
Fajar bersiap-siap akan berangkat menuju liar negri, karena dia tidak ingin membuat para rekan bisnisnya menunggu terlalu lama. Walaupun dia tahu kalau Kenan adalah rekan kolaborasinya.
"Siska, ayah pergi selama satu bulan. Kamu jaga diri baik-baik, dan jangan! Menemuinya dia, karena kalau sampai ayah mengetahui siapa pria itu, habislah dia!" ancam Kenan.
Siska menganggukkan kepala sambil mencium kedua pipi sang ayah, kemudian mereka bangun dan berjalan menuju luar.
Sesampainya di luar, Siska pergi ke dalam untuk mengambil barang sang ayah yang tertinggal di dalam. Pada saat juga Zaskia datang untuk melepaskan rindunya pada Fajar yang akan pergi dari rumah dan tidak tahu kapan akan kembali.
"Tuan, hati-hati di jalan," ucap Zaskia dengan sangat lembut.
Fajar tersenyum, kemudian menghampiri Zaskia dan memberikan gadis itu sebuah kunci.
"Ini untuk apa Tuan?" tanya Zaskia dengan heran, mengapa sang majikan memberikannya sebuah kunci.
"Ambil saja! Itu kunci ruangan kerja saya, kalau ada sesuatu yang penting kamu bisa membantu saya," jawab Fajar, dan Zaskia tersenyum.
Gadis itu senang karena Fajar mempercayainya, walaupun dia baru satu hari bekerja di rumah pria itu.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan." Zaskia bergegas pergi dari sana. Namun, sebelum dia benar-benar pergi.
Telinganya mendengar suara wanita memanggil Fajar dengan sebutan ayah, yang sudah di pastikan adalah anak pria itu.
"Ayah, ini berkas yang ayah minta tadi!" jerit Siska sambil memberikan berkas pada sang ayah.
"Terimakasih sayangku," ucap Fajar.
__ADS_1
Rasa kepo Zaskia meronta-ronta ingin melihat wajah anaknya Fajar, sialnya saat dia berbalik bandan. Wajah Siska sama sekali tidak dapat terlihat.
'Sialnya wajah anak tuan Fajar tidak bisa terlihat, aku sangat penasaran bagaimana dengan wajahnya.
Zaskia bergegas pergi dari sana, karena tidak dapat melihat wajah anaknya Fajar membuatnya kesal. Bagaimana tidak kesal? Gadis itu ingin sekali melihat kecantikan Siska yang ia dengar dari para pelayan di sana.
.
.
.
Luar negeri ...
Kini Fajar sudah tiba di luar negeri, dan dia langsung bergegas pergi menuju tempat meeting yang tidak jauh dari villa nya berada.
"Sorry I made you guys wait for me/maaf saya sudah membuat kalian menunggu saya," ucap Fajar dengan sangat lembut.
Mr, Bean tersenyum dan berkata, "Does not matter/ tidak masalah!"
Fajar tersenyum dan melanjutkan kembali cerita mereka yang akan berkolaborasi, dengan sangat lancar. Walaupun Kenan harus menahan rasa emosinya saat melihat pria yang sangat di bencinya.
Meeting sudah selesai, mereka semua sudah bubur termaksud Fajar, dia langsung bergegas pergi menuju villa untuk beristirahat di sana. Sebab, dia merasa sangat lelah.
'Kenan, kau terlihat sangat tersiksa saat berkolaborasi denganku. Karena, aku senagaja membuatmu kesulitan dalam hal itu,' batin Fajar licik.
__ADS_1
Pria itu akan membuat Kenan tidak sanggup menghadapi dirinya, sampai mengundurkan diri, karena hal itu akan membuatnya cukup puas.
.
.
.
Kenan baru saja tiba di villa dan di sambut hangat oleh Miranda, dan mereka bergegas masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
"Ken, mungkin lusa aku sudah kembali ke kota kita," ucap Miranda, dengan sangat lembut.
Kenan tersenyum sambil mengerutkan keningnya, karena sang istri akan cepat kembali. Padahal, dia masih sangat lama di negri orang.
"Tapi, mengapa cepat sekali?" tanya Kenan sambil mencium kening Miranda.
Miranda tersenyum dan berkata, "Ada masalah sedikit di sana, dan aku harus menyelesaikannya."
Kenan menganggukkan kepala, karena dia tidak bisa melarang apa saja yang akan di lakukan oleh Miranda. Walaupun hatinya gelisah saat jamuan makan malam beberapa minggu lalu.
'Aku berharap dia tidak membohongiku, dan tidak ada yang di sembunyikan olehnya dariku,' batin Kenan.
Miranda merasa kesal, karena sudah dua Minggu Kenan tidak menyentuhnya hanya karena alasan leleh. Hal itu sangat membuatnya tidak bisa menunggu lama lagi untuk menyingkirkan Bella dari kehidupan sang suami.
'Ken, kau bisa berkata mencintaiku. Tapi, hatimu tetap memilih pelakor sialan itu!' geram Miranda dalam hatinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG......