
"Ayo di beli pelnak pelnik nya, halganya mulah banget loh. Nda bakal nyesel kalo beli pelnak pelnik ini" teriak si kecil laura yang langsung di susul oleh teriakan luna.
Dan benar saja, baru beberapa saat dagangan nathan sudah di serbu oleh para pembeli dengan luna yang membantu nathan melayani pelanggan.
"Apa kau tak capek?" tanya nathan di sela-sela aktivitas membuat para pengunjung menyorakinya.
"Ciee cieee, suaminya perhatian banget ya mba. Duh saya jadi baper" ucapnya yang baper sendiri.
"Maaf dia bukan suami saya bu" ucap luna dengan sopan yang membuat para pelanggan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Beberapa jam kemudian~
"Woyy lo, mending lo pergi dari sini deh. Lo bikin pelanggan gua kabur tau ga" bentak seorang pria yang tiba-tiba menghampiri nathan.
"Maaf pak. Bukannya saya tak mau pindah, akan tetapi bukannya rezeki itu sudah ada yang ngatur?" ujar nathan dengan sopan pada pedangan yang sepertinya sudah lama berdagang di sana.
__ADS_1
"Iya, tapi lo ngahalangin jalan rezeki gue. Udah mulai besok lo ga boleh dagang di sini!! Pokoknya gua ga suka!!" bentaknya lagi yang di setujui oleh para pedagang yang tak jauh darinya.
"Maaf pak, tapi ini kan tempat umum. Bukankah semua orang berhak untuk berjualan disini?" bela luna dengan hati-hati agar tak menyinggung pria di depannya.
"Maksud lo apa?" tanya pria itu dengan nada tak ramah dan hendak memukul luna.
Namun dengan cepat luna bersembunyi di belakang kursi roda nathan dengan laura yang tampak ketakutan.
"Tolong jangan bermain kasar ya pak, tenang saja besok saya tak akan berjualan di sini lagi. Jadi bapak tenang saja" ujar nathan yang tak mau calon istrinya terluka.
"Tapi pa, kalo kita nda jualan kita dapet uang dalimana?" tanya si kecil laura yang sepertinya lupa bahwa sang ayah adalah seorang pangeran.
"Gapapa sayang, kita kan bisa jualan di tempat lain" ujar nathan seraya melirik sengit pria yang tengah menatapnya dengan tajam.
"Ya udah mas, mending kita pulang aja" usul luna yang bercucuran keringat.
__ADS_1
Nathan yang tak tega pada luna pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Kalian pulanglah terlebih dahulu, aku akan membeli sesuatu" ujar nathan yang tak mau luna dan laura kelelahan.
Luna yang melihat laura sudah kelelahan pun menganggukkan kepalanya dan pergi pulang telebih dahulu. Sedangkan nathan pergi ke mall yang tak jauh dari pasar itu untuk membeli sesuatu.
Saat di mall~
Semua orang menatap nathan dengan sinis seolah-olah mencibirnya. Namun jika peduli bukan nathan namanya. Ia hanya cuek dan memasang wajah datar membuat auranya terlihat sekali.
Toko yang pertama kali ia kunjungi adalah toko alat medis. Ya nathan membeli alat medis untuk memeriksa kesehatan anak-anaknya sekaligus kesehatan sang bumil.
Dan setelah itu ia juga pergi ke supermarket yang berada di mall itu. Nathan membeli beberapa bahan-bahan dapur yang hampir habis dan juga beberapa cemilan. Dan tak lupa juga nathan membeli susu hamil, susu anaknya, dan juga biskuit ibu hamil. Ah dan jangan lupakan beberapa barang yang nathan beli dengan kartu hitam miliknya.
"Sepertinya segini udah cukup, lebih baik aku pulang sekarang" gumam nathan yang memberikan selembar kertas merah pada petugas yang akan mengantarkan barang belanjaannya langsung ke rumahnya.
__ADS_1
Bersambung~