
Kemudian dia berpikir kalau saja dia tidak melihat Kendra, mungkin Bella sudah di bawa masuk oleh pria itu dan di mainkan..
Memikirkan hal itu dia bergidik negri, karena sang sahabat sudah memiliki suami. Apa jadinya kalau hal itu terjadi, akan ada pertarungan besar nantinya.
Bella terbangun saat mendengar ponselnya berdering, dan menerima panggilan masuk dari Kenan.
Kenan: Halo Bella, apa kamu sudah makan malam?
Bella membuka mata dan melihat wajah Kenan dari ponselnya, dan tersenyum.
Bella: Iya Tuan, saya sudah makan dan minum alkohol!
Kenan membuka mata lebar-lebar, saat Bella berucap sudah meminum alkohol.
Kenan: Apa yang kami bicarakan?
Bella tertawa karena pengaruh obat itu masih ada padanya, dan melihat tampannya wajah Kenan membuatnya terpanah.
Bella: Tuan, Anda sangat tampan dan mempesona. Bahkan terlihat sangat ***-sy!
Kenan langsung memutuskan sambungan teleponnya, karena dia ingin menghubungi Tia untuk memastikan keadaan Bella.
Namun, sayangnya Tia tidak menjawab panggilan telepon darinya. Sehingga dia meminta bantuan dari Mang Asep.
Kenan: Jadi yang Mang tahu seperti itu?
Mang Asep: Iya Tuan, selebihnya hanya Tia yang tahu.
Kenan memutuskan sambungan teleponnya, kemudian berpikir. Mengapa ada saja masalah saat dirinya pergi jauh dari Bella, hal itu membuatnya tidak tenang berjauhan dengan sang istri.
"Sial!" teriak Kenan.
Miranda melihat Kenan kesal langsung tersenyum, karena dia adalah biang semua permasalahan yang datang.
"Lihat saja nanti Ken, aku akan membuatmu terpisah dari sih pelakor sialan itu! Beraninya dia mengambil mu. Padahal, gadis itu tahu kamu hanya milikku!" geram Miranda sambil terus menatap ke arah Kenan.
Wanita itu bergegas pergi dari sana dan masuk ke dalam kamar, kemudian menelpon Kendra melalui panggil video.
Miranda: Ken, apa kau mabuk?
Miranda sangat terkejut melihat keadaan Kendra yang sangat acak-acakan, dan juga adanya benjolan di kepala pria itu.
Kendra: Astaga Miranda! Eh, salah maksudnya Kak Miranda.
Kendra sudah berbicara dengan sangat ngelantur, karena sisa obat yang tadi masih ada di dalam tubuhnya.
Miranda: Sudah aku pastikan semua gagal! Tidak becus!
__ADS_1
Miranda langsung memutuskan sambungan teleponnya, membuat Kendra terkejut dan tidur kembali.
Sedangkan Miranda sangat kesal, karena Kendra sama sekali tidak becus mengurus masalah sepele yang di berikan.
"Sepertinya aku harus sabar, menunggu kedatangan bencana untuk Bella beberapa bulan lagi. Karena, aku sangat yakin dia akan di tendang dari rumah," ucap Miranda dengan licik.
Wanita itu sudah menyusun rencana dari beberapa bulan lalu, dan sekarang sudah berjalan hanya tinggal memetik hasil saja.
.
.
.
Entah mengapa malam ini Zaskia ingin keluyuran, untuk menenangkan pikiran yang sudah semakin larut dalam kesedihan.
Gadis itu berjalan dengan perlahan menyusuri jalan yang sangat ramai pengendara berlalu lalang.
"Astaga! Aku melupakan Cantika tadi, sudahlah biar saja. Saat ini hatiku sedang gelisah karena sudah beberapa minggu tidak bekerja ... sejak aku di pecat dari restoran," ucap Zaskia lirih.
Gadis itu sangat menyesali perbuatannya, dan kehilangan pekerjaan hanya karena tertidur di jam kerja. Sekarang Zaskia menganggur tidak memiliki uang.
"Ya ampun, harus ke mana lagi aku mencari pekerjaan?" tanya Zaskia lirih.
Saat tengah berjalan, tiba-tiba saja ada mobil yang berhenti tepat di hadapannya. Membuatnya terkejut sambil membuka mulut lebar-lebar.
