Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Sudah bisa Berjalan


__ADS_3

Siska menatap ke arah Betran yang sejak tadi ada di sofa, dan dia menghampiri pria itu ingin bertanya apa misi pria menikahinya.


"Katakan apa mau mu?!" tanya Siska dengan sangat emosi.


Betran tersenyum simpul, kemudian menarik tangan Siska dan duduk di hadapannya. Pria itu mulai menceritakan semua pada gadis itu.


Sontak Siska terkejut, karena dia rumah tangga orang hampir hancur berantakan, di tambah lagi satu wanita tersakiti.


"Kau bisa merasakan bukan? Karena, kau juga wanita, tidak mungkin kau tidak sakit kalau ada di posisi mama ku," ucap Betran.


Hati Siska sangat sakit mendengar hal itu, dan dia menyesali perbuatannya berselingkuh bersama Albert.


"Aku benar-benar minta maaf. Sebab, itu aku tidak memberitahu papa mu kalau saat ini aku tengah mengandung anaknya," jawab Siska dengan lirih.


Betran tersenyum dan mengutarakan isi hatinya, kalau dia sangat menginginkan kebahagiaan sang mama kembali. Karena, dia tidak bisa melihat wanita yang sudah melahirkan ia terus-menerus tersakiti.


"Karena itu, aku rela melakukan apapun untuk mama ku," ucap Betran lirih.


Tanpa sadar pria itu meneteskan air matanya, dan langsung mengusap karena Siska melihatnya menangis.


'Aku benar-benar tidak bisa memaafkan diriku sendiri, karena aku seorang wanita tersakiti,' batin Siska lirih.


Siska dan Betran membuat perjanjian dan meraka sama-sama tersenyum, dan saling memaafkan.


. . .


Satu Minggu kemudian . . .


Hari ini Bella akan belajar berjalan lagi. Walaupun dia sudah bisa berjalan sedikit demi sedikit, tanpa bantuan dari siapapun.


Hashul sudah kembali ke Indonesia, karena dia ingin melihat Bella benar-benar berjalan dengan lancar.


Kini Bella dan Hasrul berada di kolam renang bersma Kenan. Ya, pria itu merasa cemburu sang istri bersama pria berada di dalam kolam.


Walaupun dia tahu kalau sang istri bersama dokter tersebut sedang berlatih, agar Bella bisa kembali berjalan seperti semula.


"Ayo Bel, berjalan dengan perlahan ke sini," ucap Hasrul yang berada sedikit jauh dari Bella.


"Baik Om," jawab Bella.


Bella mulai mengerakkan kakinya dengan perlahan dan berjalan tanpa rasa sakit sedikitpun.


"Ayo Bel, kamu bisa!" teriak Kenan yang berada di belakang Bella.


Bella tersenyum dan berjalan menuju Hasrul dengan perlahan dan sampai tanpa adanya halangan, membuat Kenan bahagia karena sang istri sudah bisa berjalan lagi.


"Wah, kamu sudah bisa berjalan Bel," ucap Hasrul sambil memegang tangan Bella, dan gadis itu tersenyum.


Kenan yang melihat hal itu sangat cemburu dan langsung berenang menghampiri mereka, dan menarik tangan sang istri.


"Berpegangan tangan sudah selesai, bukankah latihannya selesai?!" tanya Kenan dengan ketus.


Hasrul tersenyum karena dia tahu kalau Kenan tengah di landa api cemburu, dan dia langsung memegang pundak pria yang hampir seumuran dengannya.


"Jangan cemburu, aku menganggapnya sebagai anakku," ucap Hasrul dengan pelan.


Kenan tersenyum karena dia sudah cemburu berlebihan pada sang istri, membuatnya semakin malu karena ulahnya sendiri.


"Mas, ayo kita masuk ke dalam," ucap Bella dan Kenan menganggukkan kepalanya.


Kenan membawa Bella dengan perlahan agar gadis itu semakin bisa berjalan dengan lancar, sampai ke atas dan berjalan masuk ke dalam kamar.


. . .


Setelah Hasrul berganti baju, dia berkumpul dengan keluarga Fajar karena ingin berpamitan kembali ke Turki. Sebab, tugas sudah selesai.


