Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Bercerita


__ADS_3

Kenan membuka kedua matanya, kemudian dia melihat sekelilingnya. Kemudian dia mencoba untuk mengingat kembali apa saja yang terjadi.


Pria itu mengingat semuanya, dan juga keadaan Bella. Sebab, sudah beberapa hari dia tidak sadar, ia sama sekali tidak mengetahui keadaan gadis itu.


"Kenapa aku bisa tidak sadar. Ya?" tanya Kenan pada diri sendiri sambil mengingat kembali apa yang terjadi.


"Apa gadis itu masih hidup?" Kenan memikirkan tentang keadaan Bella, dan menyesali perbuatannya.


Pria itu melepaskan jarum infus, dengan cara paksa. Walaupun melukai dirinya, Kenan tetap saja melakukan hal itu demi mencari keberadaan Bella.


Setelah itu, dia langsung berjalan dengan perlahan sambil memegang kepala yang masih terasa sakit.


"Sebenarnya, aku sudah tidak sadar berapa hari?" gumam Kenan sambil berjalan menuju ruangan Adna.


Karena, pria itu akan bertanya pada dokter muda tersebut yang sudah pasti mengetahui tentang Bella.


Sesampainya di ruangan dokter muda itu, Kenan langsung menghampiri Adnan dan duduk di hadapan pria itu.


"Tuan!" pekik Adnan, karena dia sangat terkejut melihat Kenan ada di hadapannya. Sebab, pria itu belum pulih betul.


"Jangan banyak bicara, aku hanya ingin tahu keadaan Bella," ucap Kenan dengan ketus.

__ADS_1


Adnan tersenyum, karena Kenan merasa gelisah memikirkan tentang Bella. Padahal, pria itu juga yang membuat sang istri terluka samapi tidak bisa berjalan lagi.


"Taun, apa Anda tahu? Bella sekarang akan kesulitan untuk berjalan, karena terjatuh dari tangga," ucap Adnan dengan sangat lembut. Namun, mengancam.


Kenan terdiam saat mendengar kalau Bella tidak bisa berjalan lagi, karena ulahnya. Pria itu kemudian menatap wajah Adnan dengan sangat lirih. Sebab, ia sangat menyesali perbuatannya.


"Lalu, apakah dia keguguran?" tanya Kenan, karena dia berpikir tidak mungkin kandungan Bella akan selamat.


Adnan tersenyum, kemudian bangun dan mendekati Kenan dan memegang tangan pria itu dengan sangat lembut.


"Itu adalah keajaiban, karena tidak mungkin janin yang masih kecil selamat dalam kecelakaan sebesar itu" ucap Adnan dengan sangat lembut.


'Apakah Bella hamil anakku? Atau bukan?' batin Kenan sambil berpikir.


Pria itu masih meragukan kehamilan Bella, karena Poto wanita ja-lang yang ada di ponsel Beno. Walaupun wanita itu terlihat sangat jauh berbeda dengan Bella.


"Tuan, apa ada masalah?" tanya Adnan, karena dia tahu Kenan sedang memikirkan hal berat.


Terlihat jelas dari wajah pria yang ada di hadapannya, dan dia ingin membuat Kenan menceritakan keluh kesah padanya. Sebab, papanya dan Kenan bersahabat dengan baik.


"Iya, aku sedang memikirkan hal berat," jawab Kenan lirih.

__ADS_1


"Ceritakan saja! Siapa tahu aku bisa membantu Tuan," ucap Adnan dengan sangat lembut.


Kenan tersenyum, kemudian memegang tangan Adnan yang membuatnya mengingat Adam. Sebab, mereka seumuran.


Kenan mulai menceritakan semua pada Adnan, sehingga dokter muda itu merasa sedih dan perhatian. Melihat kehidupan Kenan.


"Tuan, seperti Bella tidak akan bersikap seperti itu. Sebab, dia selalu ada di rumah dan tidak pernah ke luar bukan?" ucap Adnan dengan sangat lembut.


Kenan terdiam, kemudian dia berpikir kalau ucapan Adnan ada benarnya juga. Sebab, dia selalu tidur bersama Bella setiap malamnya. Lalu, bagaimana gadis itu bisa kabur dan menjual diri.


'Semua itu benar. Tapi, kenapa aku tidak bisa berpikir jernih selama ini? Untungnya aku bercerita pada Adnan,' batin Kenan.


Kenan tersenyum kemudian bangun dan memeluk Adnan dengan sangat erat, dan merasa sudah melepaskan rasa rindunya pada Adam.


"Lalu, di mana Bella saat ini?" tanya Kenan, karena dia ingin sekali menemui Bella dan meminta maaf pada gadis itu.


"Sebenarnya ... " Adnan menceritakan semuanya pada Kenan, kalau Bella sudah pergi bersama ayah dan ibunya.


Kenan sangat terkejut mendengar ucapan Adnan, karena setahunya Bella adalah anak yatim yang tidak memiliki ayah. Namun, gadis itu sekarang pergi bersama sang ayah?


"Apakah itu benar? Tapi, Bella tidak memiliki ayah?" tanya Kenan sambil terus berpikir.

__ADS_1


__ADS_2