Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Aku Salah Apa?


__ADS_3

Happy reading...


Gadis itu ingin sekali ikut Kenan ke luar negeri seperti sebelum Adam meninggal, merek sering berpergian ke manapun.


Sesampainya dia di luar, langsung membawa koper Kenan ke bagasi mobil dan bergegas masuk ke dalam. Sebab, hatinya sakit melihat kepergian Kenan bersama istri pertama suaminya.


Bella juga ingin merasakan hal seperti yang di rasakan oleh Miranda, walaupun Kenan sudah tidak pernah memilikinya lagi atau bersikap kasar padanya.


Kini Bella menangis tersedu-sedu sambil menatap Ikan yang ada di dalam kolam, rasanya hati gadis itu semakin sakit mengingat kembali saat Miranda menatapnya dengan sinis.


'Aku salah apa? Sampai nyonya Miranda sangat membenciku?' batin Bella sambil berpikir.


Gadis itu mendengar suara mobil Kenan yang sudah pergi jauh, membuat hatinya kain sakit.


"Hei buaya!"


Bella langsung menoleh dan melihat adanya Kendra di belakang tubuhnya, karena dia sangat takut pada pria itu.


"Aku tidak mengerti, mengapa kakakku itu mau menjadikan kau selirnya?" tanya Kendra dengan sangat halus. Namun, tepat menyakiti perasaan Bella.


"Kau itu terlihat tidak lebih dari sampah!" seru Kendra sambil terus mendekati Bella.


Sehingga mereka saling menatap satu sama lainnya, karena jarak mereka sangat dekat. Bahkan, Kendra dengan jelas mendengar dekat jantung Bella.


"Aku bukan sampah! Kau tahu? Aku menikah dengan tuan Kenan, itu semua atas kemauan dari nyonya Miranda!" jawab Bela dengan sangat emosi.


Entah mengapa gadis itu jadi pemberani sejak dua Minggu belakangan ini.


Kendra tersenyum simpul dan tertawa lepas, kemudian memegang tangan Bella dengan kuat sehingga gadis itu meringis.


"Lepaskan!" Bella menginjak kaki Kendra dan berlari dadi sana.


"Gadis sialan!" teriak Kendra sambil menatap kepergian Bella.


Bella berlari masuk ke dalam kamarnya, dan menangis tersedu-sedu sambil mengingat kembali ucapan Kendra padanya.


'Serendah itukan aku di mata adiknya tuan Kenan?' batin Bella sambil berpikir.


Hatinya semakin hari semakin sakit melihat dan mendengar ocehan buruk tentangnya yang menjadi istri kedua, walaupun pernikahan itu atas dasar permintaan dari Miranda sendiri.


.


.


.

__ADS_1


Tia sejak tadi mengintip dari kejauhan apa yang terjadi pada sahabatnya, dan dia sangat kesal pada pria itu, yang sudah berani-beraninya menghina Bella.


"Kurang ajar dia, beraninya menghina Bella. Awas! Aku akan membuatmu merasakan hal yang sama!" geram Tia sambil bergegas pergi dari sana.


Tia berjalan menuju luar, karena tadi dia ingin ke pasar untuk membeli perlengkapan dapur yang sudah menipis.


Saat tengah naik ke sepedanya, tiba-tiba saja tangannya di tarik sehingga dia terjatuh bersama sepedanya.


"Aaahhh!" pekik Tia.


Kendra tertawa lepas melihat Tia terjauh dan membantu gadis itu bangun, karena tadi dia ingin memintanya membelikan sesuatu untuknya.


Tia bangun sambil menatap sinis ke Kendra, karena pria itu sangat di bencinya.


"Belikan ini untukku." Kendra memberikan bungkus obat. Entah obat apa itu karena Tia tidak pernah melihatnya sebelumnya.


Adult male tonic.


'Obat apa ini? Pakai bahasa Inggris lagi,' batin Tia.


"Hei! Kau beli saja, jangan terus memandanginya," ucap Kendra, membuat Tia terkejut karena dia sedang memperhatikan obat apa itu.


"Baiklah," jawab Tia sambil naik ke atas sepedanya lagi.


"Menyusahkan saja," ucap Tia dengan sangat pelan. Namun, Kendra masih dapat jelas mendengar ucapannya.


