
Zaskia melakukan ritual mandinya, sambil memikirkan bagaimana nasibnya ke depan dan apa yang harus di katakan pada kedua orang tuanya.
Gadis itu merantau seorang diri, walaupun kampung halamannya dekat dengan tempat tinggalnya saat ini. Tetap saja dia ingin mandiri tinggal seorang diri.
"Apa yang harus aku katakan pada mereka, kalau anaknya ini sudah gagal menjaga diri sendiri," ucap Zaskia dengan sangat lirih.
Gadis itu selesai mandi dan memakai handuk kimono dan berjalan, dengan perlahan ke luar dari dalam kamar mandi kemudian menghampiri Bella yang tengah termenung.
"Bel, ini baju baut gue pakai?" tanya Zaskia sambil memegang dres pendek dari Bella.
Bella langsung tersadar dan menganggukkan kepala, karena dia tidak memiliki dres pendek. Sebab, Kenan hanya membelikannya dres pendek.
"Terimakasih, gue pakai dulu," ucap Zaskia dengan sangat lembut dan langsung mengunakan dres tersebut.
.
.
.
Kendra menyalahkan dirinya sendiri, karena sudah salah sasaran dan harus menerima hukuman dari Kenan.
"Sial! Kenapa aku sampai sebodoh ini?!" Kendra bergegas memakai baju, setelah selesai mandi.
__ADS_1
"Ini semua adalah salah wanita tua itu!" geram Kendra sambil berjalan menuju ruang tamu.
Sesampainya di sana, Kendra duduk di samping sang kakak dengan rasa takut yang membara.
"Aku ingin kau menikahi wanita itu," ucap Kenan dengan sangat cuek.
Kendra terkejut dengan apa yang di dengarnya, karena dia masih ingin menjadi lajang dan belum mau menikah.
"Kak, aku belum siap menikah," sahut Kendra dengan sangat pelan.
"Jika kau tidak mau menikah, maka aku akan mengirimkan mu lagi ke luar negeri!" ancam Kenan.
Kendra terdiam, karena dia sama sekali tidak mau kembali ke luar negeri dan juga menikah dengan Zaskia. Namun, nasi sudah menjadi bubur.
'Ini semua terjadi karena wanita sialan itu!' geram Kendra dalam hatinya.
Pria itu sangat kesal akan perbuatannya sendiri yang sangat bodoh, sudah meniduri wanita lain bukannya Bella.
"Baik, aku akan menikahinya. Tapi, aku tidak bisa memperlakukan dia sebagai istriku," ucap Kendra dengan sangat tegas.
Kenan menganggukkan kepala, karena dia juga tidak peduli mau Kendra memperlakukan Zaskia seperti apa.
"Besok pagi kalian harus menikah, dan aku tidak mau tahu. Kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau perbuat!" serentak Kenan.
__ADS_1
Kendra hanya diam saja, karena hatinya sangat kesal saat ini, memikirkan tentang dirinya yang sangat bodoh.
'Aku belum siap untuk menikah, aku masih ingin menjadi lajang dan bebas seperti burung,' batin Kendra.
Tak berselang lama akhirnya kedua wanita yang di tunggu datang juga. Bella duduk di hadapan Kenan bersama dengan Zaskia.
"Besok kalian berdua menikah! Aku tidak menerima alasan apapun!" ucap Kenan dengan tegas.
Zaskia hanya diam karena dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat ini, dan dia juga menatap wajah Kendra dengan sangat tajam.
"Bel, bawa dia masuk ke dalam kamar tamu. Beristirahat di sana dan kamarmu akan di bereskan oleh pelayan!" pinta Kenan pada sang istri.
"Baik Tuan," jawab Bella dengan sangat lembut.
Bella dan Zaskia bergegas pergi dari sana menuju kamar tamu, sedangkan Kendra masih di sana bersama Kenan.
"Kau jangan kabur! Karena, aku akan mendapatkan mu walaupun di lubang semut sekalipun!" Kenan bergegas pergi dari sana menuju kamar utama.
Sebab, pria itu ingin bertemu dengan sang istri yang tidak muncul saat ada peristiwa penting tadi. Membuatnya sedikit heran dan menduga-duga kalau semua yang terjadi adalah perbuatannya.
Sesampainya di depan kamar, Kenan langsung masuk ke dalam dan melihat Miranda sedang maka masker wajah dan menonton Drakor.
"Miranda," panggil Kenan.
__ADS_1
BERSAMBUNG....