Fajar tersenyum kepada Zaskia, dan langsung menghampiri gadis itu. Sebab, tadi dia melihat seorang wanita berjalan seorang diri seperti OGDJ.
"Kamu mau ke mana?" tanya Fajar dengan sangat lembut, membuat Zaskia seakan berhenti bernafas.
"Zaskia," panggil Fajar karena gadis itu hanya diam saja.
"Iya, sugar deddy!" Zaskia langsung menutup mulut menggunakan kedua tangannya, karena sudah asal bicara pada fajar.
Pria itu tersenyum dan menarik tangan Zaskia masuk ke dalam mobilnya, karena dia ingin mengajak gadis itu berbicara.
Zaskia hanya diam sambil terus mantap kagum pada makhluk ciptaan Tuhan, yang tertampan itu.
"Kamu memiliki masalah?" tanya Fajar dengan sangat lembut.
Zaskia menganggukkan kepala, karena dia sudah tidak bisa menahan permasalahan yang di alami seorang diri.
"Sebenarnya ... " Zaskia menceritakan semua pada Fajar dari dirinya di pecat, dan harus membayar tagihan motor sahabatnya, sampai uang tabungannya habis.
Fajar tersenyum dan berkata, "Bekerja di rumah saja!"
Zaskia tersenyum lebar, karena berpikir kalau dia bekerja di rumah Fajar. Maka dia akan setiap hari bertemu dengan sugar deddy nya bukan?
__ADS_1
"Saya mau bangat Om," jawab Zaskia dengan sangat cepat.
"Kalau begitu, mulai besok datang saja ke alam rumah saya ini." Fajar memberikan alamat rumah pada Zaskia.
Gadis itu sangat bahagia mendengarkan kalau dia besok sudah bekerja di rumah sugar deddy nya.
'Ya ampun, apa aku ada mimpi kemarin?' batin Zaskia sambil berpikir.
Fajar mengantarkan Zaskia pulang, karena dia takut seorang gadis malam-malam berjalan seorang diri.
Setelah sampai Zaskia langsung turun dan masuk ke dalam, sedangkan Fajar langsung pulang meninggalkan Zaskia.
Gadis itu masuk ke dalam rumah dan berjari-nari seperti orang India, karena hatinya saat ini tengah berbunga-bunga.
"Ya ampun, sugar deddy! Apakah kita akan Setiap hari bertemu setiap hari?" tanya Zaskia pada diri sendiri dengan sangat bergembira.
Gadis itu langsung menyusun barang-barang untuk keperluan besok, karena dia sudah tidak tahan menuggu hari esok.
.
.
.
Bella membuka mata, karena Tia yang membangunkannya dan memberikannya segera air lemon hangat.
"Asam sekali Tia," keluh Bella saat meminum air yang di berikan oleh Tia padanya.
Tia langsung memberikan ponsel yang memperlihatkan pesan dari Kenan.
'Benarkah tuan Kenan perhatian padaku?' batin Bella sambil bertanya-tanya.
Bella tidak percaya mengapa dia Minggu ini berubah padanya, menjadi penyayang dan sabar. Bahkan, pria itu sudah tidak pernah menghukumnya lagi.
"Sudahlah, aku mau tidur dulu. Hari sudah malam!" Tia bergegas pergi dari sana, karena dia ingin beristirahat.
Sedangkan Bella hanya diam sambil menatap kepergian sang sahabat dari dalam kamarnya, kemudian berpikir kenapa Kendra sangat licik menjebaknya tadi.
"Ternyata dia sangat licik, mempermainkan perasaanku sudah mempercayainya," ucap Bella lirih.
Gadis itu kembali merindukan dirinya yang sudah mulai pulih, kemudian bernafas lega karena bukan dirinya yang di bawa oleh Kendra.
Kalau sampai hal itu terjadi, dia sudah tidak bisa membayangkan bagaimana nasib dirinya selanjutnya.
Tanpa disadari oleh Bella, ternyata Sari sejak tadi menguping pembicaraan mereka dan merekamnya. Sebab, rekaman itu akan di kirim kepada Miranda.
"Bersenang-senang saja, kalian akan merasakan apa itu kekejaman yang sesungguhnya, kalau sampai rekaman ini ada pada nyonya Miranda!" geram Sari sambil bergegas pergi dari sana.
__ADS_1
Bersambung