Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Kejutan


__ADS_3

Pagi hari ini, Kenan bersama Bella akan pergi ke suatu tempat yang sudah di siapkan oleh pria itu. Sebab, ingin merayakan hari yang sangat membahagiakan bagi dirinya.


.


.


.


Kini semua orang tengah sarapan bersama, terlihat kedua ibu hamil itu, sangat lahap memakan sarapannya.


Tiba-tiba, Bella menghentikan memakan sarapannya, dan Kenan langsung menoleh kemudian memegang tangan gadis itu.


"Ada masalah?" tanya Kenan.


Sontak semua orang yang ada di sana langsung menoleh dan menatap Bella, yang terlihat bersedih.


"Bella ingin makan bubur ayam. Tapi, Mas yang harus memasaknya," ucap Bella.


Kenan membuka mulut lebar-lebar, karena permintaan sang istri. Sebab, dia sama sekali tidak bisa memasak makanan, apalagi harus memasak bubur ayam yang lumayan sulit.


"Ayolah turuti saja! Bella, yang sedang nyidam," ucap Fajar sambil terus memakan sarapannya.


"Benar itu kak," sambung Zaskia.


"Iya, turuti saja!" tambah Kendra.


Kenan semakin pusing, karena dia sama sekali tidak bisa masak dan kali ini harus memasak bubur ayam.


"Kalau tidak mau, tidak apa-apa kok," ucap Bella degan lirih.


Membuat Kenan tidak bisa menolak, dan menganggukan kepalanya sambil bergegas bangun dari duduknya.


"Bel, besok-besok kamu minta yang lebih sulit lagi," ucap Zaskia sambil menatap kepergian Kenan.


Semua orang yang ada di sana tertawa mendengar ucapan Zaskia, sedangkan Bella hanya diam. Sebab, keinginan itu datang dengan sendiri.


. . .


Kenan mengirimkan pesan pada Tia, meminta agar gadis itu datang dan membantunya memasak bubur ayam. Sebab, dia tidak tahu apapun tentang bumbu dan bahan-bahan membuat bubur.


Kenan: Cepat datang! Ke dapur!


Tak bersekang lama, akhirnya Tia sampai dan Kenan langsung membisikan apa misi meraka kali ini.


"Baik Tuan, saya akan membantu Anda memasak bubur. Tapi, saya hanya memberitahu saja," ucap Tia.


Kenan menganggukkan kepalanya, dan mulai melakukan apa yang di pinta oleh Tia dengn sangat perlahan.


"Tia, bantu aku menggoreng kerupuknya!" pinta Kenan, dan gadis itu langsung melaksanakan tugas.


30 menit kemudian. ..


Bubur ayam buatan Kenan sudah siap, dan kini pria itu membawanya ke meja makan yang terlihat hanya tinggal Bella di sana.


"Wah, cepat sekali selesainya?" tanya Bella dengan sangat antusias.


Kenan tersenyum dan mencium puncak kepala sang istri dan mulai menyuapi Bella dengan perlahan.


"Emank sekali. Tapi, sedikit asin," gumam Bella sambil terus memakan makanannya.


"Maaf karena aku masih belajar," ucap Kenan.


Bella tersenyum, dan terus memakan bubur tersebut tanpa rasa curiga mengapa sang suami bisa memasak bubur ayam kesukaannya.


'Baguslah dia tidak curiga,' batin Kenan.


Setelah selesai makan bubur, Bella dan Kenan langsung pergi menuju tempat yang sudah di siapkan oleh Kenan.


Pantai . . .


Ya, Kenan menyiapkan sesuatu di pantai untuk merayakan rasa cinta yang sudah bersemi.


Kini Kenan menghentikan mobilnya di parkiran dan turun bersama Bella, gadis itu melepaskan sandal dan mulai berjalan dengan bantuan sang suami.


"Bisa berjalan?" tanya Kanan dengan cemas.


Bella tertawa karena pertanyaan sang suami, sehingga dia menghentikan langkah dan menujuk ke arah ombak yang sangat indah.


"Mau bermain di sana?" tanya Kenan, dan


Bella menganggukkan kepala.


Kenan membawa Bella dengan perlahan menuju ombak, terlihat anak-anak bermain di sana dengan sangat bergembira.


