
Sontak semua orang yang ada di sana sangat terkejut mengetahui bahwa Bella tengah mengandung.
"Bella hamil Tia?" tanya Zaskia dengan sangat terkejut.
Tia menganggukkan kepalanya dan memberikan pesan dari Adnan tadi, membuat semua yang ada di sana mulai menyusun rencana mereka.
'Anakku ada di tangan Kanan, aku takut dia akan semakin membuat Bella tersiksa kalau mengetahui Bella itu adalah anakku,' batin Fajar.
Pria itu sangat menyesali perbuatannya, karena sang anak selama ini ada bersama sang musuh.
"Kalau begitu saya permisi dulu, takut tuan Kenan pulang saya tidak ada di rumah dan dia mencurigai saya," ucap Tia.
"Baik, terimakasih atas semuanya dan katakan pada istriku aku menunggunya," pesan Fajar dan Tia menganggukkan kepalanya kemudian pergi dari sana.
Hati Zaskia sakit mendengar Fajar menunggu sang istri, karena gadis itu sangat mengaguminya.
'Ternyata Mas Fajar adalah ayah Bella, dan masih mencintai bibi Astuti. Padahal, aku sangat menyukainya,' batin Zaskia lirih.
Zaskia bergegas pergi dari sana dan mengerjakan tugasnya, sebagai kepala pelayan di sana.
Saat dia tengah melamun, datanglah Tiyo yang memeluknya dari belakang dan membuatnya terkejut.
"Dasar adik duralek!" celetuk Zaskia.
Tiyo tertawa dan mencubit hidung mancung sang kakak, kemudian dia membawa Zaskia duduk di bangku dekat kolam renang.
"Apa ada masalah?" tanya Tiyo dengan sangat penasaran.
__ADS_1
Zaskia menganggukkan kepalanya, dan menceritakan semua yang terjadi pada Bella membuat pria itu terkejut dan sangat tidak percaya.
"Aku akan membantu semuanya, karena aku tidak tega melihat Bella seperti itu," ucap Tiyo dengan sangat lembut, dan Zaskia tersenyum karena adiknya akan membantu rencana mereka.
.
.
.
Tia baru saja sampai di rumah, dan langsung mencari keberadaan Astuti. Kemudian melihat wanita itu tengah memasak, dan langsung menariknya masuk ke dalam kamar.
"Ada apa, Ndok?" tanya Astuti sambil mengikuti langkah Tia.
Tia mengunci pintu dan duduk bersama wanita itu di ranjangnya, kemudian membisikkan sesuatu.
"Tia, bagaimana ini? Bella hamil, apa yang harus kita lakukan?" tanya Astuti dengan sangat bingung.
Tia membisikkan rencana yang sudah di rencanakan bersama Fajar tadi, dam mereka berdua tersenyum.
"Baik, kita jalankan rencana itu," ucap Astuti dengan sangat antusias.
Bagaimana dia tidak bahagia, mendengar sang anak akan segera terbebas dari Kenan dan hidup bahagia.
'Terimakasih Tuhan, anakku akan segera terbebas dan bahagia,' batin Astuti girang.
"Bibi, tadi tuan Fajar mengatakan dia menunggu mu," ucap Tia, karena tadi dia lupa akan pesan Fajar.
__ADS_1
Astuti sangat bergembira dan menganggukkan kepala, kemudian memikirkan bagaimana cara agar bisa bertemu sang suami. Tanpa sepengetahuan siapapun termaksud anak buah Kenan.
.
.
.
Kenan merasa sangat bosan menunggu Bella sadar, karena gadis itu sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan sadar.
"Bella, ayolah sadar kita pulang," ucap Kenan sambil memegang tangan gadis itu.
Bella perlahan membuka matanya, dan melihat Kenan ada di hadapannya. Membuat Kenan tersenyum simpul.
"Kau sudah sadar, mari kita pulang," ucap Kenan dengan sangat lembut, karena ada rencana yang di susun untuk di rumah nanti.
"Iya," jawab Bella pelan.
Gadis itu merasa akan ada bencana yang akan terjadi sesampainya di rumah nanti. Namun, dia sama sekali tidak takut dan meriam semuanya nanti.
"Aku panggilkan Adnan dulu!" Kenan bergegas pergi dari sana, memanggil Adnan untuk memeriksa keadaan Bella.
Bella takut. Namun, dia sama sekali tidak mengkhawatirkan keadaanya sendiri apa yang akan terjadi nantinya.
'Tuhan, selamatkan aku dan anakku, dari tuan Kenan,' batin Bella lirih.
BERSAMBUNG....
__ADS_1