
"Apa maksudmu datang?" tanya Miranda dengan ketus.
Albert tersenyum dan mendekati Miranda, kemudian berbisik di telinga wanita itu. Sontak membuat Miranda kesal dan menjauh.
"Kau gila?!" tanya Miranda dengan sangat emosi.
"Aku tidak gila. Tapi, saat ini aku merasa tergila-gila padamu ... sejak malam itu," jawab Albert cepat.
Miranda bergegas pergi dari sana, karena dia takut ada yang melihatnya bersama Albert dan salah paham.
'Kenapa semua orang sudah gila?' batin Miranda dengan kesal.
.
.
.
Kenan baru saja selesai mandi, dan ke luar melihat Bella meneteskan air mata sambil menyiapkan baju untuknya.
"Bella." Kenan langsung berjalan menghampiri gadis itu, dan bertanya ada apa dengannya. Namun, gadis itu tidak menjawab.
"Ayolah Bella, katakan padaku ada apa?" tanya Kenan sekali lagi, dan Bella hanya diam saja.
Kenan tahu apa yang terjadi pada sang istri, sehingga dia langsung bergegas memakai baju untuk menghampiri Miranda.
Kenan bergegas pergi dari dalam kamar, mencari keberadaan sang istri. Namun, dia mala melihat adanya sang sahabat di rumahnya.
"Albert, ada apa kau di sini?" tanya Kenan pada Albert.
__ADS_1
Albert terkejut dan menoleh, karena setahunya Kenan berada di luar negeri. Namun, saat ini ada di hadapannya. Sebab, itu dia berani menghampiri Miranda.
.
.
Zaskia baru saja tiba di rumah Fajar, dan dia langsung masuk ke dalam mengemasi barang-barangnya. Setelah itu dia menghela nafas dalam.
"Aku harus pergi dari sini, dan meninggalkan sugar deddy ku. Padahal, kami baru saja dekat," ucap Zaskia lirih.
Gadis itu berjalan ke luar sambil membawa tas besar bertemu dengan Tiyo, dan adik sepupunya menghampiri dia.
"Kau mau ke mana?" tanya Tiyo dengan sangat penasaran.
Karena sang Kaka dari semalam tidak pulang dan saat ini mengemasi barang-barangnya, mau ke mana pikirnya.
"Pergi," jawab Zaskia dengan lirih.
"Kenapa pergi?" tanya Tiyo dengan sangat lembut.
Zaskia menghela nafas dalam-dalam, dan menceritakan semua pada Tiyo membuat pria itu terkejut.
"Sejak kapan tuan Kenan memiliki adik?" tanya Tiyo dengan sangat penasaran.
Karena, setahun Kenan tidak pernah memiliki adik saat dia bekerja di rumah pria itu selama bertahun-tahun.
"Entahlah, yang pasti dia sangat mirip dengan tuan Kenan," jawab Zaskia dengan lirih.
"Pergilah sekarang! Aku akan memberikannya pelajaran, karena sudah melecehkan mu!" pinta Tiyo pada sang kakak.
__ADS_1
Zaskia tersenyum dan memeluk sang adik, dengan sangat haru karena mereka baru saja bertemu dan harus berpisah.
"Kau jangan mengkhawatirkan aku, karena kakak mu ini pandai menjaga diri ..." Zaskia tidak meneruskan ucapannya, karena dia sudah gagal menjaga diri.
"Sudahlah, kau pulang nanti aku yang akan berbicara saat nona Siska sudah pulang," ucap Tiyo dengan sangat lembut.
Zaskia tersenyum dan bergegas pergi dari sana, karena dia ingin membicarakan tentang masalah hidupnya. Sebab, sudah menjadi istri orang yang artinya sudah tidak bebas lagi.
Sesampainya dia di rumah Kenan, dia mengintip sang kakak ipar tengah berbicara dengan seseorang.
"Siapa dia?" tanya Zaskia pada diri sendiri.
Terlihat Kenan tertawa dan membawa Albert duduk di sofa ruang tamu, dan Zaskia bersembunyi di sebalik gorden. Namun, kaki gadis itu masih terlihat jelas oleh Albert.
'Siapa gadis itu?' batin Albert sambil berpikir.
"Sebentar lagi aku akan pergi," ucap Kenan dengan sangat lembut.
Albert tidak mendengar ucapan Kenan, karena dia sibuk melihat kaki kecil di sebalik gorden yang bergerak-gerak.
"Albert," panggil Kenan.
Albert terkejut dan langsung menatap wajah Kenan. Membuat pria itu heran mengapa sahabat terdiam saat dia memanggilnya.
"Ada apa?" tanya Kenan, dan Albert menunjuk ke arah gorden.
Kenan melihat kaki kecil, dan berjalan menghampiri kaki tersebut, kemudian dia membuka gorden dan melihat adik iparnya di sana.
Zaskia cengengesan, karena dia bingung harus berbuat apa saat ini yang sudah tertangkap basah menguping.
__ADS_1
"Ada apa, kau di sini?" tanya Kenan pada Zaskia.
BERSAMBUNG.....