Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Siapa Yang Akan Kau Usir?


__ADS_3

Happy reading......


Padahal, hanya misi itu yang akan membuat Kenan bisa luluh pada Bella, dan gadis itu sama sekali tidak memiliki keberanian sedikitpun menjalankannya.


"Pokoknya elo harus menjalankan misi itu," ucap Zaskia dengan berbisik pada Bella.


Bella hanya menganggukkan kepala, karena sejujurnya dia tidak berani dan tidak mau menjalankan misi itu. Sebab, akan percuma saja.


"Ya udah, gue balik dulu. Cantika sama gue dulu," ucap Zaskia dengan lembut.


"Iya," jawab Bella.


Zaskia langsung mengemudikan motor dengan kecepatan sedang, ke luar dari rumah Kenan.


*


*


*


Tia berjalan menuju kamar Kendra dan mengetuk pintu kamar tersebut, tak berselang lama akhirnya pintu di buka.


"Permisi Tuan, ini pesanan Anda tadi," ucap Tia sambil memberikan kantung belanjaan tadi.


Kendra tersenyum dan mengambil kantung tersebut kemudian, membukanya dan tersenyum karena Tia sudah berhasil membeli kain segitiga untuknya.


"Terimakasih, kau boleh pergi dari sini!" ucap Kendra dengan ketus.


Tia langsung pergi dari sana dengan sangat kesal, karena Kendra bersikap angkuh padanya.


'Dasar pria kutub!' geram Tia dalam hatinya.


*


*


*


Siska sedang menonton film romantis seorang diri, karena gadis itu tidak memiliki teman. Karena profesinya sebagai seorang wanita malam.


Fajar menghampiri sang anak, karena rencana mereka belum sepenuhnya berhasil untuk membuat Kenan menderita.


"Siska, ayah minta kamu segera menjalankan misi itu sampai selesai. Karena ayah tidak bisa melihat pria itu bahagia, walaupun hanya sedikit saja!" Pinta Fajar pada sang anak.


Siska langsung menghampiri sang ayah, kemudian duduk di sampai ayahnya dan memegang tangan pria paruh baya itu.


"Ayah tenang saja! Aku akan segera menjalankan misi itu sampai selesai," janji Siska pada sang ayah.


Fajar tersenyum, dia sangat bahagia anaknya mau melakukan apa saja hanya untuk membalaskan dendamnya pada orang yang sangat di bencinya.


"Kamu adalah anak yang sangat ayah sayang," ucap Fajar dengan sangat lembut.


Siska memeluk sang ayah, kemudian berpikir bagaimana caranya agar misinya kali ini berhasil. Sebab, banyaknya misi yang gagal karena hatinya.

__ADS_1


Ya, Siska selalu bermain hati pada musuh-musuh sang ayah sehingga misi itu gagal. Sampai dia kehilangan kesuciannya hanya karena mencintai musuh ayahnya.


'Tuhan di mana ibu? Aku sangat merindukan dia,' batin Siska lirih.


Siska merindukan sosok ibunya, karena sang ayah tidak akan berhenti menyuruhnya menjalankan semua Misi hanya untuk kepentingan pribadi ayahnya. Padahal, gadis itu sudah tidak sanggup menjalankan semua.


*


*


*


Kenan baru saja sampai di kantor, karena Beno mengatakan ada sedikit masalah yang sangat fatal untuk perusahaan mereka.


Kini pria itu ada di dalam ruangan kerja sambil melihat permasalahan itu, dan dia mengepalkan tangannya.


"Sialan pria busuk murahan itu! Cari mereka sampai dapat!" seru Kenan.


Semua anak buahnya langsung bergegas pergi mencari keberadaan musuh bebuyutan Kenan, yang sudah merusak perusahaan sang konglomerat dengan halus.


"Tuan, sepertinya dia itu sangat licik, mempermainkan kita seperti ini," ucap Beno pelan.


Kenan terdiam, karena dia juga berpikir seperti itu. Sebab, selama ini pria yang sangat di bencinya tidak pernah berhasil membuatnya menderita atau gagal seperti saat ini.


'Sial, aku sudah kecolongan!' geram Kenan dalam hatinya.


Beno menatap wajah Kenan, dia ingin menanyakan tentang wanita malam yang ada di rumah sang-bos. Namun, ia takut pria itu akan marah padanya.


"Tuan, bolehkah saya bertanya?" tanya Beno dengan sangat hati-hati, takut Kenan akan marah padanya.


