Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Bukan Untukmu Tapi Bella


__ADS_3

Heppy Reading ...


Sebelum baca, othor mau ucapkan marhaban ya Ramadhan,🙏🏻Semoga kita senantiasa di beri kesehatan ya😘Semoga kalian juga gak bosen baca karya othor🤗


Kenan sudah tiba di villanya, dan di sambut hangat oleh Miranda yang sangat merindukannya. Wanita itu tidak malu mencium Kenan di hadapan semua orang.


"Miranda, di dalam saja!" Kenan menarik tangan Miranda masuk ke dalam kamar, dan mereka duduk berhadapan di sofa.


"Aku sangat merindukanmu sayang." Miranda masuk ke dalam pelukan sang suami, dan melingkarkan tangannya di leher Kenan.


"Baru satu hari tidak bertemu bukan?" sahut Kenan sambil menatap ke arah gunung kembar kenyal milik Miranda.


"Tapi, aku sangat rindu pisang ambon mu," ucap Miranda dengan sangat manja dan menggoda.


Kenan tersenyum dan melahap telinga Miranda sehingga wanita itu menggeliat lincah, kemudian dia memegang wajah sang istri dengan sangat lembut.


"Kau sudah bersalah padaku. Kenapa memberikan obat sialan itu sampai aku lemas kali ini," ucap Kenan.


Miranda menaikkan sebelah alisnya, karena seingatnya obat itu untuk Bella bukan Kenan dan mengapa sang suami berkata seperti itu.


"Ken, aku tidak memberikannya kepadamu. Tapi, untuk Bella," jawab Miranda sambil terus mengelus dada bidang Kenan.


Kenan tersenyum dan menuruti keinginan sang istri, karena dia hanya berada di bawah dan yang bermain adalah Miranda.


*


*


*


Bella duduk sambil memberi makan ikan kesayangan Kenan yang ada di taman belakang, sambil memikirkan tentang Cantika yang mengalami kecelakaan kemarin.


"Bagaimana caranya agar aku bisa menghubungi Zaskia? Karena, aku tidak memiliki nomor ponselnya dan juga aku tidak boleh pergi dari rumah ini," ucap Bella lirih.


Gadis itu sangat memikirkan tentang Cantika yang berada di tangan Zaskia, dan dia sangat cemas karena keadaan Cantika kemarin sangat parah.


"Dor!"


Bella terkejut dan menjatuhkan semua makanan ikan, karena ulah Tia yang mengejutkannya tadi.


"Tia!" jerit Bella sambil melihat ikan yang ada di kolam makan semua makanan yang terjatuh tadi.


Tia tertawa dan memegang tangan Bella, kemudian tersenyum.


"Jangan melamun!" sahut Tia.


Bella terdiam dan kembali memikirkan tentang Cantika yang entah bagaimana nasibnya.

__ADS_1


"Bel, apa yang sedang kamu pikirkan? Katakan padaku mungkin bisa membantumu," ucap Tia.


Bella tersenyum karena memang dia membutuhkan bantuan, dan dia membisikkan sesuatu pada Tia. Sebab, dia tidak ingin sampai ada yang tahu tentang masalahnya.


Tia tersenyum dan terkekeh, karena Bella sangat mengkhawatirkan keadaan Cantika yang memang seharusnya mati.


"Sudahlah, aku mau lanjut kerja dan besok aku akan mendatangi Zaskia di rumah gadis itu." Tia bergegas pergi dari sana dengan tawanya.


"Dasar.''


Bella beranjak bangun dan merasa seperti sedang datang bulan, dan dia cepat-cepat berjalan masuk ke dalam kamarnya. Setelah sampai gadis itu langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Apa ini?" Bella terkejut melihat dia mengeluarkan flek, karena seingatnya beberapa hari lalu gadis itu baru saja datang bulan.


"Kenapa darah ini hitam? Tidak seperti biasanya?" tanya Bella pada diri sendiri, kemudian bergegas membersihkan diri.


Setelah selesai memakai pembalut, Bella kembali mengerjakan tugas mencuci baju di ruang cuci. Gadis itu bermain ponsel sambil menunggu pakaian yang di cucinya selesai.


"Ada apa, ya? Ini kok om Kenan ngirimin foto?" tanya Bella sambil membuka pesan masuk dari Kenan.