Tia langsung diam dan melanjutkan sepedanya dengan kecepatan tinggi, agar dia bisa segera menjauh dari Kendra.


Setelah jauh dari rumah, Tia memperlambat gerakannya dan memikirkan tentang obat apa yang di pinta Kendra.


"Aku sangat curiga padanya, karena waktu itu aku pernah melihatnya berpelukan dengan nenek lampir itu," ucap Tia.


Gadis itu pernah melihat Kendra berpelukan dengan Miranda. Ya, wanita yang di maksudkan nenek lampir oleh Tia adalah Miranda.


Setelah sampai di pasar, dia langsung bergegas pergi menuju tokoh penjual obat herbal dan meminta bantuan untuk mencarikan obat yang di minta Kendra.


Betapa terkejutnya dia saat mengetahui jika obat itu adalah obat kuat pria dewasa, karena setahunya Kendra belum menikah.


'Astaga! Pria itu sangat menjijikkan,' batin Tia.


Tia langsung membayar obat tersebut. Namun, dia menukar obat kuat itu degan obat lainnya akan tetapi, dengan bungkus yang sama agar Kendra tidak mengetahuinya.


"Terimakasih banyak Pak," ucap Tia sambil bergegas pergi sambil tersenyum penuh kemenangan.


Entah apa yang membuat Tia berani untuk mengerjai Kendra, tanpa rasa takut sedikitpun.

__ADS_1


.


.


.


Kenan hanya diam saja selama di perjalanan, dan hal itu membuat Miranda sangat kesal. Sebab, dia tahu kalau sang suami sudah mulai menyukai Bella.


'Ken, kau sudah melupakan janjimu padaku, kalau kau akan membalaskan dendam kita pada gadis itu!' geram Miranda dalam hatinya.


Miranda masuk ke dalam pelukan sang suami dan hal itu tidak di respon oleh Kenan, membuat Miranda semakin kesal.


"Ken, apa kau marah padaku?" tanya Miranda.


Kenan hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, membuat Miranda di bakar api cemburu dan langsung mengirimkan pesan kepada Kendra.


Miranda : Pastikan malam ini selesai, aku tidak mau melihat wanita sampah itu lagi di rumah ku!


Kendra tersenyum sambil meminum jus buah segar miliknya, dan dia langsung membangkang kalau Bella akan segera pergi dari rumah, karena rencananya nanti malam.


"Wanita sampah, malam ini adalah hari terakhir mu di rumah ini," ucap Kendra.


Tanpa disadari olehnya, ternyata sejak tadi Sari menguping ucapannya, dan dia berpikir sejenak. Sebab, Miranda tidak menyertakannya dalam hal tersebut.


"Semenjak ada dia di rumah ini, aku dan nyonya Miranda jadi menjauh dan rencana kami gagal semuanya!" geram Sari sambil menatap kesal pada Kendra.


Sari berpikir untuk mengerjai Kendra, karena dia ingin melihat pria itu gagal menjalankan misi dari Miranda, sehingga dialah yang akan di puja-puja karena semua misi Miranda berjalan lancar saat bersamanya.


.


.


.


Tia membawa barang belanjaannya di dapur, kemudian dia berjalan menuju halaman belakang, karena tahu kalau Kendra ada di sana setiap pagi.


Saat sudah sampai, lagi-lagi Tia melihat pemandangan yang tidak senonoh, karena Kendra tidak menggunakan baju saat berenang.


'Dasar pria gila, membuat mata suci ku ternoda,' batin Tia kesal.


Tia berdiri tepat di bibir kolam sambil menatap ke arah kain, agar dia tidak melihat pusaka Kendra yang ada di dalam kain segitiga.


"Kau sudah kembali." Kendra hendak naik ke atas. Namun, Tia mengentikan langkahnya.


"Kau di dalam saja! Aku tidak sudi melihat pusaka mu itu!" Tia melemparkan obat ke dada Kendra, kemudian bergegas pergi dari sana.

__ADS_1


Kendra tersenyum sambil melihat obat yang akan membuatnya mendapatkan hati Miranda, setelah itu dia akan menguasai semua harta peninggalan papanya yang di pegang oleh Kenan.


Bersambung


__ADS_2