"Sebenarnya ... " Beno menceritakan semua pada Kenan kalau dia malam jamuan waktu itu, pernah melihat wanita malam yang sedang naik daun.


'Sial wanita murahan itu membuat aku malu saja!' geram Kenan dalam hatinya.


Kenan terdiam sambil memikirkan cara bagaimana mengalihkan pembicaraan mereka, agar dia tidak terlalu malu karena Bella.


"Aku tidak mengenalnya, apa kau yakin dia ada di rumah ku?" tanya Kenan balik, agar Beno tidak mencurigainya.


Beno menganggukkan kepala. Namun, dia juga kurang yakin kalau wanita yang ada di rumah Kenan adalah wanita malam itu.


"Aku masih kurang yakin," jawab Beno, membuat Kenan bernafas lega.


Mereka kembali menceritakan rencana untuk memulihkan perusahaan yang sedang di landa bencana.


*


*


*


Kendra merasa sangat lapar karena sejak pagi belum memakan apapun, dan kini ia berjalan menuju dapur untuk mencari makanan.


Sesampainya di dapur, dia bertemu dengan Tia yang sedang membuat bubur ayam untuk Bella yang tidak bernafsu makan.

__ADS_1


"Enak sekali aromanya," ucap Kendra, membuat Tia terkejut dan langsung menoleh.


Gadis itu diam dan melanjutkan kembali pekerjaannya, kemudian Kendra menghampirinya sambil menatap bubur yang tengah di buatnya.


"Boleh aku makan?" tanya Kendra dengan sangat lembut sambil memegang perutnya.


Tia hanya diam saja, sambil terus menyelesaikan pekerjaan. Sedangkan Kendra tetap memperhatikan gadis itu.


"Ini untuk mu, kalau yang ini aku buatkan khusus untuk Bella karena dia sedang sakit." Tia memberikan semangkuk bubur ayam, kemudian bergegas pergi dari sana.


Kendra tidak memperdulikan kepentingan Tia, dan langsung menyantap bubur ayam yang sangat menggugah seleranya.


"Wah, ternyata gadis itu pandai juga memasak," gumam Kendra sambil terus menyantap makanannya.


*


*


*


Tia masuk ke dalam kamar Bella, dan menghampiri sang sahabat yang tengah terbaring lema di kasur. Kemudian meletakkan makanan yang di bawa ke meja.


"Bella, ayo makan dulu," ucap Tia dengan sangat lembut.


Bella bangun dengan keadaan lemas, dan memeluk Tia dengan erat karena sangat baik padanya.


"Terimakasih Tia, kamu adalah sahabat sekaligus kakak yang sangat baik padaku," ucap Bella dengan lirih.


Tia tersenyum dan melepaskan pelukannya, kemudian menatap wajah Bella dan menyuapi gadis itu bubur ayam buatannya.


"Euum, ini enak sekali Tia," gumam Bella sambil terus memakan bubur buatan Tia.


Tia tersenyum dan berkata, "Baguslah kalau kamu menyukainya, karena aku tadi mencoba membuat resep baru."


Bella terus menyantap bubur ayam tersebut sampai habis tak bersisa. Bahkan, dia ingin tambah lagi dan sayangnya buburnya sudah habis.


"Jangan bersedih! Besok aku akan membuatkannya lagi untuk mu," janji Tia pada Bella.


Bella tersenyum dan berkata, "Kamu adalah sahabat terbaikku."


Mereka berdua berpelukan. Tanpa disadari oleh kedua wanita itu ternyata Sari sejak tadi menguping pembicaraan Bella dan Tia.


"Dasar wanita-wanita sialan," ucap Sari sambil bergegas pergi dari sana.


Gadis itu berjalan ke halaman belakang, kemudian duduk di bibir kolam sambil memikirkan cara bagaimana dia bisa menjadi Nyonya di rumah Kenan Dueken.


'Sepertinya aku harus mengambil langkah lagi, karena kalau bersekongkol dengan nyonya Miranda, akan lama sekali berhasilnya,' batin Sari licik.


Gadis itu tersenyum karena sudah mendapatkan ide agar dia bisa segera menjadi nyonya, di rumah Kenan dan mengusir Tia dan Bella dari rumah ini.


"Kalian akan aku tendang dari rumah ini," ucap Sari tanpa sadar, dan tertawa lepas.


"Siapa yang akan kau usir?!"

__ADS_1


Sari langsung menoleh, dan membuka mulut lebar-lebar melihat siapa yang ada di belakangnya.


Bersambung.


__ADS_2