
Hasrul tersenyum, kemudian dia memberikan suntikan agar kandungan Bella kuat dan rentan dari keguguran.
"Besok juga sudah boleh pulang," jawab Hasrul dengan sangat lembut, kemudian dia mengeluarkan kotak kecil dari saku bajunya.
Kemudian memberikannya pada Bella, karena dia sangat senang bisa bertemu dengan anak dari sahabat lamanya.
"Ini apa Dokter?" tanya Bella sambil memegang kotak kecil itu.
Hasrul tersenyum sambil menatap ke arah Fajar yang juga tersenyum padanya, kemudian dia membuka kota itu.
Bella Sanga terkejut melihat isinya, karena pria itu memberikannya sebuah kalung emas yang berukirkan namanya.
"Dari mana Dokter tahu, nama saya?" tanya Bella saat melihat betapa cantiknya kalung emas tersebut.
Hasrul tersenyum sambil menunjuk ke arah Fajar kemudian mereka bertiga tertawa bersama.
"Aku sangat senang bisa bertemu denganmu. Biar aku memakaikan kalung itu," ucap Hasrul dengan sangat lembut.
Bella menganggukkan kepalanya, karena dia tidak enak kalau menolak keinginan dari sahabat sang anak. Sebab, ia juga menganggap pria itu sebagai ayahnya.
Fajar sangat bahagia melihat sang anak dekat dengan sahabatnya, yang sudah di anggap sebagai adiknya.
"Sangat cantik sekali," ucap Hasrul, yang sangat mengagumi keindahan kalung yang menjadi satu dengan kecantikan Bella.
Bella terdiam, karena dia juga memiliki kalung dari Adama. Namun, gadis itu tidak memakainya karena ia akan teringat pada cinta yang sudah gugur bersama sang kekasih.
Hasrul dan Fajar tertawa bersama saat menceritakan tentang masa lalu mereka, sewaktu sama-sama masih lajang dan belum menikah.
Sedangkan Astuti, masih nyenyak di dalam pangkuan Fajar dan tidak mendengar pembicaraan mereka sedikitpun.
__ADS_1
Bella memejamkan mata dan tertidur pulas, sebelum dia tertidur. Gadis itu sempat memikirkan tentang Kenan yang tiada kabar sedikitpun, membuatnya cemas. Walaupun pria itu sangat kasar padanya.
.
.
.
Zaskia duduk termenung sambil menggoyangkan kakinya, di dalam air kolam renang. Tiba-tiba saja ada yang mendorongnya dan ia terjatuh ke dalam.
"Aaahhh!" jerit Zaskia.
Tia tertawa lepas, karena dia sengaja membuat gadis itu terjatuh. Sebab, Zaskia pandai berenang.
"Dasar wanita somplak!" teriak Zaskia sambil berenang ke tepian.
"Astaga! Kau membuatku sakit perut," kekeh Tia sambil memegang perutnya.
"Kia, sana ganti baju dulu. Entar kamu masuk angin," ucap Tia dengan sangat lembut.
Zaskia menatap tajam ke arah Tia, kemudian dia meneteskan air matanya dengan deras, membuat Tia terkejut.
"Astaga! Zaskia, aku tidak bermaksud membuat mu bersedih, tadi aku hanya iseng membuat mu terjatuh," ucap Tia sambil membuat Zaskia bangun.
Zaskia semakin terisak-isak, membuat Tia bingung dan membawa gadis itu masuk ke dalam kamarnya.
Sesampainya di dalam kamar, Zaskia langsung berganti baju kemudian duduk bersama Tia di bibir ranjang.
"Aku menangis bukan karena tadi. Tapi ... " Zaskia tidak meneruskan ucapannya, karena dia sangat sedih menceritakan tentangnya.
__ADS_1
Tia memegang tangan gadis itu dan tersenyum, agar sang sahabat bisa menceritakan semua padanya.
"Sebenarnya ... " Zaskia menceritakan semua pada Tia, saat dia bertemu Kendra di tempatnya berlibur dan dia merasa bingung harus seperti apa.
Karena, sejujurnya dia sama sekali tidak mengingatkan pernikahan itu terjadi.
"Zaskia, kita selesaikan bersama. Ya," ucap Tia dengan sangat lembut, kemudian memeluk Zaskia dengan lembut.
Tiba-tiba saja, Zaskia mengelap ingus nya ke baju Tia, membuat gadis itu terkejut dan menghempaskan tubuh Zaskia.
"Dasar juminten!" teriak Tia, karena dia sangat kesal, bajunya sudah ternoda oleh ingus Zaskia.
"Maaf, namanya juga lagi sedih," ucap Zaskia sambil mendekati Tia dan duduk di samping gadis itu.
Kemudian mereka berdua kembali menceritakan semuanya kisah mereka masing-masing.
Zaskia sangat terkejut, mendengar Tia ternyata sudah gagal menikah hanya karena dia orang miskin.
Tanpa disadari oleh mereka, ternyata Siska sejak tadi terus-menerus menatap mereka dengan sangat bahagia. Sebab, ia sangat mengagumi gadis itu yang memiliki sifat bijak.
"Aku sangat senang bisa mengenalnya, karena Tia membuatku bisa memecahkan masalah sebesar kemarin," ucap Siska dengan Sangat girang.
Siska berjalan dengan perlahan karena dia takut kedua gadis itu tahu, kalau dirinya sedang memperhatikan mereka dari kejatuhan.
"Untungnya mereka tidak melihat aku," ucap Siska sambil terus berjalan, karena dia takut kalau Zaskia melihatnya atau Tia.
Gadis itu mengentikan langkahnya di depan rumah, dan duduk di sofa sambil menatap ke arah langit-langit cerah.
'Tuhan, semoga saja ayah tidak akan membunuhnya. Kalau sampai itu terjadi, maka aku akan pergi jauh, bila perlu tidak usah kembali,' batin Siska.
__ADS_1
Siska berdoa agar sang ayah tidak membuat kekasih hatinya terluka sedikitpun, walaupun dia harus menanggung beban seorang diri.
Bersambung