Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Kekesalan Zaskia


__ADS_3

Happy reading.....


Tia tersipu malu, sambil mengingat kembali kejadian tadi saat dia bersama Kendra. Entah mengapa berada di dekat pria itu hatinya berdebar-debar.


"Astaga! Apa yang sudah aku ingat ini." Tia memukul kepalanya sambil terus melajukan sepedanya.


Saat berada di jalan, Tia melihat Zaskia tengah membonceng wanita paru paya dan dia langsung mengikuti gadis itu tanpa sepengetahuannya.


'Dia ini seperti mempermainkan Bella, sampai saat ini masih saja tidak mengembalikan Cantik. Padahal, adikku itu sangat merindukan motornya,' batin Tia.


Zaskia berhenti tepat di pasar dan Tia langsung menghampiri gadis itu, kemudian menarik tangannya.


"Jangan kabur!" seru Tia.


Zaskia cengengesan, karena sahabatnya itu tahu kalau dia akan kabur.


"Tidak, aku tadi hanya terkejut saja," jawab Zaskia dengan tawanya.


"Ck, itu hanya alasanmu saja! Sekarang ikut aku," ucap Tia dengan geram melihat Zaskia tidak menepati janjinya.


Zaskia tersenyum dan mengikuti langkah Tia, masuk ke dalam pasar tanpa mengetahui apa yang akan mereka lakukan di dalam.


Tia menghentikan langkahnya di sebuah tokoh baju pria dan menarik tangan Zaskia masuk ke dalam. Sontak membuat gadis itu terkejut.


"Hei! Kita mau apa ke sini?" bisik Zaskia di telinga Tia.


Tia tersenyum dan memberikan sebuah kertas yang di berikan oleh Kendra pada Zaskia.


"Astaga! Kau yakin ingin membeli ini?" tanya Zaskia sambil menutup mulut menggunakan tangannya.


Tia menganggukkan kepalanya sambil memberikan uang pada Zaskia, dan gadis itu mau tidak mau harus melakukan hal memalukan itu.


'Awas kau Tia, kalau motor Bella sudah sampai pada pemiliknya. Aku akan mengerjai mu balik!' geram Zaskia dalam hatinya.


Tia menunggu Zaskia di luar, karena dia malas masuk ke dalam dam melihat kain segitiga milik pria.


"Permisi," ucap Zaskia dengan sangat pelan dan rasa malu yang mendalam, karena yang menjual kain segitiga itu adalah pria.


"Mau cari apa Mbak?" tanya pria tersebut.


Zaskia hanya diam sambil membaca ukuran kain segitiga milik pria yang di berikan oleh Tia tadi.


'Astaga! Membeli kain segitiga milikku saja aku malu, apa lagi untuk pria coba,' batin Zaskia dengan sangat malu.

__ADS_1


"Mbak," panggil pria tersebut.


Zaskia tersadar dan menunjuk ke arah kain segitiga pria yang ada di rak sampingnya, sambil memberikan kertas yang di berikan oleh Tia pada pria tersebut.


"Sebentar saya ambilkan," ucap pria tersebut dan Zaskia mengangguk kepala sambil menahan malu.


'Leganya ... untung aku pandai tadi, kalau tidak aku akan sangat malu,' batin Zaskia.


10 menit kemudian ...


Pria tersebut memberikan pesanan Zaskia dan wanita itu langsung membayarnya, kemudian bergegas pergi dari sana.


Sesampainya di luar, dia langsung melemparkan kantung belanjaan yang berisikan kain segitiga milik pria dengan kasar.


"Astaga! wajahmu lucu sekali," kekeh Tia sambil berjalan menyusuri pasar.


"Untuk siapa itu?" tanya Zaskia dengan penasaran, karena setahunya Tia belum menikah. Untuk apa membeli kain segitiga milik pria.


"Untuk adiknya Tuan Kenan," jawab Tia sambil mengambil belanjaan yang sudah di pesannya tadi, kemudian memberikan pada Zaskia agar gadis itu membawanya.


Zaskia memasang wajah jutek, karena kesal melihat Tia yang membuatnya seperti seorang pembantu. Kemudian dia terdiam sambil mengingat kembali ucapan sang sahabatnya.


