Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Mangsa


__ADS_3

Tia tersenyum dan menepuk pundak Bella, kemudian membisikkan sesuatu di telinga gadis itu, sehingga sang sahabat tersipu malu.


"Bukan seperti itu, Tia." Bella berucap dengan pelan, agar tidak ada yang mendengarkannya.


Tia tersenyum dan berkata, "Kau tidak bisa berbohong padaku."


Bella bergegas pergi dari sana, karena akan percuma saja bicara pada Tia. Sebab, gadis itu tidak akan mau mendengarkan penjelasannya.


Sedangkan Tia, langsung membawa makanan untuk sahabat Miranda, dan meletakkannya makanan yang di bawa di meja.


"Miranda, semua pembantu mu muda sekali? Apa kau tidak cemburu?" tanya Alma, karena sejak tadi dia terus melihat pelayanan sang sahabat berusia muda.


"Untuk apa aku cemburu? Kalau Kenan hanya mencintai ku," jawab Miranda dengan sangat percaya diri.


"Jangan! Terlalu percaya diri, karena bisa saja para pembantu mu merebut Kenan darimu," sahut Alma, dan Miranda hanya tersenyum.


Tia langsung pergi dari sana, setelah mendengar ucapan parah sahabat Miranda yang menganggap pembantu rendahan.


'Dasar semua orang kaya sombong!' geram Tia dalam hatinya.


Gadis itu tidak terima, kalau semua pembantu di hina hanya karena mereka miskin. Namun, masih memiliki harga diri.


"Kita itu sama, hanya saja derajat kita yang berbeda," gumam Tia sambil berjalan masuk ke dapur.


3 jam kemudian ...


Semua sahabat Miranda sudah pulang, dan kini wanita itu berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat sejenak. Sebab, dia tengah menunggu kepulangan Kendra yang akan menjalankan misi mereka.


"Tidak sabarnya aku, melihat pertengkaran hebat besok," ucap Miranda dengan sangat bahagia.


Bagaimana tidak bahagia, karena sudah di pastikan rencananya berjalan dengan lancar. Sebab, tidak ada Kenan di rumah.


.


.


.


Kendra bergegas pergi. Namun, dia berhenti di apotek untuk membeli sesuatu di sana yang akan membantunya menyelesaikan tugas dari Miranda.


Setelah selesai membeli sesuatu, Kendra bergegas pulang, karena sudah tidak sabar lagi untuk menjalankan misinya bersama Miranda.


'Sebenarnya tidak ada keuntungan bagiku, karena aku melakukan ini hanya untuk bersenang-senang bersama selir kak Ken,' batin Kendra.


Setelah sampai di rumah, dia langsung berjalan menuju kamar utama dan masuk ke dalam, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

__ADS_1


Sehingga Miranda terkejut, karena dia baru saja selesai mandi dan masih mengunakan handuk kimono.


"Astaga! Balikan badan mu!" seru Miranda.


Kendra langsung membalikan badannya, karena dia juga terkejut melihat Miranda masih mengunakan handuk kimono.


Miranda masuk ke dalam kamar mandi, dan memakai baju kemudian bergegas menghampiri Kendra.


"Sudah ada obatnya?" tanya Miranda, dan Kendra menganggukkan kepalanya.


Pria itu memberikan obat yang di beli tadi pada Miranda, dan wanita itu langsung mengambilnya dengan senyuman penuh kemenangan.


"Kendra, kau sangat pandai. Sekarang bersiap saja aku akan menjalankan misi ini," ucap Miranda dengan sangat bahagia.


Kendra menganggukkan kepalanya, kemudian tersenyum sambil memegang tangan sang kakak ipar.


"Jangan lupa! Jika semua beres, bujuk kak Ken agar aku menjadi CEO di perusahaan KD Grup," ucap Kendra, dan Miranda menganggukkan kepalanya.


Kendra langsung bergegas pergi dari sana, dan Miranda juga bergegas pergi menuju dapur untuk membuat jus.


Setelah selesai membuat jus, Miranda membawanya menuju kamar Bella. Sebab, jus itu ia buatkan khusus untuk sang madu. Karena, rencananya akan membuat Bella semakin menderita.


'Rasakan selanjutnya Bella, kau adalah pelakor murahan!' geram Miranda dalam hatinya.


