astaga! Wanita ini pingsan," ucap Tia dengan sangat panik.

__ADS_1


Gadis itu langsung menghampiri sang sahabat, dan memberikan kakus kaki yang di gunakan nya untuk membangunkan Zaskia.


Tak berselang lama, akhirnya gadis itu tersadar dan muntah-muntah. Entah karena apa Tia juga tidak tahu?


"Zaskia, kamu ke kenapa?" tanya Tia dengan sangat lembut.


"Entah, tadi aku mencium aroma busuk seperti kaus kaki yang sudah satu tahun tidak di cuci," jawab Zaskia sambil menenangkan diri.


Tia tersenyum dan langsung menyembunyikan kakinya, agar sang sahabat tidak mencium aroma yang sama.


'Kenapa dia hanya menebak dan benar, karena kaus kaki ini tidak pernah aku cuci,' batin Tia.


Zaskia bangun dan duduk di bangku dekat pintu, kemudian menatap wajah Tia dan bertanya apa tujuan gadis itu menemuinya.


Tia baru ingat kalau dia ingin menyampaikan kabar tentang Bella, yang di pindahkan ke rumah sakit luar negeri.


"Sudahlah mungkin, semua adalah hal yang terbaik untuk Bella," ucap Zaskia dengan sangat lembut.


"Tapi, aku sedih, karena tidak bisa melihat keadaannya tadi," sahut Tia dengan lirih.


Zaskia menenangkan Tia agar tetap tersenyum dan cerita, karena Bella masih hidup dan selamat. Hanya saja Fajar ingin agar Kenan tidak mencari keberadaan gadis itu dulu.


"Zaskia!"


Zaskia dan Tia saling menoleh, kemudian mereka tersenyum melihat Tiyo membawakan seekor kelinci berwarna putih.


"Tiyo, kamu bekerja di sini juga? Sudah lama sekali kita tidak bertemu," ucap Tia dengan sangat bergembira.


"Benar, apa kalian memiliki masalah?" tanya Tiyo yang tidak mengetahui apa-apa tentang Bella.


Zaki menceritakan semua pada Tiyo, dan pria itu sangat terkejut mendengar ucapan kedua gadis itu mengenai kabar Bella.


"Tidak mungkin!" pekik Tiyo.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2