Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Siapa Pria Itu?


__ADS_3

Tia tidak sanggup, sehingga dia Memili untuk pergi dari sana, karena rasa sakit yang dulu ada kini datang menghampirinya lagi, saat melihat pria yang sudah membuatnya menahan malu.


Tia menangis tersedu-sedu di bangku tunggu pasien, dan Beno menghampiri gadis itu karena dia yakin kalau itu adalah Tia.


Dengan perlahan dia duduk di samping Tia, dan menatap wajah gadis itu dengan sangat dalam.


"Kau benar-benar Tia," ucap Beno dengan sangat lembut.


Tia langsung menoleh dan menampar pipi pria itu dengan sangat kuat, sehingga Beno langsung bangun.


"Kau pria brengsek! Pergi dari hadapan ku!" seru Tia sambil beranjak bangun, dan menatap wajah pria yang selama ini masih ada di dalam hatinya.


"Tia, maafkan aku," ucap Beno dengan sangat lirih.


Pria itu sangat menyesali perbuatannya dulu, yang meninggalkan Tia di hari pernikahan mereka hanya karena gadis itu miskin dan tidak memiliki apapun.


Tia Semakin terisak-isak mengingat masa lalu itu, dan dia memukuli tubuh Beno kemudian pria itu memeluknya dengan erat sehingga dia terdiam.


"Kau adalah pria bajingan!" teriak Tia yang berada di dalam pelukan Beno.


"Maafkan aku Tia, semua itu aku lakukan karena kesalahan ku," ucap Beno dengan lirih.


Tia diam tidak menjawab ucapan Beno, dan dia semakin terisak-isak di dalam pelukan pria itu yang sangat di rindukan.


Tanpa disadari oleh mereka, ternyata sejak tadi Zaskia menguping dan membuka mata lebar-lebar.


"Ya ampun, ternyata itu adalah pria brengsek yang di ceritakan oleh Tia waktu itu," ucap Zaskia sambil menutup mulutnya.


Gadis itu bergegas pergi sebelum kehadirannya di ketahui oleh mereka berdua, dan dia kembali ke ruangan Kanan.


Matanya sangat kesal melihat Bellla yang tidak berhenti menangisi mayat. Ya, Zaskia menganggap Kenan sudah meninggal sebab itu dia menyebut Kenan sebagai mayat.


'Ya ampun Bella, masih saja menangis untuk manusia yang sudah mati,' batin Zaskia dalam hatinya.


Kendra heran melihat Beno dan Tia pergi tadi, dan berpikir kalau mereka berdua saling kenal. Namun, sepertinya juga memiliki dendam di masa lalu.


"Zaskia, apa Beno dan Tia ada hubungan?" tanya Kendra, karena dia sangat penasaran ada apa dengan sang asisten Kenan.


Zaskia menghampiri Kendra dan membisikan apa yang di dengar dan lihat tadi, karena dia tidak mau sampai Bella mendengarkannya.


Kendra sangat terkejut, karena setahunya Beni tidak memiliki pasangan selama bekerja sama dengan Kenan.


"Yang benar semua itu?" tanya Kendra karena dia takut salah mendengar ucapan Zaskia tadi.


Gadis itu menganggukkan kepalanya kemudian menatap ke arah Bella, terlihat gadis itu diam dan berhenti menangis sehingga Zaskia curiga.


"Bel, kenapa berhenti menangis?" tanya Zaskia sambil mendekati sang sahabat.


"Kia, panggil dokter! Tuan Kenan mengerakkan tangannya!" ucap Bella dengan sangat antusias.


Kendra langsung menghampiri sang kakak, dan melihat pria itu mulai membuka mata sehingga dia langsung berlari memanggil dokter.


"Dokter!" teriak Kendra.


Bella langsung memeluk Kenan dengan erat dan menangis tersedu-sedu, dan pria itu langsung tersenyum karena bisa melihat sang istri.


"Bel, Bella," ucap Kenan dengan sangat lembut.


"Iya Tuan, saya ada di sini" jawab Bella dengan sangat lembut dan melepaskan pelukannya.