Kenan mengirim foto saat baru sampai di villa, terlihat pria itu sangat gagah walaupun di usia yang sudah tidak mudah lagi. Membuat Bella tersenyum tanpa sadar.


"Dari dulu om Kenan selalu keren. Aku sangat senang melihatnya tersenyum seperti di foto ini. Tapi, kenapa dia bersikap seperti iblis padaku?" Bella berucap dengan lirih.


Bella melanjutkan kembali pekerjaannya, dan menyesuaikan tugas. Kemudian dia mencari sang ibu yang sejak tadi tidak ada di rumah sampai saat ini.


*


*


*


Astuti kembali ke mall di mana dia bertemu dengan mantan suaminya itu, dan ia sudah bertanya-tanya pada setiap orang yang ada di sana mengenal Fajar.


"Mbak kenal sama pria ini?" Astuti memberikan Poto Fajar sewaktu masih muda, karena pria itu tidak berubah sedikitpun.


"Iya Bu, emangnya kenapa?" tanya wanita tersebut.


Hati Astuti gembira bukan main, karena dia sudah setengah hari mencari keberadaan mantan suaminya dan kali ini ada yang mengenali pria itu.


"Apa saya boleh tahu di mana dia tinggal?" tanya Astuti dengan sangat bergembira.


"Saya tidak tahu di mana dia tinggal Bu. Tapi, pria ini sering datang ke cafe ini bersama wanita muda seksi," jawab wanita tersebut.


Hati Astuti seperti di hantam benda tajam, karena sudah gagal menemukan kebenaran mantan suaminya itu.


"Bagaimana cara agar saya bisa menemui dia. Ya Mbak?" tanya Astuti lirih.

__ADS_1


"Kita tukaran nomor ponsel saja! Bu," jawab wanita itu.


Lagi-lagi hati Astuti sakit karena dia sama sekali tidak memiliki ponselnya. Namun, Bella memiliki ponsel.


"Bisa Mbak!"


Wanita tersebut memberikan nomor ponselnya, dan Astuti bergegas pergi dari sana karena sudah terlalu lama pergi dari rumah Kenan.


30 menit kemudian ...


Astuti sudah sampai di rumah dan langsung di sambut oleh anak tersayangnya. Wanita itu tersenyum dan menarik tangan Bella masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa Bu? Kenapa Ibu lama sekali perginya?" tanya Bella dengan cemas.


Astuti tersenyum dan memberikan nomor ponsel wanita tadi pada Bella, dan gadis itu menerimanya sambil menatap heran.


"Untuk apa ini Bu?" tanya Bella sambil menatap wajah sang ibu yang terlihat sangat bergembira.


"Sebenarnya ... " Astuti menceritakan semuanya pada Bella, sehingga gadis itu tersenyum bahagia.


"Artinya Bella akan terbebas Bu, dari om Kenan?" tanya Bella dengan sangat bergembira.


Astuti menganggukkan kepala dan mereka berpelukan dengan sangat haru dan bahagia, karena Bella akan segera bebas dari Kenan.


*


*


*


Zaskia berada di bengkel karena dia membawa Cantika servis. Ya, Cantika adalah motor milik Bella yang mengalami kerusakan parah setelah kecelakaan itu terjadi.


Karena merasa kasihan pada sahabatnya, Zaskia membantu dengan membawa Cantika ke bengkel untuk di perbaiki.


"Neng, udah siap nih.''


Zaskia langsung mendekati tukang bengkel itu, dan melihat motor sahabatnya sudah kembali pulih dan betapa terkejutnya dia melihat bil pembayaran.


"Astaga! Kenapa mahal sekali pembayarannya?" ucap Zaskia sambil menggigit jarinya.


"Emang segitu Neng, karena hampir 80 persen motornya rusak," jawab tukang bengkel itu.


Zaskia tersenyum dan memberikan uang pada tukang bengkel itu, dan membawa motor Bella pergi dari sana.


"Rugi nih kalau kayak gini. Lebih baik aku jadi ojek aja biar uang tabunganku kembali lagi," ucap Zaskia.


Gadis itu bukan tidak rela membantu Bella. Namun, semua uang tabungannya habis membayar motor Bella. Karena, Zaskia hanya anak dari orang sederhana.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2