Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
24 (PDL)


__ADS_3

Sontak mereka menoleh ke arah sumber suara. Terlihat sebuah pria paruh baya yang sepertinya awet muda menuruni tangga.


Viona dan tari yang melihatnya pun langsung berlari ke arahnya dan memeluknya dengan erat.


"Inget pulang juga kalian" sindir adnan seraya membalas pelukan kedua putrinya.


"Iya nih yah, suami kak tari jahat makanya kita kabur" ucap viona dengan polosnya yang membuat tari membelalakkan matanya dan menutup bibir sang adik.


"Ah ternyata dia tak berubah" kata adnan dengan tenangnya membuat tari merinding seketika.


"Aku menyesal telah mencintainya ayah" lirih tari


Adnan menganggukkan kepalanya dan melewati kedua putrinya.


"Kemarilah menantuku" titah adnan seraya merentangkan kedua tangannya.


Luna melirik ke empat pria di depannya. Keempatnya menganggukkan kepalanya dan seketika luna pun berada di pelukan adnan. Memang cukup berlebihan, namun adnan sudah berjanji akan menganggap luna seperti putri kandungnya.


"Nyaman" gumam luna dalam hati.


Setelah beberapa saat pelukan itupun terlepas. Semua orang langsung pergi ke ruang keluarga kecuali tari dan viona yang memang letih karena perjalanan mereka.


"Bunda mana yah?" tanya aiden seraya celingak-celinguk mencari keberadaan bunda anata.


"Ayah kurung di kamar, kalo ngga gitu pasti putra ayah yang manjah itu bakal nemplokin dia terus" sinis adnan yang membuat aiden menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

__ADS_1


"Makanya jangan nemplokin bunda terus" ceramah ken yang langsung di hadiahi lemparan bantal.


"Halo kakak-kakak ku tersayang" sapa viola yang baru pulang bersama anata.


"Ih ada kakak ipar" pekik viola girang seraya memeluk luna dengan eratnya.


Adnan yang melihat kedatangan anata pun merentangkan tangannya pada sang istri. Dan


"Awwww bund sakit" pekik adnan seraya berusaha melepaskan tangan bunda anata dari telinganya.


"Anak baru pulang bukannya di suruh istirahat malah di ajak ngegibah, aneh kamu mah" omel anata kesal.


"Mom masa tadi ayah ga bolehin aiden ke kamar, padahal aiden pengen tidur loh mom" adu aiden yang membuat anata semakin kesal pada sang suami.


"Ngga bund, dia bohong" elak adnan dengan tatapan tajam pada aiden.


"Udah mending kalian istirahat gih, kalian pasti lelah" tutur anata yang langsung di angguki aiden dan yang lainnya.


"Oh ya buat menantunya bunda, kamu istirahat di kamar nathan yah" lanjutnya lagi pada luna.


Luna menganggukkan kepalanya dan menggandeng tangan sang abang menuju kamar nathan.


"Ini kamarnya dek, kayaknya sih di dalem udah ada baju kamu deh"


"Kok bisa?" tanya luna tak percaya. Pasalnya ia baru disini, masa tiba-tiba sudah ada bajunya. Aneh kan?

__ADS_1


Ken mengangguk dan menyuruh luna tuk masuk ke dalam dan beristirahat.


......................


"Rumah ini sepi tanpanya" guman nathan yang merasa kesepian.


Ia mengambil ponselnya dan mengscroll galerinya. Jari nathan berhenti mengscroll ketika melihat foto sang istri yang sangat manis.



Ah sangat manis, membuat author iri saja.


Nathan mengusap foto luna dengan ibu jarinya. Namun secepat mungkin ia sadar, ia masih mencintai RIZQIA!!


"M-maaf kan aku lun, aku belum bisa menerimamu karena aku masih mencintai masalalu ku. Kau tahu? Aku tak mudah menerima orang baru, maafkan aku lun" gumam nathan penuh sesal seraya mematikan ponselnya.


"Apakah aku harus kembali ke kota?" tanyanya pada diri sendiri.


Bersambung~


Kenalan sama papa nathan yuk



Senyumnya manis bahh, author sampe terpesonah

__ADS_1


Nathan ; "Iya dong, pesona gue gitu loh 😎"


Dihh🙄


__ADS_2