Zaskia terharu dan menangis melihat mayat bisa hidup kembali, walaupun Kenan belum meninggal tetap saja gadis itu menganggapnya sebagai mayat.


"Aku mau minum," ucap Kenan dengan nada bergetar dan Bella langsung memberikan air pada sang suami.


Setelah Kenan minum, Dokter datang bersama dengan Kendra yang memanggilnya tadi.


"Baguslah Anda sudah sadar," ucap Dokter tersebut sambil memeriksa keadaan Kenan.


"Semuanya sudah baik, dan Tuan di nyatakan sembuh hanya tinggal menunggu pulih saja," ucap Dokter tersebut.


Semua orang yang ada di sana bernafas lega karena Kenan dinyatakan sembuh, dan melewati masa kritisnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Dokter tersebut sambil bergegas pergi dari sana.


Kenan duduk dan matanya melirik ke arah Bella yang duduk di kursi roda, dengan perut yang mulai membuncit.


"Bel, maafkan aku sudah membuatmu tidak bisa berjalan lagi," ucap Kenan dengan sangat lirih.


Bella memegang tangan sang suami dan memeluknya dengan sangat erat, tanpa rasa malu ada Kendra dan Zaskia di sana.


"Jangan di pikirkan lagi. Sekarang yang terpenting adalah kesembuhan Tuan dan kita membicarakan semuanya agar jelas," ucap Bella dengan sangat lembut.


Kenan menangis, karena kebesaran hati Bella dan dia mencium seluruh wajah sang istri dengan sangat lembut.


"Ehem!" Kendra sengaja agar kedua pasangan itu tidak membuatnya malu karena pemandangan seperti itu.


Kenan langsung menghentikan aktivitasnya, dan menatap wajah sang adik dan adik iparnya.


"Terimakasih untuk kalian karena ada di sini," ucap Kenan dengan sangat lembut.


"Sama-sama kak," jawab Kendra dengan sangat lembut.

__ADS_1


Bella menceritakan semua pada Kenan, sehingga pria itu semakin sakit dan lemas karena sudah membuat dendam ini bermula.


"Aku tidak akan dendam pada ayahmu. Tapi, dia harus menerima aku sebagai menantunya," ucap Kenan.


Bella menganggukkan kepala karena dia juga sangat menginginkan hidup bersama suaminya, walaupun mereka menikah bukan karena cinta.


"Ken, aku ingin segera pulang dan menemui mertua ku," ucap Kenan pada sang adik dan Kendra langsung bergegas pergi menuju ruangan dokter.


.


.


.


Tia sudah tenang dan memaafkan Beno dan ingin kembali ke ruangan Kanan. Namun, matanya melihat Kendra ke luar dengan terburu-buru.


"Ada apa, ya?" gumam Tia sambil berjalan masuk ke dalam kamar.


Saat dia masuk, terlihat Kenan dan Bella tengah berpelukan dan Zaskia hanya menonton seperti di bioskop.


"Tuan, sudah sadar?" Tia menghampiri Kenan dan Bella, sehingga mereka berdua melepaskan pelukannya.


"Iya," jawab Kenan dengan sangat pelan, karena dia masih lemas.


"Saya senang sekali, karena kasihan Bella setiap malam menangis hanya karena memikirkan tentang Tuan," ucap Tia tanpa sensor sedikitpun.


Membuat Bella malu, karena sahabatnya membuka rahasia yang di simpannya dengan rapat.


"Tia, kamu gimana sih? Itu adalah aib Bella jangan di umbar. Apa ada yang lain?" ucap Zaskia, membuat semua orang di sana tersenyum.


"Kamu, aku kira kamu bakalan marah tapi malah ikut-ikutan," sahut Tia sambil tersenyum.


Bella memperhatikan mata Tia yang memerah dan tahu kalau gadis itu habis menangis.


"Tia, apa kamu habis nangis?" tanya Bella dan Tia terdiam.


Sebab, gadis itu bingung harus menjawab apa. Apakah dia harus Juju atau berbohong saja?


"Iyalah, tadi dia lagi nangis sama Om yang ada di sini tadi," ucap Zaskia tanpa sensor.