"Terimakasih Rul, aku sangat senang karena Bella bisa berjalan kembali," ucap Fajar dengan sangat lembut.


Hasrul tersenyum dan memeluk Fajar, karena dia sedih akan berpisah dari sang sahabat dalam waktu lama. Sebab, ia akan kembali ke Turki dan tidak kembali ke Indonesia.


"Aku pasti akan sangat merindukan mu. Jangan lupakan aku," ucap Hasrul dengan sangat lembut dan lirih.


Fajar tersenyum dan memegang tangan sang sahabat dan memberikan cek untuk Hasrul, karena pria itu sudah membuat anaknya berjalan kembali.


"Terimakasih, kalau begitu aku permisi dulu," ucap Hasrul dengan sangat lembut.


Fajar menganggukkan kepalanya, dan Hasrul bergegas pergi dari sana karena dia harus cepat kembali ke dengara asalnya.


. . .


Kenan duduk sambil mengeringkan rambut Bella, karena mereka habis bertempur. Pria itu pun menyisir rambut sang istri dengan sangat lembut.


"Bel, ada sesuatu di bibir mu," ucap Kenan dengan sangat serius, membuat Bella terkejut.


"Ada apa, Mas?" tanya Bella sambil menatap wajah Kenan.


"Tunggu, biar aku ambilkan." Kenan mendekatkan wajahnya, dan mengecup bibir sang istri dengan sangat lembut.


Bella kesal dan langsung memukul lengan Kenan, dan pria itu tertawa lepas karena susah membuat sang istri tertipu.


"Nakal," ucap Bella dengan memberut.

__ADS_1


Kenan semakin terkekeh dan tidur di pangkuan Bella, dan matanya melirik ke arah kalung di leher sang istri.


"Bel, apa itu kalung dari Adam?" tanya Kenan dengan lirih.


Bella langsung memegang kalung itu dan, tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Sebab, Hasrul yang memberikannya kalung tersebut.


"Lalu?" tanya Kenan dengan sangat penasaran.


"Dokter Hasrul," jawab Bella cepat.


Kenan mengerutkan keningnya, karena berpikir untuk apa dokter itu memberikan kalung pada Bella.


'Ck, dokter mana yang memberikan kalung mahal itu pada pasien-nya?' batin Kenan dengan kesal.


Pria itu merasa sangat cemburu pada dokter Turki tersebut, karena terlalu dekat dengan Bella.


"Kenapa?" tanya Bella.


Gadis itu hanya basa-basi saja bertanya Kenan kenapa. Padahal, dia tahu kalau sang suami cemburu padanya dan dokter Turki tersebut.


"Tidak ada, aku hanya ingin membawamu ke rumah ... dan melihat apa yang di siapkan oleh Adam untuk kalian," ucap Kenan.


Ya, Kenan sudah tahu tentang surat Adam dari cerita Siska beberapa hari yang lalu dan dia ingin sekali melihat apa isi surat itu.


Bella menganggukkan kepala, karena dia juga penasaran surat apa sebenarnya yang di siapkan oleh Adam. Namun, ia berpikir kalau rumah itu sudah disita.


"Bukankah rumah itu sudah di sita?" tanya Bella sambil menatap wajah sang suami dari atas.


Kenan tersenyum dan bangun kemudian membisikan semua pada Bella, sehingga gadis itu terkejut karena tidak pernah percaya kalau Kenan merahasiakan hal sebesar itu.


"Sekarang?" tanya Kenan sambil mengulurkan tangannya.


"Iya," jawab Bella.


Gadis itu menerima uluran tangan Kenan, dan berjalan dengan perlahan menuju kursi roda, dan sang suami mulai mendorongnya menuju luar.


Kenan membawa Bella masuk ke dalam mobil, dan mulai mengemudikan mobil dengan perlahan, karena dia takut sang buah hati terluka.


Selama di perjalanan, Bella dan Kanan sama-sama diam dalam pikiran masing-masing sampai tiba di tempat tujuan.


"Kita siap melihat surat, Adam?" tanya Kenan.


"Siap Mas," jawab Bella.


Bella menganggukkan kepala, dan mereka berdua turun dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan perlahan.