Bella tersenyum dan tertawa kecil melihat anak lelaki yang bertubuh gemuk, dan dia langsung membayangkan sang anak nantinya.


'Akan seperti apa nantinya anakku, ya?' batin Bella sambil berpikir.


Kenan menepuk punggung Bella dengan lembut dan gadis itu langsung tersadar, kemudian meraka mulai bermain ombak.


"Bel, kita sudah main airnya ya? Aku ingin memperlihatkan kejutan untukmu," ucap Kenan.


Bella menganggukkan kepala dan meraka berdua langsung berjalan menuju tempat, yang sudah di siapkan oleh Kenan sejak kemarin.


Setelah sampai, Bella tersenyum sambil meneteskan air mata karena sangat terharu melihat kejutan dari sang suami.


"Indah sekali," ucap Bella.


Gadis itu memeluk sang suami dengan sangat lembut, dan berjalan bersama Kenan duduk di bangku yang ada di sana.


Bella terus melihat indahnya bunga-bunga yang ada di sana, berukir nama Bella di sana, dan juga banyak Poto mereka berdua.

__ADS_1


"Kamu menyukainya?" tanya Kenan.


Bella menganggukkan kepala, dan tersenyum bahagia. Dia berpikir kalau sang suami sudah mulai mencintainya.


'Apakah Tuhan sudah mengabulkan doa ku? Agar, Tuan Kenan mencintai ku?' batin Bella sambil berpikir.


Kenan menyiapkan makan di sana, dan minuman dengan perlahan, Bella langsung menyantap semua makan yang ada di sana.


'Andai saja aku tidak melakukan hal bodoh itu, pasti saat ini tidak ada yang tersakiti dan Adam menjadi korbannya,' batin Kenan.


Penyesalan kini sudah tidak ada gunanya lagi, karena nasi sudah menjadi bubur. Kenan hanya tinggal menjalani hidupnya.


. . .


Zaskia merasa pusing sejak Kendra memakai parfum tadi. Padahal, biasanya dia tidak pusing mencium aroma apapun.


"Ya ampun Om! Bisakah berganti baju?!" tanya Zaskia dengan sangat emosi.


Kendra langsung menoleh, dan menghampiri Zaskia membuat gadis itu langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi, dan memuntahkan isi perutnya.


"Astaga Zaskia!" Kendra berlari mengejar Zaskia, dan membantu gadis itu muntah sampai selesai.


Setelah selesai muntah, Zaskia langsung ke luar sedangkan Kendra masih di dalam dan melepaskan bajunya.


Kendra menghampiri Zaskia di tempat tidur, dan memegang kening gadis itu. Kemudian ia tidur di samping sang istri.


"Kau tidak sakit?" tanya Kendra.


Zaskia merasa kesal dan langsung bangun kemudian dia menampar pipi sang suami dengan keras.


PLAK!


"Astaga Zaskia!" teriak Kendra, dan menatap tajam ke arah sang istri.


"Aku sedang sakit, dan kau mala bertanya seperti itu?!" ucap Zaskia dengan sangat kesal.


Kendra menarik tangan Zaskia masuk ke dalam pelukannya, dan mencium puncak kepala sang istri.


"Seperti ini mau mu?" tanya Kendra.


Zaskia masih terdiam, karena dia menghirup aroma tubuh Kendra yang sangat menenangkan pikiran. Sebab, pria itu tidak mengunakan baju.


"Zaskia," panggil Kendra.


Gadis itu masih terdiam, menikmati kenyamanan yang di dapat saat ini. Tanpa sadar Zaskia mencium bidang dada suspek Kendra.


Kendra terkejut dan melepaskan pelukannya, membuat Zaskia cemberut kemudian menidurkan tubuh ke tempat tidur.


"Kau ini sehat tidak?" tanya Kendra.


"Sudah tahu aku lagi sakit, masih juga bertanya," ucap Zaskia dengan kesal.


Zaskia kesal karena Kendra melepaskan pelukan. Padahal, dia masih ingin berlama-lama di dada itu.


Gadis itu mulai memejamkan mata, karena dia merasa pusing dan mual sejak pagi tadi. Namun, masih bisa di tahan dan sekarang sudah tidak bisa lagi.


. . .


