
Happy reading....
Bella terbangun saat malam hari, dan melihat adanya Kenan di sofa sedang bermain Leptop. Gadis itu merasa haus dan meminum air yang ada di meja samping ranjangnya.
'Kenapa air ini sangat tidak enak?' batin Bella.
Gadis itu merasa ingin muntah dan dia langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi, membuat Kenan terkejut karena Bella tiba-tiba berlari.
Huek ... huek ...
Bella memuntahkan air yang di minumnya tadi karena rasanya tidak enak, seperti di campur dengan obat. Setelah selesai muntah, Gadis itu berjalan kembali naik ke atas ranjang.
"Kenapa kau?" tanya Kenan sambil menatap wajah pucat Bella.
"Haa?" gumam Bella, karena kepalanya sangat pusing jadi tidak terlalu fokus apa yang di ucapkan oleh Kenan.
Kenan menghampiri Bella dan memegang kening gadis itu, dan langsung menatap wajah sang istri dari dekat.
"Kau sehat. Tapi, kenapa muntah?" tanya Kenan.
Bella menunjuk ke arah air minum itu dan Kenan langsung meminumnya, dan benar dia merasa air itu sudah di campur sesuatu.
"Astaga! Siapa yang mencampur obat itu!?" tanya Kenan dengan emosi.
Bella terkejut karena benar dugaannya kalau air itu di campur obat. Namun, dia tidak tahu obat apa yang di maksudkan Kenan.
"Obat apa Tuan?" tanya Bella dengan sangat berani, walaupun wajah Kenan terlihat sangat kesal.
"Obat perang-sang!" seru Kenan dan dia langsung membuka baju kaos, karena merasa mulai panas dan meninggikan folume AC.
Bella sangat terkejut dan melihat Kenan gelisah membuatnya sedih. Namun, dia tidak berani mengatakan kalau dirinya sudah selesai datang bulan.
'Aku harus bagaimana? Apa aku harus berkata jujur?' batin Bella sambil bertanya-tanya.
Kenan mulai gelisah dan mencoba menenangkan gairahnya, karena dia tidak ingin memesan wanita malam lagi. Sebab, Miranda kesal kalau hal itu terjadi lagi.
"Tuan, saya permisi mandi dulu. Ya?" Bella bergegas pergi masuk ke dalam kamar mandi.
Karena dia takut Kenan akan menyentuhnya dan dia belum membersihkan diri, karena dia sangat tahu Kenan itu seperti apa. Sedangkan Kenan masa bodoh, karena dia tahu gadis itu masih datang bulan.
"Sial! Miranda juga tidak ada di sini!" Kenan kesal dan membuka celananya, karena merasa sangat gerah.
*
*
__ADS_1
*
Astuti bersiap-siap untuk pergi mencari keberadaan mantan suaminya, dan kini dia tengah memakai kaus kaki dan berjalan ke luar dari kamarnya.
Wanita itu berjalan menyusuri setiap lorong dan berhenti tepat di bangku tunggu bis, sambil menatap mobil yang berlalu lalang di hadapannya.
"Ke mana lagi aku harus mencari mereka?" tanya Astuti lirih.
Wanita itu tidak sanggup lagi melihat sang anak terus-menerus di sakiti tanpa mereka tahu apa salah mereka. Astuti bertekad untuk mencari keberadaan mantan suaminya dan anaknya sampai dapat.
Sebab, beberapa hari lalu dia melihat mereka ada di kota ini juga. Namun, Astuti tidak tahu di mana mereka tinggal karena kota ini sangat luas karena di telusuri.
Sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya, dan seseorang turun dari mobil tersebut dan menghampiri Astuti. Wanita itu tersenyum melihat siapa pria itu.
"Bibi, kenapa ada di sini?" tanya Adnan sambil duduk di sampai wanita itu.
"Ingin berjalan-jalan saja," jawab Astuti dengan dusta, karena tidak mau ada yang tahu tentang kehidupannya.
Adnan tersenyum dan dia ingin bertanya apakah Bella sudah mendingan atau belum. Namun, dia sedikit takut pada Astuti.