Sesampainya di dalam kamar Adam, Bella langsung mencari surat tersebut dan menemukannya.


Dengan tangan bergetar, Bella mulai membuka surat tersebut dan ternyata adalah surat rumah atas nama Bella.


Kenan mengambil sepucuk surat dan langsung membacanya.


Tertanda Adam.


Sayangku, entah kenapa aku ingin menulis surat ini untukmu. Apakah kamu menyukai hadiah dariku? Oh iya, aku menyiapkan semua di rumah baru kamu.


Kenan dan Bella meneteskan air mata mereka saat membaca surat itu, sakit di dalam hati Bella kini semakin terasa.


"Bel, apa kamu ingin melihat rumah itu?" tanya Kenan.


Pria itu tahu kalau cinta Adam masih ada di dalam hati Bella, dan mencoba untuk memahami perasaan sang istri.


Bella berpikir, dan dia ingin melupakan Adam bersama kenangan itu juga. Sehingga ia tidak ingin melihat rumah itu walaupun tertulis atas namanya.


"Baiklah aku mengerti perasaanmu. Sekarang kita ke taman?" ucap Kenan dengan lembut.


Karena dia ingin membuat Bella melupakan Adam, bukan maksudnya dia ingin menggantikan posisi sang anak. Namun, ia kasihan kalau sang istri terus-menerus memikirkan pria yang sudah tenang di alam sana.


"Boleh," jawab Bella.


Mereka berdua bergegas pergi menuju taman, karena ingin menenangkan hati Bella yang saat ini masih kalut dalam kesedihan meninggalnya Adam.


Taman . . .


Kenan berjalan dengan perlahan menuju teman bunga yang akan membuat Bella tenang. Pria itu menggandeng tangan sang istri agar bisa berjalan walaupun dengan perlahan.


"Masih kuat?" tanya Kenan sambil menatap wajah sang istri.


Bella tersenyum dan menganggukan kepalanya, kemudian terus berjalan sampai di bangku taman.


"Wah indahnya, rasa hati ini sedikit tenang," ucap Bella sambil menghirup udara segar.


Kenan senang saat Bella mengatakan dia tenang berada di taman bersamanya, sehingga dia mengambil bunga dan merelakan di telinga sang istri.


"Bidadari ku sangat cantik," ucap Kenan dengan sangat lembut.


Membuat Bella tersipu malu, karena pujian dari sang suami. Sehingga dia membuang pandangannya ke arah lain.


"Apa adanya sedang malu?" tanya Kenan sambil berpura-pura bertanya pada orang lain.


Bella mengetahui kalau dirinya yang di sindir oleh Kenan, sehingga langsung menoleh dan memeluk pria itu dengan sangat erat.

__ADS_1


"Jangan pernah berubah ya, Mas!" pinta Bella pada sang suami.


Kenan menyetujui keinginan Bella, dan dia langsung mengecup kening Bella dengan sangat lembut.


'Aku sangat mencintaimu,' batin Kenan.


Mereka berdua menikmati pemandangan yang indah dan sejuk di pandang, dan mencurahkan isi hati satu sama lainnya.


. . .


Tia membuatkan jus mangga untuk Siska, karena gadis itu tadi ingin meminum jus dan langsung di buatnya.


"Kalau sampai anak Siska ilelan, sudah pasti dia akan minta aku bertanggung jawab. Ka, tidak memenuhi keinginannya," gumam Tia, sambil terus berjalan menuju kamar gadis itu.


Setelah mengantarkan minum, Tia bergegas pergi dari sana menuju taman belakang dan duduk di bibir kolam. Gadis itu memikirkan tentang Beno yang terus-menerus masuk ke dalam pikirannya.


'Sepertiya aku harus melupakannya' batin Tia.


Gadis itu terdiam, Tiba-tiba saja ada seseorang yang mendorongnya sehingga dia terjatuh ke dalam kolam.


"Aahhh!" teriak Tia.


Zaskia tertawa puas karena sudah mengerjai Tia, yang sangat sulit untuk membuatnya seperti saat ini.


"Zaskia!" teriak Tia sambil terus berenang samapai ke tapi dan naik ke atas.