Kenan dan Bella duduk di pantai sambil menikmati hembusan angin. Kenan merangkul sang istri dengan sangat lembut dan menatap wajahnya.


"Bolehkah aku berkata juju?" tanya Kenan.


Bella langsung menoleh dan tersenyum.


"Tentu saja boleh, ingin berkata jujur masa tidak boleh," jawab Bella dengan lembut.


"Terimakasih," ucap Kanan.


Kenan mulai menceritakan semua pada Bella, dan berkata jujur soal perasannya pada gadis itu. Membuat Bella terkejut.


'Pantas saja selama ini, Adam sangat cemburu pada papanya. Ternyata dugaannya benar semua,' batin Bella.


Kenan tersenyum, karena sekarang dia sudah mengutarakan isi hati yang selama ini selalu mengganjal di dalam hatinya.


"Maafkan aku, karena hasutan Miranda aku bersikap kasar padamu," ucap Kenan dengan lirih.


Bella memegang tangan Kanan dengan lembut dan tersenyum, karena dia sudah memaafkan sang suami. Semua terjadi karena ayahnya juga.


"Kalau ayah tidak nekad, mana mungkin semua terjadi Mas," ucap Bella dengan lembut.


Kenan langsung tersenyum dan memeluk Bella kemudian berkata, "Apa kamu juga mencintai ku?"


Bella diam karena sejujurnya dia belum mencintai Kanan. Namun, ia sudah belajar mencintai sang suami.


"Bella akan belajar mencintai Mas, dengan tulus," jawab Bella.


Kenan tersenyum dan mencium seluruh wajah sang istri dengan bertubi-tubi, sehingga Bella kesal.


"Sudah, Mas!" geram Bella.


Kenan langsung menghentikan aktivitasnya, dan tertawa kecil kemudian menatap langit senja yang sangat indah.


"Aku mencintaimu, Bella!" teriak Kenan.


Bella hanya tertawa melihat tingkah sang suami. Kenan merasa dunia saat ini hanya milik mereka berdua yang lain hanya numpang.


Perasaan bahagia saat ini membuat Bella melupakan tuju bulan penuh penyiksaan, penuh luka dan memaafkan semua perlakuan sang suami.


"Sekarang kita pulang, ya?" ucap dan Bella menyetujui keinginan sang suami.


Mereka berdua berjalan dengan perlahan menuju mobil dan langsung masuk ke dalam. Kenan tidak melajukan mobilnya memainkan diam sambil memeluk Bella.

__ADS_1


"Katanya mau pulang?" tanya Bella.


"Tidak, aku mau kita berjalan-jalan. Anggap saja untuk bulan madu yang belum terlaksana," jawba Kenan.


Bella tersenyum, karena dia tidak pernah membayangkan kalau sang suami akan sangat bucin padanya seperti ini.


"Lalu?" tanya Bella.


Kenan langsung berpikir kalau dia akan membawa Bella ke luar negeri, dan berbulan madu di sana sebelum anak mereka lahir.


"Kita akan berlibur romantis di sana, hanya berdua saja," ucap Kenan.


Bella hanya menyetujui keinginan sang suami, karena dia juga sangat menginginkan bulan madu itu, dari sejak pernikahan mereka.


"Sekarang kita makan dulu, ya?" ucap Kenan sambil mengemudikan mobil dengan perlahan.


"Tapi, kita kotor," sahut Bella sambil melihat penampilannya.


Kenan tersenyum dan terus melanjutkan perjalanan, menuju butik langganannya.


"Ayo, apa lagi," ucap Kenan sambil bergegas turun.


Bella langsung turun dan mengikuti langkah sang suami masuk ke dalam, bertemu dengan pemilik butik tersebut.


"Wah, istrimu sangat muda," ucap pemilik butik tersebut, sambil terus menatap ke arah Bella.


Kenan tertawa sedangkan Bella hanya diam saja. Sebab, dia sudah mengenal wanita itu.


"Kau lupa? Dia tunangan Adam," ucap Kenan.


Sontak membuat wanita itu terdiam, dan mengingat kalau gadis itu pernah bertemu dengannya. Karena, ia yang membuat busana pertunangan Adam dan Bella.


"Asgata aku lupa, karena gadis ini jauh berbeda dari satu tahun lalu," ucap wanita tersebut.