Sesampainya di depan pintu kamar Bella, Miranda mengetuk-ngetuk pintu kamar tersebut dan masuk ke dalam.


"Apa ada masalah Nyonya?" tanya Bella dengan sangat cemas.


Miranda tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian memberikan jus pada Bella.


"Untuk apa ini, Nyonya?" tanya Bella dengan cemas, karena mengingat kembali kejadian kemarin.


"Aku buatkan khusus untukmu," jawab Miranda dengan sangat lembut dan senyuman manisnya.


Bella terdiam dan mengambil jus dari Miranda sambil berpikir.


'Sebaiknya tidak usah aku minum, karena aku takut kejadian kemarin akan terulang,' batin Bella.


"Terimakasih Nyonya, nanti akan saya minum setelah minum obat," ucap Bella dengan sangat lembut.


Miranda ingin sekali melihat Bella menghabiskan kus tersebut. Namun, dia takut gadis itu mencurigainya.


'Sepertinya aku harus sabar, karena dia bisa saja curiga padaku kalau langsung mendesaknya minum jus itu,' batin Miranda.


Bella tersenyum dan meletakan jus dari Miranda ke meja, kemudian mengambil obat miliknya.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pergi dulu." Miranda bergegas pergi dari sana, karena takut Bella curiga kalau terlalu lama di dalam.


Bella langsung meminum obatnya, dan merapikan penampilannya karena dia ingin terlihat rapi. Walaupun tidak ada Kenan di rumah.


Saat tengah memikirkan tentang jus dari Miranda, pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang dan dia langsung membukanya.


"Bel, ada wanita di luar mencari mu," ucap pelayan Kenan.


"Bawa saja masuk ke dalam kamar, Bella sangat lelah Paman," jawab Bella, dan pelayan tersebut bergegas pergi dari sana.


Bella masuk ke dalam kamarnya, dan menidurkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap ke arah jus dari Miranda tadi.


Tak berselang lama, pintu kamarnya di buka dan dia terkejut melihat Zaskia yang masuk ke dalam.


"Zaskia!"


"Bella!"


Kedua gadis itu saling berpelukan, dengan tangisan mereka masing-masing karena sangat rindu sudah lama tidak bertemu.


"Ada apa?" tanya Bella sambil melepaskan pelukannya.


"Aku membawa Cantika, karena sudah mendapatkan pekerjaan," jawab Zaskia, membuat Bella tersenyum karena dia sangat merindukan motor kesayangannya.


"Benarkah? Kau tunggu di sini! Aku ingin melihatnya dulu." Bella bergegas dari sana, karena sudah tidak sabar melihat Cantika.


Setelah kepergian Bella, Zaskia mendirikan tubuhnya di sofa, karena dia tidak mau menunggu Bella hanya berdiri. Tiba-tiba matanya melirik ke arah jus yang ada di meja.


"Astaga Bella! Dia tahu saja kalau aku sedang haus." Zaskia langsung berjalan dan mengambil jus tersebut.


Gadis itu langsung meminum habis jus buah tersebut, dan beberapa saat kemudian matanya mengantuk dan dia terjatuh ke atas ranjang Bella dengan posisi telungkup.


Pada saat itu juga Miranda mengintip dan melihat wanita sudah tertidur pulas di atas ranjang.


"Berhasil," gumam Miranda sambil bergegas pergi dari sana, untuk memanggil Kendra. Namun, dia tidak memanggil langsung dan hanya menuliskan pesan.


Miranda: Cepat masuk ke dalam! Dia sudah pingsan.


Kendra langsung cepat-cepat ke luar dari dalam kamarnya, dan berjalan menuju kamar Bella kemudian masuk ke dalam dan mengunci pintu kamar tersebut.


"Mangsa ada di depan mata." Kendra mematikan lampu kamar Bella, takut gadis itu bangun dan melihatnya.


Kendra berjalan sambil melepaskan pakaiannya satu persatu, dan mendekati gadis itu.


"Harumnya kok beda dengan biasanya?" tanya Kendra.

__ADS_1


Karena pria itu sering bertemu Bella, dan tahu aroma tubuh gadis itu. Namun, kali ini aromanya berbeda jauh dari biasanya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2