"Bi, apakah Bella sudah mendingan?" tanya Andan dengan berani, karena rasa itu sangat mengganggunya di dalam hati dan pikirannya.
"Tidak tahu, karena sejak tadi tuan Kenan ada bersamanya," jawab Astuti dengan jujur.
"Tidak apa-apa Bi, karena saya sudah tahu dari tuan Kenan sendiri kemarin," ucap Adna dan Astuti langsung diam.
'Untuk apa dia memberi tahu Adnan? Karena semua ini dia sendiri yang memintanya?' batin Astuti sambil bertanya-tanya.
Wanita itu mengingat kembali permintaan Kenan selepas menikahi Bella, dan mereka semua harus menerima hal itu dengan keterpaksaan.
Flashback on ...
Bella dan Astuti tercengang melihat apa yang ada di dalam surat perjanjian yang di buat Kenan. Meraka tidak menyangka kalau pria yang sangat baik itu bisa meminta hal seperti itu.
"Tuan, apa semua ini?" tanya Astuti sambil memegang surat tersebut
Kenan tersenyum simpul dan membisikkan sesuatu di telinga Bella, sehingga gadis itu menangis dan langsung memeluk sang ibu dengan masih mengenakan baju kebaya.
"Bu, sudahlah semua ini kita terima saja! Karena Tuan Kenan berhak atas itu," ucap Bella sambil menangis tersedu-sedu.
"Tapi, ibu tidak terima Bella kalau kamu harus menghadapi semua itu. Bukankah itu tidak adil untukmu?" tanya Astuti.
"Semua keputusan ada di tanganku!" Kenan bergegas pergi dari sana bersama dengan Miranda.
Hati Astuti mulai sakit melihat perlakuan Kenan yang mulai berbuah sejak beberapa menit lalu. Walaupun pria itu sudah terlebih berbeda setelah Adam meninggal seminggu yang lalu. Karena dia kira itu karena kesedihan Kenan saja.
__ADS_1
"Sudahlah Nak, kamu jalani saja!"
Astuti melihat surat perjanjian itu kembali dan meneteskan air mata, karena tidak ada keadilan untuk Bella nantinya.
Surat Perjanjian.
Pada pihak kedua yaitu Bella, hanya menjadi istri kedua dan tidak akan mendapatkan apapun seperti istri pada umumnya.
Pihak pertama yaitu Kenan Dueken, boleh melakukan apapun dan pihak kedua tidak boleh menolak atau membantah.
Pernikahan ini tidak ada yang boleh mengetahuinya, karena pihak pertama tidak mau sampai ada yang tahu.
Pihak kedua akan tetap seperti sebelum menikah dengan pihak kedua, yang artinya akan tetap menjadi seorang pembantu.
.
.
Flashback off ...
Astuti langsung tersadar saat Adnan memanggil namanya dan dia langsung menjawab.
"Bibi tidak tahu mengapa semua ini terjadi pada kami," ungkap Astuti lirih.
"Bisa bibi cerita pada Adnan?" tanya Adnan dengan sangat lembut.
Astuti menceritakan semua yang terjadi padanya dan Bella, karena dia tidak tahu apa sebenarnya salah mereka sampai pria yang baik itu berbuah menjadi jahat.
Adnan merasa kasihan pada Balla, karena dia juga merasakan sakit itu. Karena, ia sudah menganggap Bella sebagai adiknya yang hilang.
"Saya akan membantu Bibi, mendapatkan alasan mengapa tuan Kenan berbuah. Bahkan, dia juga tidak seperti dulu pada saya," ucap Adnan.
Astuti juga tahu akan hal itu, sehingga mereka berdua menyusun rencana agar pria yang baik hati itu bisa kembali seperti dulu lagi.
*
*
*
Bella memakai handuk kimono dan berjalan ke luar dari kamar mandi. Setelah sampai di luar dia terkejut melihat suaminya hampir polos.
Sedangkan Kenan langsung menatap tajam ke arahnya, seperti seekor singa yang akan menerkamnya.
Bersambung.
__ADS_1