Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
84


__ADS_3

"Iya bund, mereka sun sunan di depan aku. Marahin tuh bund" adu nathan tanpa dosa membuat kedua asisten itu gugup.


"Astagaaa, bisa-bisa nya kalian seperti ini. Hmz sepertinya aku harus menghukum kalian" ujar anata dengan senyum devil miliknya.


"Boleh kan aku menghukum mereka mas?" lanjutnya dengan tatapan genit miliknya.


Adnan hanya menganggukkan kepalanya memberikan izin membuat kedua asisten itu pasrah di buatnya.


"Kalian harus menikah" ucap anata dengan tegas dan singkat namun membuat keduanya tersentak kaget.


Menikah? What? Lucky yang di suruh menikah dengan farida yang notabenenya seorang pecinta sesama jenis langsung bergidik ngeri dan menolaknya secara mentah-mentah.


Begitupun dengan farida. Masa sih farida yang cantik nan sexy harus menikah dengan kulkas dua pintu? Oh no!! Mimpi buruk macam apa itu.


Kedua nya menolak secara mentah-mentah perjodohan itu. Namun apa buat. Jika anata dan adnan sudah bilang demikian maka keduanya tak bisa berkutik sedikitpun.


"Beri kamu waktu untuk saling mengenal!!" ucap keduanya seraya bersamaan.


"Baiklah, kami beri waktu 3 bulan. Dan serahkan pekerjaan kalian kepada sekertaris kalian hingga waktu 5 bulan. Anggap saja itu bonus honeymoon untuk kalian" ujar adnan panjang lebar seraya bangkit tuk memeriksa putrinya yang masih di bawah efek obat bius.


"Ciee yang bakal nikah" goda nathan tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Ck, kami tau kamu yang mendorong kami tuan muda" ketus lucky seraya menatap tajam pada nathan.


"Ayah dia memelototi ku" adu nathan pada ayahnya.


Sedangkan anata yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala seraya menyandarkan kepalanya di sofa.


"Sudah diam!! Sepertinya bunda kalian mengantuk" ucap farida yang sangat mengerti tentang anata.


"Tidak terlalu sih" lirih anata dengan mata yang tertutup.


"Mending kamu ke kamar aja gih. Sama nathan juga. Itung-itung tidur siang" titah adnan dengan pengertian.


Anata yang memang sudah mengantuk pun langsung mengangguk patuh dan membawa nathan bersamanya di ikuti farida yang mengawal anata.


......................


"Ayah haus" lirih tari yang baru saja sadar.


Dengan sigap adnan menyuapinya beberapa sendok air.


"Gimana kondisi kamu sayang? Ada yang sakit ga?" tanya adnan perhatian yang membuat hati kecil tari menghangat seketika.


"Perut tari sakit" ucapnya lirih dengan air mata.

__ADS_1


Adnan menganggukkan kepalanya dan meminta tari untuk tidak banyak bergerak.


"Bunda mana yah? Pengen sama bunda" pintanya merengek pada sang ayah.


"Sebentar lagi juga bundamu kesini nak, kamu sabar aja yah"


Adnan menggenggam tangan tari dan mengusap-usap pucuk kepalanya dengan lembut membuat tari yang terbuai pun perlahan-lahan kembali tidur.


ceklek


"Ayah tari udah sadar?" tanya anata yang tampak lebih cerah dari sebelumnya.


"Udah sayang, sini duduk"


Adnan menyuruh anata untuk duduk di pangkuannya namun tentu saja anata menolaknya karena takut farida ataupun lucky datang secara tiba-tiba.


"Sayang jika anita kembali apakah kita dapat berkumpul seperti ini lagi?" tanya anata yang ingin menghabiskan waktu nya bersama suami dan anak-anak nya.


"Tentu saja, karena kembalinya anita adalah kehancurannya. Dan nanti kamu tak usah menyamar oke" ujar adnan dengan persiapan yang sangat matang.


"Hm, baiklah. Tapi ku mohon jangan siksa dia, bagaimanapun dia tetap saudara kembarku" pinta anata pada adnan.


Adnan hanya menganggukkan kepalanya dan mengusap lembut kepala anata. "Tenang saja aku tak akan menyakitinya" ucapnya. "Namun aku tak bisa berjanji" lanjutnya dalam hati.