Membuat Tia membuka mata lebar-lebar, karena dia tidak tahu kalau Zaskia mengintip tadi.


"Nangis?" tanya Bella dan Zaskia menganggukkan kepalanya.


.


.


.


Saat dia ada di depan rumah sakit, matanya melirik ke arah mobil yang ada di hadapannya terlihat itu adalah mobil Fajar.


"Siapa pria itu?" ucap Beno sambil bergegas pergi dari sana.


Beno masih mencintai Tia karena itu dia sampai saat ini belum menikah dan hanya bermain wanita saja.


Jauh di dalam lubuk hatinya, dia masih ingin bersama dengan Tia. Namun, sudah pasti gadis itu tidak akan menerimanya lagi. Karena, ia sudah meninggalkan gadis itu di hari pernikahan mereka.


.


.


.


Kenan sudah di perbolehkan pulang, dan kini dia ada di mobil bersama semua orang. Sebab, dia ingin bertemu dengan mertuanya dan berdamai.


Bella duduk bersama Kenan di belakang dan dia memegang tangan pria itu dengan sangat lembut. Sebab, selama hamil dia ingin selalu dekat dengan Kenan, entah kenapa ia juga tidak tahu.


"Ternyata kalian semua pergi bersama Bella, dan meninggalkan aku," ucap Kenan dengan lirih.


Semua orang yang ada di sana hanya diam, karena tidak tahu mau menjawab apa.


"Maaf Tuan, bukannya Anda sudah bangkrut?" tanya Zaskia dengan sangat berani tanpa adanya sensor.


Tia menyenggol lengan Zaskia, karena mulut wanita sangat berbahaya bicara seperti tadi. Sedangkan Kenan hanya tersenyum karena dia akan merahasiakan hal itu untuk sementara waktu.


"Kamu emang benar-benar," bisik Tia di telinga Zaskia.


Zaskia tersenyum karena mulutnya tidak bisa diajak kompromi, dan bertanya hal seperti itu dengan sangat tajam bisa saja melukai hati Kenan.


"Iya, sudahlah lupakan saja," ucap Kenan dan semua bernafas lega karena Kenan tidak marah akan ucapan Zaskia tadi.


.


.


.


Kendra mengikuti mobil Fajar dengan Cantika motor milik Bella, dengan rasa kesal yang membara. Sebab, Zaskia tadi mau bersamanya naik motor dan memilih naik mobil.


"Dasar cewek, kalau seperti ini tidak ada yang mendekati. Coba aku naik mobil, semua langsung berpura-pura kenal," geram Kendra sambil terus melakukan motor.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah Fajar, Tiyo membantu Kenan berjalan masuk ke dalam, dan Tia membantu Bella masuk ke dalam.


Sedangkan Zaskia masih menunggu kedatangan sang suami, yang sudah di pastikan marah padanya.


.


.


.


Bella dan semua duduk di ruang tamu sambil nunggu kedatangan Fajar, dan yang di tunggu-tunggu datang bersama Astuti.


"Kenan," ucap Fajar dengan sangat dan memeluk sang musuh yang sekarang menjadi menantunya.


"Fajar, aku minta maaf," ucap Kenan dengan sangat lirih dan menangis tersedu-sedu, di dalam pelukan Fajar.


"Seharusnya aku yang minta maaf, karena sudah berbuat jahat padamu," sahut Fajar sambil menangis tersedu-sedu.


Semua orang yang ada di sana juga ikut menangis karena melihat pemandangan seperti itu.


"Sekarang kita saling memaafkan," ucap Kenan dan Fajar menganggukkan kepala.


"Baguslah semuanya sudah berdamai seperti sekarang," ucap Astuti dengan pelan, dan semua orang yang ada di sana juga berpikir demikian.


Fajar melepaskan pelukannya dan memeluk sang anak yang duduk di kursi roda, dan mencium seluruh wajah sang anak. Namun, tangannya di tarik oleh Kanan.


"Dia istriku, jangan mencium dia seperti itu aku tidak suka!" ucap Kenan, membuat Fajar kesal.


"Dia adalah anakku," ucap Fajar sambil menatap wajah Kenan.


