
"AYAH!!"
Bunda nana menangis histeris seraya menepuk-nepuk pipi ayahnya. Karena tak bangun-bangun bunda nana pun mengecek nadi dan pernafasan sang ayah.
"Hiks ayah jangan tinggalin velyn" isak putri evelyn sambil memeluk tubuh ayahnya yang sudah tak bernyawa.
Arya hanya bisa menatap sedih pada sang kakak. Namun detik kemudian ia kaget dengan aksi yang di lakukan sang kakak. Aksi yang tak pernah ia ketahui sebelumnya.
"Mungkin selama ini aku selalu menutupi sifat asliku, tapi sekarang aku akan menunjukkan siapa sebenarnya aku. Aku akan membalas dendam ku yang selama ini di pendam dan aku juga akan menghancurkan mu dalang penyebab semua ini" ujar bunda nana dingin seraya meniup pistol yang digunakannya untuk menembak kaki raja edward.
"Ahhh" ringis raja edward yang merasa kakinya terkena timah panas hingga mengeluarkan dar*h.
"Adik-adik mungkin selama ini kakak mudah memaafkan namun kini kakak mengizinkan kalian untuk membalas DENDAM pada orang yang telah menghancurkan keluarga kita" ujar bunda nana penuh tekanan.
glek
Arya, zion, dan angkasa berusaha menelan salivanya saat mendengar suara bunda nana yang tampak penuh kebencian.
"Baik kak" ucap mereka bertiga serempak.
"Mafia queen keluar SEKARANG" teriak bunda nana yang membuat beberapa orang wanita berdatangan.
Mereka adalah anggota mafia yang dengan mafia king. Mafia yang kuat dan setara dengan mafia king.
"Serang mereka dan bawa pria itu ke markas" titah bunda nana dingin.
"Baik laksanakan nona" patuh mereka.
__ADS_1
Tak berselang beberapa menit akhirnya semua selesai. Para mafia king dan queen sudah kembali pada markas mereka. Sedangkan bunda nana ia akan menyusul anak buahnya setelah ia menemui anak dan suaminya terlebih dahulu dan mengantarkan mereka ke mansionnya.
Sesampainya di sana bunda nana langsung mengajak semuanya ke mansion sedangkan paman ali ia sudah pamit duluan menuju ke markas.
"Wah becal cethali lumahnya" celetuk tari yang terpukau dengan kemegahan mansion yang dimiliki bundanya.
Translate : Wah besar sekali rumahnya
"Ini belum seberapa sama mansion utama de" celetuk angkasa yang di hadiahi oleh jitakan dari bunda nana.
"Au sakit kak" ringis angkasa.
"Makanya jangan sombong" ucap arya dingin seraya masuk duluan.
Nathan menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengekori sang paman.
"Buat sementara kita bakal tinggal disini sayang" ucap bunda nana yang langsung di soraki zion dan angkasa.
"Woyy disini masih ada orang woy" sorak mereka berdua berbarengan.
"Makanya jangan jomblo kan jadinya ngiri" ucap buna ara yang sedang sibuk video call bersama anaknya.
"Paman anthaca than nda lathu buna" celetuk airin dari seberang sana.
Translate ; Paman angkasa kan ngga laku buna
"Emangnya kamu laku gitu rin? Gigi mu aja baru ada empat" balas angkasa yang tak terima.
__ADS_1
"Ada tho" jawab airin seraya tersenyum-senyum sendiri.
tak
"Auchh" Airin meringis kesakitan karena kakak perempuannya yang menjitak kepalanya.
"Ish cathit tau tha" ucap airin pada vyunda.
Dan vyunda hanya memutar bola mata malas dengan sang adik yang rese rese bikin pengen membuangnya.
"Habisnya kamu mikirin cowok mulu, liat tuh abang kita. Jomblo abadi" celetuk vyunda seraya melirik vyano yang menatapnya dengan tatapan tajam.
"Bisakah kalian jangan berantem? Nanti kalo buna pulang, buna pasti hukum kalian. Jamin seribu persen" ujar buna ara yang membuat airin dan tari bergidik ngeri membayangkan hukuman yang akan terjadi.
TAHU TEMPE TAWAR!! OH NO
"Mereka aja bund, vyan ga mau ikutan" ucap vyano yang tak mau ikutan di hukum.
Buna ara membalas ucapan vyano dengan deheman saja. Beberapa saat video call an akhirnya mereka mengakhiri telpon itu.
Buna ara merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan memikirkan pesan yang dikirim seseorang untuknya melewati aplikasi chat.
"Apakah aku harus kembali dengannya?" gumam buna ara bimbang.
Bersambung~
__ADS_1