Perasannya sangat kesla karena Zaskia tega membuatnya basah kuyup seperti saat ini. Gadis itu pun beregegas pergi dari sana dengan sangat cepat.


Membuat Zaskia heran, melihat Tia tidak marah padanya. Padahal, tadi dia membuat hal yang lumayan kelewatan.


"Anak itu kesambet apa lagi, sih?" tanya Zaskia denn sangat penasaran.


. . .


Malam ini tiba . . .


Kenan dan Bella berasa di restoran, karena malam ini mereka akan makan malam bersama di cafe tersebut.


Kini kedua pasangan suami-isti itu, tengah duduk sambil menunggu kedatangan pesanan tiba.


"Belum, ada sesuatu di telinga mu itu," ucap Kenan.


Bella langsung mendekatkan telinganya, dan Kenan mulai membiskakn sesuatu pada gadis itu.


"Dasar mesum!" teriak Bella, kemudian gadis itu langsung menutup mulut.


Sebab, di sana ramai pengunjung dan sudah pasti ucapannya tadi si dengar orang.


Kenan tertawa melihat sang istri salah tingkah, dan dia langsung mengecup kening Bella dengan sangat lembut. Tanpa rasa malu sedikitpun di lihat banyak orang di sana.


Setelah makan tiba, mereka langsung menyantap makanan masing-masing sampai habis.


"Kita mau pulang, atau berjalan-jalan dulu?" tanya Kenan.


Bella hanya mengangguk pelan, karena dia tengah memakan es krim vanilla kesukaannya.


"Menganggukkan tanda setuju, apapun itu." Kenan berucap sambil bergegas bangun.


Pria itu membayar makanan dan tidak sengaja melihat Albert bersama seseorang. Kenan pun menguping sedikit.


"Sepertinya ada sesuatu, antara Betran dan papanya. Sebab, pernikahan itu tidak ada yang mengetahui nya," ucap Kenan.


Pria itu merasa pusing dan bergegas pergi dari sana, dan menghampiri sang istri. Kemudian mereka pergi dari cafe tersebut.


Kenan tersenyum dan sesekali dia mencium wajah Bella seperti remaja yang sedang jatuh cinta. Padahal, dia sudah tua dan sudah mendekati tanah.


'Tuhan, aku ingin selalu seperti ini bersama Bella, sampai aku mati,' batin Kenan.


Sejujurnya dia sudah menyukai Bella sejak gadis itu menjadi kekasih anaknya. Namun, dia harus mengubur rasa itu dalam-dalam hanya untuk anaknya.


Akan tetapi, sekarang dia sudah bisa mencintai Bella tanpa ada halangan lagi. Karena, Miranda juga sudah tidak ada dalam hidupnya.


"Aku mencintaimu," ucap Kenan sambari mencium kening Bella.


Gadis itu tersipu malu, dan langsung memeluk sang suami. Sebab, terasa nyaman saat di dekat pria itu.


"Tidurlah kalau kamu mengantuk," ucap Kenan dengan sangat lembut.


Bella menganggukkan kepala kemudian dia mulai memejamkan mata dan tertidur pulas, di samping sang suami yang tengah mengemudikan mobil.


Kenan merasa hari ini dan seterusnya milik meraka berdua, tidak ada yang mengganggu kemesraan yang baru tumbuh.


. . .


Miranda sudah di luar negeri dan memulai kehidupan barunya setelah resmi bercerai dari Kenan. Wanita itu sengaja pergi dari Indonesia agar mudah melupakan sang mantan.


Bukan dia sudah tidak cinta lagi. Namun, Miranda megira Kenan sudah bangkrut dan tidak memiliki apapun lagi.


"Indahnya aku di sini, untung harta gono-gini milikku masih banyak dan tabungan mu yang lain. Semoga aku mendapat pria yang lebih kaya dari Kenan," ucap Miranda.


Wanita itu mencari pria yang kaya untuk menjadi suaminya, karena dia tidak mau hidup sendirian dan mencari uang.

__ADS_1


Karena biasanya dia hidup tenang tanpa harus bekerja keras, dan menikmati hasil dari suaminya.


bersambung.


__ADS_2