
Sontak Miranda terkejut dan langsung menoleh, betapa terkejutnya dia melihat Kenan ada di hadapannya.
"Kenan!" pekik Miranda.
Kenan langsung berjalan mendekati Miranda, dan duduk di samping sang istri kemudian mencium puncak kepala Miranda.
"Apa kau tidak tahu apa yang sudah terjadi di bawa tadi?" tanya Kenan dengan sangat lembut.
Miranda menggelengkan kepalanya, karena dia berpura-pura tidak tahu apa yang sudah terjadi.
"Benar?" tanya Kenan lagi, karena dia menduga istrinya adalah penyebab terjadinya peristiwa tadi.
Miranda menganggukkan kepalanya, kemudian menatap wajah Kenan dengan sangat serius.
"Sebenarnya ... " Kenan mencarikan apa yang sudah terjadi tadi, dan wanita itu langsung terkejut.
"Apa!" pekik Miranda.
Karena dia terkejut rencananya gagal total, karena Kendra salah meniduri wanita.
'Sialnya, Kendra sudah salah sasaran,' batin Miranda.
Kenan menatap Miranda dan dia mengambil kesimpulan bahwa sang istri tidak ikut rencana itu. Sebab, wanita itu sangat terkejut saya dia bercerita masalah tadi.
'Baguslah dia tidak ikut campur masalah tadi,' batin Kenan.
Kenan memberitahu Miranda apa saja yang akan terjadi besok pagi, dan Wanita itu hanya menganggukkan kepala. Sebab, dia tidak mau sampai Kenan tahu sebenarnya dia adalah dalang semua yang terjadi.
.
.
.
Keesokan pagi ...
Bella tengah menghiasi Zaskia dengan balutan dress mewah dari Kenan, karena sang sahabat akan menjadi adik ipar suaminya.
"Zaskia, aku benar-benar tidak percaya semua terjadi padamu," ucap Tia.
Karena dia sangat membenci Kendra dan sahabatnya harus menikahi pria itu. Zaskia hanya menganggukkan kepala.
"Ini semua adalah salah gue," sambung Bella, karena dia sangat merasa bersalah Sudah meninggalkan sang sahabat sendirian.
__ADS_1
"Bel, berapa kalai gue bilang, ini bukan salah elo," ucap Zaskia dengan sangat lembut.
Bella terus menghias Zaskia dengan sangat cantik atas bantuan dari Tia, mereka berdua membuat gadis itu seperti pengantin yang sesungguhnya.
"Zaskia, elo bakalan jadi adik ipar gue," ucap Bella sambil memakaikan penutup wajah Zaskia.
Zaskia tersenyum dan berkata, "Gue senang jadi adik ipar elo."
Tia tertawa karena kedua sahabatnya sudah menikah, sedangkan dirinya belum memiliki pasangan bagaimana mau menikah.
"Ayo, kita sudah terlambat!" Ketiga gadis itu berjalan ke luar dengan perlahan menuju ruang tamu.
Sesampainya mereka di sana, terlihat ada pendeta dan lainya. Kemudian Bella membawa Zaskia duduk di samping Kendra.
Kendra hanya diam tidak melirik Zaskia sedikitpun, karena dia tidak mau menikah apa lagi dengan Zaskia, yang hanya wanita kampung pikirnya.
'Setelah menikah, aku tidak akan menyentuhnya apa lagi sampai tidur berdua dengannya,' batin Kendra.
Tiga jam kemudian ...
Acara pernikahan mereka telah usai, dan kini semua orang bubar mengerjakan tugas masing-masing. Begitu juga dengan Kenan.
Kini tinggallah Zaskia dan Kendra berdua, dan mereka hanya saling diam dalam pikiran masing-masing.
Kendra langsung menoleh dan menatap wajah Zaskia, terlihat gadis itu sangat cantik dengan balutan gaun pengantin.
"Pulanglah, dan ingat kau harus kembali!" Kendra bergegas pergi dari sana dengan sangat cuek.
Zaskia berjalan menuju kamar tamu dan berganti baju, kemudian dia bergegas pergi dari sana menuju rumah Fajar.
Sebab, dia ingin mengundurkan diri dari sana dan tinggal bersama suaminya di rumah sang suami.
.
.
Bella memijat kepala Kenan, karena pria itu merasa sangat pusing atas apa yang sudah di perbuat sang adik.
"Bel, aku akan kembali ke luar negeri sore ini. Kau di sini jangan macam-macam!" pinta Kenan.
Bella mengangguk kepalanya, dan terus memijat kepala sang suami dengan sangat lembut.
"Bel, jika ada sesuatu padamu jangan lupa hubungi aku," ucap Kenan dengan sangat lembut.
__ADS_1
Bella mengangguk kepalanya, karena dia sama sekali tidak tahu harus menjawab apa, karena Kenan sebelumnya tidak pernah selembut ini bicara padanya.
"Bisakah kau menjaga adikku dan adik ipar ku? Selama aku pergi?" tanya Kenan.
Bella mengerutkan keningnya, karena biasanya misi seperti itu hanya Miranda yang mendapatkannya.
'Ada apa dengan Tuan Kenan? Biasanya dia tidak bersikap semanis ini padaku?' batin Bella sambil berpikir.
"Baik Tuan," jawab Bella.
Kenan menarik tangan Bella, sehingga gadis itu masuk ke dalam pelukan sang suami dan pria itu langsung menjalankan misi masuk ke dalam gua lele.
.
.
Miranda sangat kesal, karena Kenan tidak mau menyentuhnya sejak dirinya tidur dengan Robert beberapa minggu lalu. Namun, hak itu sama sekali tidak di ketahui sang suami.
"Sial!" teriak Miranda sambil melemparkan semua benda-benda yang ada di hadapannya.
"Dasar pelakor busuk!" teriak Miranda lagi, karena dia sangat kesal pada Bella yang sudah merebut hari Kenan.
"Aku tidak akan membiarkan mu mengambil Kenan dariku!" Miranda membanting tubuhnya ke kasur, dan mulai menyusun rencana yang baru untuk Bella.
Dia tidak pernah menyerah walaupun rencananya selalu gagal, dan gagal lagi sampai kapanpun.
Tanpa disadari olehnya ternyata Kendra sejak tadi ada di samping pintu, dan memperhatikannya selalu.
"Apa yang kau lakukan di situ?" tanya Miranda.
Kendra tersenyum, karena kakak iparnya mengetahui juga dirinya ada di dalam kamar.
"Tidak ada, aku hanya ingin meminta denda padamu," jawab Kendra.
Sontak Miranda terkejut dan sangat kesal pada pria itu, yang memintanya untuk ganti rugi. Padahal, semua orang terjadi bukanlah kemauannya.
"Dasar pria busuk! Bajingan kau!" Miranda bangun dan mencekik Kendra, sampai pria itu terjatuh ke lantai.
"Aku sudah kehilangan suamiku, dan sekarang kau memintaku untuk ganti rugi!" teriak Miranda.
Kendra bangun dan mendorong tubuh Miranda ke kasur, dan mengunci tubuh wanita itu.
"Jangan pernah kau main-main denganku!" sentak Kendra.
__ADS_1
Bersambung