Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
15 (PDL)


__ADS_3

Ken langsung memukul nathan habis-habisan membuat ketiga temannya dan nathan kaget seketika.


"Ken apa-apaan lo?" bentak gama yang tak terima kalau nathan di pukuli habis-habisan.


"Gue cuman ngasih pelajaran buat pria brengshake kayak dia!!" sentak ken seraya menunjuk-nunjuk ke wajah nathan yang seolah tenang dengan pukulan ken.


brugh


Nathan tersenyum sinis pada ken dan menatapnya dengan tajam. "Yakin gue yang brengshake? BUKANNYA LO YANG BRENGSHAKE HAH?"


"LO YANG BRENGSHAKE!! BISA-BISANYA LO PER KO SA ADEK GUA!! LO BE JAD NAT!! LO BRENGSHAKE!!"


"SADAR DIRI LO KEN!! LO AJA NINGGALIN ADEK LO PENUH PENDERITAAN SEDANGKAN LO? LO MALAH HIDUP SEJAHTERA DENGAN KEKAYAAN YANG MELIMPAH!! KAKAK MACAM APA LO?" bela aiden yang tak terima nathan di salahkan.


"Gue ga jemput dia karena yang gue tau dia udah meninggal hiks"


Melihat ken yang menangis seketika aiden terdiam dengan rasa bersalahnya. Sedangkan nathan hanya diam dengan rasa bersalahnya pada luna.

__ADS_1


"Lo bodoh ken, gua ga nyangka sahabat gue sebodoh ini" ungkap indra yang kecewa dengan tindakan sahabatnya itu.


Tanpa mereka sadari, di balik tembok luna mendengarkan obrolan mereka dengan seksama. Tangisnya seketika pecah mendengar teman sang suami yang ternyata kakak kandungnya telah menganggapnya tiada. Apakah karena ia tak penting sehingga membuat mereka tak menginginkan keberadaan nya?


"Hiks, seharusnya aku mat* saja, untuk apa aku hidup tetapi orang-orang menganggap ku telah tiada hiks" tangis luna yang membuat laura yang tak mengerti apa-apa pun menangis dalam diam.


"Hey kau kenapa?" tanya nathan seraya berusaha mendekati luna yang menangis memeluk laura.


Luna yang terkejut dengan kehadiran nathan pun langsung menghapus air matanya seraya mencoba tersenyum pada pria yang telah merenggut mahkota nya.


"Tidak apa-apa" elaknya dengan penuh kebohongan.


"Hiks kenapa kau turun? Apa kau mau menyusahkan ku?" tanya luna dengan suara parau membuat nathan lagi-lagi tersenyum.


"Aku tau kau menguping pembicaraan kami" ucap nathan santai namun membuat luna kaget karena telah ketahuan.


"Bagaimana bisa kau tau?" tanya luna tak percaya.

__ADS_1


"Rumah ini bukan rumah kedap suara sayang, lagipula itu adalah hal yang mudah di tebak" jawab nathan seadanya namun membuat luna menangis.


"Hey kenapa kau menangis?"


"Hiks p-pasti kau akan membuang ku setelah ini hiks, gapapa kok mas kalo mas pengen ngebuang luna dan bayi-bayi ini hiks luna gapapa kok huaaa"


Nathan yang bingung dengan ucapan luna pun menggaruk tengkuknya tanpa berniat menjawabnya membuat luna semakin over thinking.


"Tuh kan bener mas mau ngebuang luna huaaaa"


Nathan yang mendengar itupun sontak merengkuh tubuh luna dan menyuruh luna duduk di pangkuannya. Awalnya luna menolak namun karena paksaan dari sang suami akhirnya luna pun menurut.


"Tenanglah lun, mas ga kan buang kamu. Toh kamu sedang hamil anak mas, lagipula mas juga udah mulai mencintai dan menerima kehadiran kamu sayang" ujar nathan panjang lebar membuat tangis luna perlahan-lahan berhenti.


"Mas gakan ninggalin aku kan?" tanya luna sekali lagi.


Nathan hanya menganggukkan kepalanya dan menge cup pipi luna. "Aku mencintaimu LUNA SAGITA ALVARES"

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2