Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
20 (PDL)


__ADS_3

"Ayo jalan-jalan, gue gabut nih" ucap aiden yang jenuh setelah di kerjai habis-habisan oleh luna dan laura.


"Nda mau ah, laula nda punya uang" tolak si kecil laura yang membuat aiden membelalakkan matanya.


"Bapak lo ga ngasih uang kah?" tanyanya heran.


Laura menggelengkan kepalanya membuat aiden terkejut. Bagaimana bisa anak seorang pangeran dari kerajaan lukyanova tidak mempunyai uang sama sekali? Mustahil!!


"Gue ikut jalan-jalan asal lo yang traktir" ucap gama dengan santainya.


"Perusahaan lo ga bangkrut kan gam?" tanya aiden yang langsung di gelengi oleh gama.


"Kalo bisa gratis kenapa harus bayar coba?"


Dan di sinilah mereka, di pinggir pantai yang cukup sepi namun pemandangan yang sangat indah membuat mereka nyaman di tempat itu.


Aiden dan laura berlarian kesana-kemari membuat luna, nathan dan teman-temannya geleng-geleng kepala dengan tingkah mereka.


"Mereka cocok ya kalo jadi suami istri" celetuk indra yang langsung di pelototi oleh nathan.


"Ga cocok sama sekali" ketus nathan yang tak suka dengan ucapan indra.

__ADS_1


"Tapi menurut gue cocok" balas indra tak kalah ketusnya.


"Gue setuju sih sama si indra" timpal gama yang membuat nathan menatap temannya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


"Udah-udah ga usah ribut, lagipula laura masih kecil" lerai luna yang merasakan aura permusuhan di antara mereka.


"Hm"


Ketiganya berdehem bersamaan membuat luna menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Halo luna" sapa seorang wanita tiba-tiba membuat keempat pria yang berada di samping luna menatapnya dengan tatapan curiga.


"Ada apa?" tanya luna dengan nada ketus seolah-olah memiliki den dam pribadi pada wanita di hadapannya.


Wanita itu adalah eka andita mahardian. Wanita yang tak lain adalah adik sepupu ken sekaligus anak musuh ken.


"Wah tenang-tenang kak, aku tak akan menyakiti ja lang itu kok" ujarnya dengan seutas senyum smirk karena telah mempermalukan luna di depan umum.


"Istriku bukan ja lang" bentak nathan tak terima.


Eka menatap nathan dengan sinis seraya memperhatikannya dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Heh, udah lumpuh juga masih aja bela tu ja lang" kata eka dengan pedasnya.

__ADS_1


"Yakin ja lang? Bukankah kau yang sudah menjebak istriku sehingga dia tidur bersamaku?" sinis nathan yang membuat eka tersedak ludahnya sendiri.


"Darimana ia tahu?" tanya eka dalam hati.


"Sudahlah, aku tak ingin membahas ini. Sebaiknya aku pergi saja, ayo sayang" ajak nathan pada sang istri.


Luna menganggukkan kepalanya dan pergi bersama sang suami. Entah kemana arah tujuan mereka, yang pasti nathan tak mau bertemu dengan kakak sepupu dari istrinya itu.


Sementara itu ken menatap eka dengan tatapan yang sulit di artikan membuat eka salah tingkah di buatnya.


"Aku tau aku cantik, jangan menatapku seperti itu" ucap eka malu-malu membuat indra dan gama yang masih berada di sana pun ingin muntah seketika.


"Pfffft, ternyata kau sangat percaya diri ya nona" kata ken dengan senyum smirk nya namun tak membuat eka ketakutan sedikitpun.


"Kak ken, kan aku sudah pernah bilang kalo aku itu suka sama kakak!! Kok kakak ga pernah ngelirik aku sih" ungkap eka secara terang-terangan.


Indra dan gama saling pandang namun kemudian mereka berdua tertawa terbahak-bahak membuat eka bingung.


Bersambung~


Halo para reader tersayang, kalau ada typo atau rekomendasi langsung komen ke author yah! Kan author sebisa mungkin koreksi dengan ide-ide para reader. Terus dukung author juga yah!! Tanpa dukungan kalian, author bukan apa-apa hahaha.

__ADS_1


Happy reading para reader❤️


__ADS_2