'Tunggu, bukankah dia bilang untuk adik iparnya Bella? Yang artinya adalah pria itu?' batin Zaskia sambil berpikir.


Zaskia langsung menarik tangan Tia, dan mengentikan langkahnya kemudian menatap wajah gadis itu.


Tia menganggukkan kepalanya, kemudian kembali melanjutkan perjalanan dan Zaskia mengikuti sampai di parkiran.


"Ambil benda mu ini!" seru Zaskia dengan kesal, karena dia leleh membawa barang belanjaan Tia sangat berat.


Tia tersenyum simpul, dan menunjuk Zaskia dengan sangat lembut membuat gadis itu menghela nafas dalam-dalam.


"Astaga Tia!" teriak Zaskia.


Tia tidak menggubrisnya, dan langsung melajukan sepedanya dengan perlahan menuju rumah Kenan. Yang di ikuti oleh Zaskia dari belakang.


"Wanita itu benar-benar membuatku seperti seorang pembantu!" geram Zaskia sambil terus mengikuti Tia.


Setibanya di rumah Kenan, Zaskia memarkirkan motor Bella di samping pos satpam bersama Tia. Kemudian dia memberikan kantung belanjaan gadis itu. Namun, lagi-lagi sahabatnya menunjuk ke arahnya.


"Ayo, bukankah kau ingin bertemu Bella?" tanya Tia sambil memegang pundak gadis itu, dan Zaskia mengangguk kepalanya.


Zaskia mengikuti langkah Tia masuk ke dalam dapur dari pintu belakang, dan meletakan belanjaan gadis itu di meja dan langsung duduk sambil mengatur nafasnya.

__ADS_1


"Tia, ambilkan minum aku harus!" pinta Zaskia sambil menatap ke arah gadis itu.


"Baik, tunggu sebentar!" Tia mengambil air minum untuk Zaskia dan memberikannya pada gadis itu.


"Terimakasih," ucap Zaskia sambil menghabiskan air yang di berikan oleh Tia.


Tia membisikkan sesuatu di telinga Zaskia dan gadis itu mengangguk tanda mengerti, kemudian bergegas pergi dari sana.


Tia berjalan menuju kamar Bella, karena dia ingin mempertemukan Zaskia dan gadis itu untuk menyelesaikan permasalahan Cantika.


Tok.


Tok.


Tok.


Setelah mengetuk pintu, Tia masuk ke dalam dan melihat Bella masih terbaring lemah di atas kasur. Kemudian dia menghampiri sang sahabat.


"Bel, kamu masih sakit?" tanya Tia dengan sangat lembut.


Bella menggelengkan kepala dan bergegas bagun, kemudian duduk di samping Tia dengan senyuman manisnya.


"Ada apa?" tanya Bella dengan pelan.


Tia langsung membisikan sesuatu di telinga Bella, dan gadis itu langsung tersenyum kemudian bergegas bangun.


"Tunggu apa lagi, ayo kita ke luar?" tanya Bella karena Tia hanya diam saja.


Tia tersenyum dan berkata, "Aku ada sedikit urusan bersama adik ipar mu."


Bella tersenyum dan bergegas pergi dari sana, karena dia kesal mendengar ucapan Tia barusan.


Setibanya dia di luar. Betapa gembiranya Bella melihat Cantika sudah sembuh dan ia langsung memeluk motor kesayangannya itu. Sebab, Adam lah yang membeli motor itu untuknya.


"Cantika, kau adalah hidup dan mati ku," ucap Bella dengan sangat bergembira.


Zaskia langsung menarik tangan gadis itu duduk di pos satpam dan membisikkan sesuatu di telinga Bella.


"Kau sudah melakukan misi kita itu, waktu di rumah sakit?" tanya Zaskia sambil menatap wajah pucat Bella.


Bella menggelengkan kepalanya, karena dia tidak punya keberanian untuk menjalankan misinya bersama Zaskia.


"Ya ampun Bella, apa saja yang elo pikirin sih?!" tanya Zaskia kesal, karena hal itu sangat mudah untuk di lakukan.

__ADS_1


"Kia, elo tahu, 'kan? Kalau itu semua akan percuma dan gue juga gak punya keberanian untuk menjalankan rencana itu," jawab Bella dengan lirih.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2