......................


"Hai anita" sapa anata dengan senyum manisnya.


Sedangkan adnan dan yang lainnya sibuk bertarung dengan zola dan timnya.


"Sudah ku duga kau adalah nova. Ckckck aku tak menyangka bahwa kau selicik ini nat" ujar anita seraya bersiap menyerang anata.


"Bukankah kau sendiri yang licik? Mendekati aku demi mendapatkan apa yang kau mau?"


"Sudahlah! Lebih baik kau menyusul ayahmu yang tega membuang ku dan adikku. Hiyaaa"


Anita langsung menyerang anata dengan seluruh kekuatannya. Namun anata yang memang pandai bela diri pun langsung menghindar dan menyerang kembali.


"Lebih baik kau menyerah saja nit, aku tidak ingin membuatmu terluka" ujar anata yang tak tega untuk melukai saudara kembarnya.


"Lebih baik aku mati daripada melihat kau bahagia terus, cuih!"


Anata yang memiliki kesabaran yang tinggi hanya bisa menghela nafas seraya mengunci pergerakan anita.


"Aku masih memberikan kau kesempatan nit" ucap anata sekali lagi seraya mengikat anita dengan tali wol yang lembut di kulit agar saudaranya itu tak kesakitan.

__ADS_1


"Aku yakin kau akan menemukan kehidupan yang lebih baik di perasingan" lanjutnya yang masih berbaik hati kepada anita.


"Kau terlalu baik sayang" ucap adnan dengan baju yang terkena cipratan darah. Tak lupa juga ia mengecup kening anata dengan tak tahu malu.


"K-kamu!! Kenapa kamu bisa melawan anak buahku?" tanya anita heran karena setahunya adnan masih berada dalam keadaan seperti sebelumnya.


"Ya karena aku sudah sembuh, hanya saja aku ingin mempertahankan gelar mister bodoh itu" ujar adnan dengan senyum smirk.


"Memang gelar itu bagus yah?"


"Tentu saja sayang, gelar itu adalah gelar kebanggaan ku"


Sontak ucapan adnan membuat anita memegang dahi sang suami. "Ga panas" gumamnya yang membuat adnan tertawa.


"Aku tidak sakit sayang, anggap saja ini penyamaran ku di dunia mafia" ujar adnan yang langsung di angguki anata.


"Maaf bos!! Sebaiknya kita membereskan kekacauan ini" ujar salah satu anak buah adnan.


"Bersihkan sampai tuntas, jangan ada jejak sedikitpun oke"


Anak buah adnan hanya menganggukkan kepalanya dan melakukan apa yang di perintahkan oleh sang bos.


"Ayo kita pulang sayang, aku masih ingin membuatkan adik untuk nathan dan tari" ajak adnan dengan tak tahu malunya membuat wajah anata bersemu merah.


"Anata!! Mungkin saja aku kalah hari ini, tapi percayalah aku akan mengganggu hidupmu lagi!! DENGAR ITU ANATA" teriak anita pada anata.


Namun adnan yang memang sudah menganggap anita keterlaluan hanya memberikan kode pada anak buahnya.


"Maafkan aku sayang, aku tak bisa membiarkan seseorang yang telah berbuat jahat pada orang yang aku sayangi terbebas begitu saja" gumam adnan dalam hati seraya menggenggam tangan anata.


......................


"Maafkan aku sayang, ternyata perusahaan lv sudah gulung tikar beberapa hari yang lalu" ujar adnan yang ceroboh karena tak memperhatikan perusahaan itu.


Anata hanya bisa menghela nafas kasar karena kini keluarga Lukyanova sudah benar-benar hancur tanpa sisa.


"Gapapa sayang, yang penting kita bisa hidup dengan tenang" ucap anata yang belajar mengikhlaskan semua harta yang di turunkan oleh leluhurnya.


"Iya sayang kamu benar. Dan daripada kita memikirkan harta yang tak terlalu banyak itu, mending kita buat adek bayi lagi aja"


"Jangan sekarang mas, masih sore loh" tolak anata secara halus dan malu-malu.


"Gapapa, semakin cepat kan semakin baik" ucap adnan seraya membuka kancing bajunya.


Dan....

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2