
"Ayo kakak di beli pelnak pelnik nya, papa aku loh yang buatnya" teriak laura dengan cempreng menawarkan barang dagangannya.
Nathan yang melihatnya hanya tersenyum dan mengelus rambut panjang milik laura.
"Kalo cape istirahat dulu ya nak" ucapnya penuh perhatian.
Laura menganggukkan kepala sambil tersenyum. Ia tahu pasti bahwa sang ayah sangat menyayanginya di bandingkan siapapun, oleh karena itu ia memilih tinggal bersama sang ayah dibandingkan sang nenek.
"Wah perhiasannya cantik banget, harganya berapaan?" tanya salah satu pengunjung pantai.
"Harganya kisaran 10 ribu sampe 30 ribu mba, silahkan di pilih" ucap nathan yang membuat pengunjung itu semakin berbinar.
"Wah murah banget nak, padahal pedagang sebelah harganya 30 ribu ke atas loh" ujar pengunjung itu tak percaya dengan harga yang di berikan nathan. "Emangnya kamu ga rugi nak?" tanyanya seraya memilih-milih.
"Ngga kok mba, orang saya memakai kerang langsung dari alam. Jadi saya ga rugi"
Pengunjung itu menganggukkan kepalanya seraya terus memilih-milih. Semakin lama, pelanggan nathan semakin banyak membuat beberapa penjual pernak-pernik iri pada nathan.
Sore pun menjelang.
Nathan telah membereskan barang-barangnya dan hendak pulang bersama sang buah hati yang tertidur di pangkuannya. Meski cukup sulit untuk membawanya, nathan berusaha untuk tak membangunkan sang buah hati. Mengingat kerja keras sang buah hati dalam menawarkan dagangannya.
"Aku rasa bunda benar, tidak seharusnya aku memilih seperti ini" gumam nathan menyesal karena tidak mendengarkan ucapan sang bunda.
__ADS_1
"Eunghh" lenguh laura seraya mengusap membuat nathan tersenyum.
"Udah bangun hm?"
"Udah papa"
"Ya udah, ayo kita pulang"
Laura menganggukkan kepalanya dan berjalan di samping kursi roda sang ayah.
Ketika di jembatan.
"Ayah orang itu mau ngapain?" tanya laura dengan polosnya.
Nathan melihat arah yang ditunjuk oleh laura dan berusaha untuk melihat dengan jelas apa yang sedang dilakukan orang itu.
Laura yang mendengar itu pun langsung lari dan memeluk orang itu dari belakang.
"Mama jangan lompat, laula cayang cama mama" ucap laura tanpa sadar.
"Hey laura, berhati-hati!!" teriak nathan seraya berusaha menjalankan kursi rodanya dengan cepat.
Gadis yang hendak lompat dari atas jembatan pun seketika ketakutan dan hampir jatuh. Namun dengan cepat nathan menarik tangannya.
__ADS_1
brugh
Gadis itu jatuh tepat di dada nathan membuat laura menutup mata di buatnya.
"Laula nda liat" ucapnya yang membuat gadis itu bangkit dari atas tubuh nathan.
Nathan hanya menatap dengan datar pada wanita itu.
"Tolong bantu aku duduk di kursi rodaku" ucap nathan dengan datar membuat gadis yang bernama aluna sagita ketakutan dan menuruti perkataan nathan.
Setelah berhasil mendudukkan nathan, luna pun menghela nafas karena menurutnya nathan sangat-sangat berat.
"Mama nda papa kan?" tanya laura yang membuat luna menatapnya dengan heran.
Mama? Sejak kapan dia hamil anak itu?
"Laura dia bukan mama mu sayang" tutur nathan penuh kelembutan membuat luna tambah heran.
Apakah orang yang di depannya memiliki dua kepribadian? tanyanya dalam hati.
"Nda papa, dia mama laula. Nenek pelnah bilang, mama itu suka baju belwalna klem" ujar laura yang membuat nathan menepuk jidatnya.
Apa karena gadis di depannya memakai baju krem sehingga putrinya menganggap gadis itu ibunya? pikir nathan.
__ADS_1
"Kenapa kau menyelamatkan ku gadis kecil?"
Bersambung~