Bella hanya tersenyum pada wanita itu, karena dia malu sudah bertunangan dengan Adam, dan menikahnya mala bersama calon mertuanya.


"Berikan Bella dres cantik, dan dia juga mau mandi. Aku menunggu di tempat biasa." Kenan bergegas pergi dari sana.


Karena pria itu ingin membersihkan diri juga. Namun, di tempat yang berbeda dengan Bella.


"Mari ikut saya." Wanita tersebut membawa Bella ke ruangan khusus.


Bella mengikuti langkah wanita tersebut dan masuk ke dalam ruangan khusus, kemudian dia mulai membersihkan diri.


Setelah selesai, dia mengunakan handuk kimono dan bergegas ke luar. Terlihat sudah ada keperluan Bella di meja.


"Wanita itu baik sekali, semuanya di persiapkan dengan sempurna," ucap Bella kagum.


Gadis itu berjalan dengan perlahan dan mengunakan dres yang sudah di siapkan oleh wanita tadi. Setelah itu, ia memakai makeup yang ada di sana.


"Hanya tinggal menyisir rambut saja," ucap Bella.


Saat ia hendak menyisir rambut, wanita tadi datang dan melakukan hal itu. Dia mengikat rambut Bella dengan sangat rapi dan indah.


"Sentuhan terakhir." Wanita itu memakaikan mahkota pada Bella.


Terlihat gadis itu sangat sangat cantik, dan terlihat manis mengunakan dres dan mahkota dewi.


"Terimakasih Tante, Anda baik sekali pada saya," ucap Bella degan sangat lembut.


Wanita tersebut tersenyum dan menganggukkan kepala, kemudian berjalan dengan perlahan bersama Bella menuju luar.


Sesampainya di luar, terlihat Kenan sudah menunggu. Mata pria itu sangat terpana saat melihat sangat istri yang terlihat sangat mempesona.


"Cantiknya istriku," gumam Kenan sambil berjalan mendekati Bella.


Pria itu memegang tangan Bella dengan lembut dan membawanya pergi. Namun, sebelum mereka benar-benar pergi, wanita tadi memanggil Kenan.


"Tunggu!"


Kenan dan Bella menghentikan langkah dan melihat wanita tadi menghampiri gadis itu, dan menarik banrol harga yang belum terlepas.


"Untung saja belum jauh, kalau tidak. Sudah jelas kalian akan malu," ucap wanita tersebut.


Kenan dan Bella tersenyum, karena sudah sangat terburu-buru sehingga tidak melihat adanya bendrol yang masih melekat di dress gadis itu.


"Terimakasih, kau sangat baik padaku. Kalau begitu aku permisi dulu." Kenan dan Bella bergegas pergi dari sana.


Karena, pria itu sudah tidak sabar untuk makan malam romantis bersama Bella di restoran yang sudah di pesannya hanya untuk mereka berdua.


Selama di pejalanan, Kenan terus-menerus menatap wajahnya sangat istri yang terlihat sangat cantik dan mempesona.


"Istriku ini sangat cantik. Tidak ada yang bisa menyainginya," ucap Kenan.


Bella tersenyum dan tersipu malu, karena ucapan sangat suami sehingga pipinya memerah seperti buah tomat.


Setelah sampai di restoran, mereka berdua turun dan berjalan dengan perlahan masuk ke dalam.


Sesampainya di dalam, Bella membuka mata lebar-lebar melihat ruangan yang berhiaskan bunga dan balon berbentuk hati.


"Cantiknya," ucap Bella dengan sangat kagum.


Kenan memegang tangan Bella dan membawa gadis itu duduk di meja, dan mereka terpana melihat seorang pria yang bermain piano dengan sangat pandai.


"Terimakasih untuk semuanya," ucap Bella dengan sangat lembut.


Kenan tersenyum sambil mencium tangan Bella dan kembali menikmati piano yang sangat merdu.


'Tuhan, aku sangat senang bisa melihat Bella bahagia seperti saat ini. Walaupun cintanya bukan untukku,' batin Kenan.


Pria itu tersenyum dan memeluk sang istri dengan mesra, kemudian membawa Bella naik ke atas panggung dan mulai berdansa mengikuti aluan musik.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2