Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
65 (Revisi)


__ADS_3

Usay beberapa menit di perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit internasional LV. Di sana sudah ada asisten bunda nana yang menyambut mereka.


"Selamat siang menjelang sore tuan dan nona" sapa asisten bunda nana pada keluarga tersebut.


"Pagi juga paman" balas nathan dan tari serempak.


"Apakah kamu sudah mengurus administrasi pengobatan tuan rendy?" tanya bunda nana pada asisten nya.


"Sudah nona, mari saya antar ke ruang perawatan tuan rendy" ucap asisten bunda nana seraya mempersilahkan mereka untuk berjalan terlebih dahulu.


"Kau tidak usah menemani kami, aku tak mau kamu meminta libur lebih lama gara-gara ini" canda bunda nana pada asistennya.


Asistennya hanya terkekeh mendengar penuturan bunda nana dan izin pamit untuk pulang dan menemani sang istri yang sedang masa pemulihan.


ceklek


Nathan membukakan pintu ruangan tersebut dan menyembulkan kepalanya melihat keadaan di dalam ruangan tersebut. Tari yang melihat sang abang melakukan aksi konyol pun mengikuti apa yang dilakukan abang nya.


"Kalian ngapain?" tanya bunda nana heran dengan tingkah laku kedua anaknya.


"Ikutan ih" seru adnan seraya ikut menyembulkan kepalanya.

__ADS_1


Bunda nana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah ketiga nya dan membukakan pintu lebih lebar membuat ketiganya hampir terjatuh.


"Ih bundaaa" tari yang awalnya ingin tahu apa yang dilakukan sang abang langsung kesal ketika sang bunda membukakan pintu lebih lebar dan masuk ke dalam tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Daripada ngintip mending langsung masuk aja" ucap bunda nana seraya terkekeh.


Bunda nana yang sudah cukup menjahili anaknya pun mendekati ranjang paman rendy dan menciumi lengan paman rendy yang sedang tertidur pulas.


"Ish kok malah tidur? Adnan kan pengen main" ucap adnan sambil cemberut membuat tari melotot kesal pada sang ayah.


"Ayah bibilna jaga thalo nda bathal tali gunting bibilna" ucap tari dengan nada kesal namun terlihat menggemaskan di mata sang bunda.


Translate : Ayah bibirnya jaga kalo ngga bakal tari gunting bibirnya


Tari yang mendengar celetukan sang bunda hanya bisa pura-pura malu padahal ia senang di bilang gemas oleh sang bunda.


"Dia bukan cemberut bund tapi pengen di puji" ucap nathan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang adik.


Bukannya takut, nathan malah membalas tatapan tari dengan tatapan datar miliknya. Entah sejak kapan nathan yang awalnya sangat hangat pada adiknya malah menjadi datar.


"Apa?" tantang nathan yang membuat mata tari berkaca-kaca.

__ADS_1


"Jangan lebay dek, mentang-mentang bunda udah balik" ucap nathan yang tak suka dengan sang adik yang menurutnya terlalu mencari perhatian dari sang bunda alias caper.


Bunda nana yang melihat kedua anaknya beradu mulut pun hanya bisa menghela nafas dan menarik kedua anaknya untuk ikut duduk di sofa bersamanya.


"Nathan coba bunda tanya, apa iya kalau tari lebay karena suka caper sama bunda?" tanya bunda nana yang ingin anaknya kembali akur seperti semula.


Nathan menganggukkan kepalanya dengan pasti membuat isak tangis tari pun keluar.


"Coba bunda tanya lagi, umur kalian berapa tahun?"


Nathan berpikir sejenak kemudian ia mengangkat ke lima jarinya. "Umur kami mau ke lima tahun bunda" jawab nathan seadanya.


Bunda nana tersenyum dan mengelus kepala kedua anaknya. "Nah itu nathan tau, umur kalian tuh masih terbilang sangat muda dan masih pantas untuk bermanja-manja pada orang tuanya. Coba nathan search di ponsel ini, saat umur berapa kita harus beranjak dewasa" ujar bunda nana seraya menyerahkan ponsel miliknya yang daritadi ia genggam.


"Tidak usah bunda, pasti jawabannya adalah 13 tahun ke atas" ucap nathan yang memang pernah mengsearching pertanyaan tersebut pada Mr. G


"Nah itu nathan tau, sekarang bunda harap nathan tak mengomentari tari lagi yang suka dekat sama bunda oke, dan nathan juga jangan terlalu dewasa sebelum waktunya. Bukankah bunda pernah bilang bahwa bunda sudah kembali?" jelas bunda nana panjang lebar membuat nathan yang mendengarnya pun menundukkan kepala dan meminta maaf pada sang adik.


'Dia sangat tegas meski banyak istilah yang salah namun ia bisa mengatasi itu dengan tenang. Sekarang aku percaya bahwa adnan berada di tangan yang tepat' batin paman rendy yang pura-pura tidur.


Bersambung~

__ADS_1



__ADS_2