Semua yang ada di sana tersenyum dan tertawa melihat tingkah Kenan dan Fajar, yang terlihat saling menyayangi walaupun baru saja berdamai.


'Ya Tuhan, aku sangat bahagia bisa melihat suamiku dan ayah berdamai seperti saat ini,' batin Bella lirih.


Tia sangat bahagia bisa melihat kebutuhan keluarga Fajar dan Kenan yang sudah tidak memiliki dendam lagi.


.


.


.


Kendra menghentikan motornya di hadapan Zaskia dengan wajah yang terlihat sangat masam, sehingga gadis itu tersenyum dan merasa sangat lucu.


"Om, wajahnya masam sekali," ucap Zaskia sambil menahan tawa agar tidak pecah, saat melihat wajah Kendra yang sangat masam.


"Seperti ini?" Kendra tersenyum lebar dengan keterpaksaan. Namun, terlihat sangat tampan walaupun dengan terpaksa.


"Iya, ayo masuk ke dalam." Zaskia hendak berjalan dan tangannya ditarik oleh Kendra masuk ke dalam pelukannya.


Zaskia terdiam karena dia merasa nyaman bisa berpelukan dengan pria yang dibenci, walaupun hati kecilnya mengagumi sosok pria itu.


"Apa pria yang tadi itu pacarmu?" tanya Kendra sambil melepas pelukannya.


Zaskia tersenyum, karena Kendra cemburu padanya sudah memilih pulang bersama Tiyo. Bahkan, pria itu beriki adiknya adalah pacarnya.


"Sebenarnya dia adalah adik ku," ucap Zaskia, membuat Kendra terkejut dan langsung diam karena Malu sudah salah sangka.


'Ya ampun, aku sangat malu,' batin Kendra.


Sejujurnya pria itu cemburu karena Zaskia tadi duduk di samping Tiyo, karena dia tidak tahu kalau sang istri memiliki adik sepupu.


Mereka berdua masuk ke dalam, dan melihat semua orang sudah tertawa dan bercanda bersama. Mereka sudah tertinggal suasana haru tadi.


"Wah, semuanya sudah berdamai," ucap Kendra sambil duduk di samping sang kakak.


"Iya, kalian tinggal saja di sini. Sebab, aku mau selalu berdekatan dengan anakku," ucap Fajar.


Kenan menyetujui keinginan sang mertua karena dia juga masih harus berpura-pura miskin, agar Miranda benar-benar meninggalkannya dan dia bisa hidup bahagia bersama sang istri.


Kenan bersama Bella masuk ke dalam kamar, karena Kenan merasa sangat lelah dan masih sedikit pusing.


Walaupun dia pusing, pria itu masih sanggup menggendong Bella naik ke atas ranjang dan tidur bersamanya.


"Sayang, kau akan menjadi istri satu-satunya," ucap Kenan dengan sangat lembut.


Bella mengerutkan keningnya, karena tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh sang suami.


"Kamu tidak mengerti ya?" tanya Kenan dan Bella menganggukkan kepala.


Kenan menceritakan semua pada Bella, dari awal mula kejahatan Miranda dan gadis itu sangat terkejut dan tidak menyangka kalau wanita paruh itu tega melakukan hal itu.


"Bella yakin dia melakukan semua itu, karena mengira Bella adalah pembunuh Adam. Padahal, itu adalah kak Siska," ucap Bella dengan lirih.


Kenan memeluk Bella, karena dia sangat menyayangi gadis itu sejak masih kecil sampai sekarang.


"Bel, sudahlah semua adalah jalan takdir kita. Adam sudah tenang di sana, jangan pikirkan lagi," ucap Kenan dan Bella menganggukkan kepala.


Kenan mencium pipi Bella yang sudah mulai berisi, dan mencium perut Bella yang terdapat anaknya di dalam sana.


"Anak papa jangan nakal ya, kasihan mommy Bella," ucap Kenan pada sang anak, dan Bella tersenyum karena suaminya lucu.

__ADS_1


Mengajak bicara anak yang masih ada di dalam perutnya, yang sudah pasti tidak bisa mendengar ucapannya.


Bersambung.


__ADS_2