Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Jangan Dekati Dia


__ADS_3

Heppy Reading ...


Bella takut ada yang melihatnya bersama Kenan. Sebab gadis itu takut jika orang tahu hubungan mereka, maka sang suami akan menghukumnya.


"Tuan, saya takut ada yang melihat," ucap Bella dengan sangat lembut.


Kenan langsung menjauh dari Bella, karena dia juga lupa kalau di rumahnya sedang banyak orang asing. Yang sama sekali tidak mengetahui tentang pernikahannya bersama gadis itu.


"Masuk ke dalam kamar! Aku menunggumu!" Kenan bergegas pergi dari sana, dengan sangat cepat.


Bella mengatur napasnya dalam-dalam, kemudian dia berjalan dengan perlahan menuju kamarnya.


'Apa yang akan terjadi nanti. Ya, saat aku dan tuan Kenan ada di dalam? Apa kami akan melakukan hal itu lagi?' batin Bella sambil bertanya.


Gadis itu perlahan masuk ke dalam kamarnya, dan menutup kembali pintu kamar. Kemudian berjalan masuk menghampiri sang suami yang ada di bibir ranjang.


Bella duduk di bawah sambil membuka sepatu Kenan, kemudian sang suami menarik tangannya naik ke atas tempat tidur dan mereka saling menatap satu sama lainnya.


"Kau terlihat gemuk, apa yang selama ini kau makan?" tanya Kenan dengan sangat lembut.


Bella merasa heran, karena Kenan bersikap manis padanya. Padahal, biasanya pria itu sangat kejam dan tidak memiliki hati nurani.


'Ada apa dengan tuan Kenan? Kenapa dia sangat manis padaku?' batin Bella penuh tanya.


Kenan memegang tangan Bella, karena gadis itu hanya diam dan tidak menjawab ucapnya. Kemudian mereka saling menatap.


"Nanti malam aku akan datang lagi, kau jangan menolak keinginan ku! Ingatlah satu hal lagi, aku tidak ingin kau tebar pesona nanti malam saat semua rekan bisnis ku datang!" ancam Kenan.


Bella mengangguk kepala tanda mengerti, dan Kenan mencium puncak kepalanya kemudian bergegas pergi dari sana.


Setelah kepergian Kenan, gadis itu terdiam sambil mengingat kembali perlakuan manis sang suami padanya.


"Aku sangat yakin kalau tuan Kenan memiliki maksud lain. Karena, tidak mungkin dia bersikap manis padaku, yang biasanya selalu kejam. Tapi, kali ini dia berbeda?" tanya Bella pada diri sendiri.


Ada rasa bahagia terbesit dalam pikirannya, karena Kenan bersikap manis tadi. Namun, dia langsung membuang pikiran itu jauh-jauh yang hanya menyakiti hati dan perasaannya.


'Aku tidak boleh berpikir seperti tadi,' batin Bella, yang mengingatkan dirinya kembali.


*


*


*

__ADS_1


Miranda sudah menyusun rencana yang akan di laksanakan nanti malam bersama Sari, kini gadis itu tengah memijat kaki sang majikan.


"Nyonya, aku sangat kesal pada mereka berdua saat Nyonya tidak ada di sini. Mereka bersikap seolah-olah adalah tuan rumah ini," keluh Sari pada sang majikan.


Miranda tersenyum simpul, kemudian tertawa karena rencana yang akan di jalankan pasti berjalan lancar.


"Kau tenang saja! Selama aku masih di sini, kau akan aman dan aku akan memberikan meraka pelajaran malam ini," ucap Miranda dengan sangat bersungguh-sungguh.


Sari tersenyum, karena rencananya membuat Miranda semakin membenci Bella dan Tia kian berhasil.


'Lihat saja kalian, akan aku habiskan melalui Nyonya Miranda. Bahkan, aku juga akan menjadi Nyonya di sini,' batin Sari licik.


Sari dan Miranda terus bercerita tentang rencana mereka yang harus berjalan lancar. Sebab, wanita itu tidak mau sampai sang suami semakin menyukai madunya.


'Bella kau adalah gadis malang, yang masuk ke dalam kandang macan,' batin Miranda licik.


