Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Cukup!


__ADS_3

Tia kembali ke kolam renang, setelah berganti sambil membawa handuk kimono untuk Hasrul. Sebab, handuk pria itu sudah di gunakan tadi.


Saat dia tiba, terlihat Bella sudah naik dan duduk di kursi roda. Sedangkan Hasrul masih berada di dalam kolam.


"Bel, kita masuk, ya?" ucap Tia dengan sangat lembut.


"Iya, di mana Zaskia?" jawab Bella dengan pertanyaan juga.


Tia bingung harus menjawab apa sehingga dia diam dan memikirkan jawaban pertanyaan Bella.


"Tapi, 'kan tadi aku lihat kalian seperti sedang membicarakan hal yang sangat penting," ucap Bella.


Tia kembali terdiam dan dia langsung mendorong kursi roda Bella, dengan perlahan masuk ke dalam.


"Bel, kami tadi bicara hal biasa saja! Tunggu dia pulang dan menjelaskan semua padamu," ucap Tia.


Bella semakin penasaran karena Tia tidak mau bicara terus terang, sehingga dia harus menunggu kepulangan Zaskia nanti.


'Sebenarnya ada apa. Ya, kenapa Zaskia pergi dan Tia tidak mau bercerita padaku, membuat aku penasaran saja,' batin Bella sambil berpikir.


Setelah selesai berganti baju, Bella duduk di sofa dengan bantuan dari Tia, dan gadis itu hendak pergi dari hadapannya. Namun, Bella menahan tangan Tia.


"Apa kakak ku ini sudah pandai berbohong," ucap Bella dengan lirih, karena dia tahu kalau Tia tengah menyembunyikan sesuatu darinya.


"Tidak, aku hanya ingin menjaga perasaan mu saja! Karena, kalau menceritakan hal ini pasti akan membuat mu tersakiti," jawab Tia.

__ADS_1


"Katakan apa itu?" sahut Bella.


Gadis itu sejak tadi melihat gelagat aneh Tia, sehingga mengambil kesimpulan bahwa sang kakak tengah berbohong padanya.


"Sebenarnya ... " Tia menceritakan semua pada Bella, sehingga gadis itu langsung diam dan lemas.


"Apa semua itu benar adanya?" tanya Bella dengan lirih, tiba-tiba saja air matanya menetes tanpa izin darinya.


"Benar, karena Kendra yang memberitahu kabar itu pada Zaskia," jawab Tia sambil menghapus air mata Bella.


Bella semakin menangis, entah mengapa hati kecil sangat sakit dan cemas akan keadaan sang suami. Walaupun Kenan selalu membuatnya tersiksa jiwa dan batin.


Namun, Bella sangat menyayangi Kenan dari dia kecil sampai sebesar ini, rasa bencinya kala dengan rasa sayangnya pada pria itu.


"Kak, aku ingin bertemu tuan Kenan," ucap Bella dalam isak tangisannya.


"Bel, nanti ya. Kita izin dulu sama tuan Fajar," ucap Tia dengan sangat lembut, dan Bella mengangguk tanda setuju.


Sebab, gadis itu juga menghargai keputusan sang ayah yang melarangnya untuk bertemu sang suami.


.


.


.

__ADS_1


Fajar masih saja kesal pada Betran, karena pria itu selalu ada di sampingnya menemani Siska yang masih lema. Bahkan, pria itu juga ada di samping Siska.


"Siska, anak kita kembar kata dokter tadi," ucap Betran dengan sangat bergembira.


Ya, sebelum Siska sadar Dokter sudah melakukan USG dan benar adanya kalau gadis itu hamil anak kembar.


'Ya Tuhan, sakit sekali rasanya hati ini harus menanggung beban seorang diri,' batin Siska lirih.


"CK, banyak sekali bicara kau!" geram Fajar sambil menatap tajam Betran.


"Ayah, sudah," sahut Siska dengan lema, sambil menatap wajah sang ayah yang terlihat sangat kesal.


"Siska, tidak apa ayahmu marah padaku karena semua itu memang salahku sudah membuat anaknya hamil," ucap Betran sambil memegang tangan Siska.


Fajar sangat kesal melihat pemandangan itu, sehingga dia sudah tidak tahan dan langsung menarik tangan Betran.


"Jangan kau sentuh anakku!" geram Fajar sambil menghempaskan tangan pria itu.


Betran tersenyum sambil menatap wajah Fajar.


"Ayah, bukankah aku sudah menyentuh anakmu dan membuatnya hamil?" ucap Betran, membuat Fajar semakin kesal.


"Dasar bajingan kau!" seru Fajar, membuat Siska kesal dan langsung bangun. Walaupun keadaannya masih lema.


"Cukup!" teriak Siska.

__ADS_1


Gadis itu bangun dan berjalan mendekati kedua pria yang tengah berdebat itu, sambil memegang botol infus.


"Siska," ucap Fajar dengan sangat lembut.


__ADS_2