Wanita itu sangat kesal pada sang madu. Sebab, selama berlibur bersama Kenan. Pria itu terus saja memikirkan istri keduanya, tidak peduli ada dia yang cemburu akan sikap suaminya.


*


*


*


Kenan bersiap-siap bersama Miranda, mereka berdua terlihat sangat serasi dengan balutan busa mewah itu.


"Sayang, setelah pesta ini. Janjimu akan kau tepati bukan?" tanya Miranda.


Entah janji apa yang di maksudkan oleh Miranda, sehingga Kenan tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Kau jangan takut! Aku akan selalu menepati janjiku padamu. Karena, kau adalah yang terutama bagku," ucap Kenan.


Miranda sangat bahagia mendengar jawaban dari Kenan, dan mereka berdua langsung bergegas pergi menuju ruang tamu. Karena, tamu undangan akan segera tiba.


Sesampainya di sana, mata Kenan terbuka dengan lebar saat melihat gadis yang tengah menyusun minuman terlihat sangat cantik.


Padahal, Bella hanya mengunakan baju pelayan yang di berikan oleh Miranda padanya tadi.


'Dia melanggar janji lagi. Menggunakan baju yang akan membuat semua pria terpana!' geram Kenan dalam hatinya.


Entah cemburu atau memang sifatnya yang seperti itu pada Bella. Padahal, gadis itu memakai baju yang sopan sama seperti pelayan yang lain.


"Sayang, ayo kita sambut rekan bisnismu." Miranda menarik tangan Kenan, berjalan menuju luar dan menyambut semua rekan bisnisnya yang datang.

__ADS_1


Bella masuk ke dalam dapur. Sebab, dirinya sangat lelah. Entah mengapa dia juga tidak tahu. Padahal, gadis itu tidak mengerjakan hal yang berat.


"Aku lihat tadi ... Tuan Kenan dan nyonya Miranda, terlihat sangat serasi seperti biasanya. Sedangkan aku ... " Bella tidak meneruskan ucapannya, karena hatinya sangat sakit mengingat kembali kejadian tadi.


Salahkah dia menginginkan hal yang sama, seperti apa yang di rasakan oleh Miranda? Karena, Bella juga istri sah Kenan.


Saat tengah melamun dan bersedih, Bella di kejutkan oleh kedatangan Tia dengan tiba-tiba seperti jelangkung.


"Astaga Tia! Kamu mengagetkan aku saja!" Bella mengelus dadanya, karena dia sangat terkejut melihat Tia datang dengan tiba-tiba.


Tia tertawa, kemudian duduk di samping sang sahabat dan memeluk gadis itu. Sebab, dia sudah tahu apa yang tengah di pikirkan sahabatnya.


"Bel, jangan di pikiran lagi! Biarkan mereka bahagia di atas penderitaan mu. Percaya bahwa kamu juga akan bahagia suatu hari nanti," ucap Tia dengan sangat lembut.


Gadis itu tersenyum dan berkata, "Aku akan selalu mendengarkan ucapan mu."


Mereka kembali melanjutkan tugas membawa minuman untuk tamu Kenan, saat Bella tengah berjalan seorang diri. Beno datang dan menghalangi jalannya.


"Tunggu dulu!" Beno berdiri tepat di hadapan gadis itu, sehingga Bella merasa takut pada asisten sang suami.


'Tuhan, lindungilah aku dari pria itu,' batin Bella.


Beno tersenyum dan memegang tangan Bella, yang masih memegang nampan. Membuat gadis itu terkejut dan refleks mundur.


"Jangan takut! Aku ini pria baik-baik," ucap Beno dengan sangat lembut.


Tanpa disadari oleh Bella, ternyata Kenan sejak tadi melihat apa yang terjadi dan semakin kesal pada gadis itu.


"Dasar murahan! Bisa-bisanya dia mau saja di pegang seperti itu!" geram Kenan sambil berjalan menghampiri mereka.


"Beno!" seru Kenan.


Beno langsung diam dan menatap wajah Kenan, yang terlihat sangat marah padanya.


"Iya Tuan," jawab Beno dengan sangat lembut.


Kenan tersenyum simpul, kemudian melirik Bella dengan acuh.


"Jangan kau dekati dia!" ancam Kenan.


Beno terdiam, mengapa sang majikan mengancamnya jangan mendekati pelayan sang majikan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2