Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
74


__ADS_3

Pagi harinya.


Adnan terbangun lebih awal daripada semua. Ia duduk dan menatap kedua anak-anaknya sangat intens. Tanpa sadar adnan tersenyum melihat kemiripan putranya dengan dirinya.


"Dia sangat mirip denganku" gumam adnan dalam hati.


Ceklek


Perlahan-lahan pintu ruang rawat terbuka dan menampakkan anata yang menyembulkan kepalanya.


"Apa mereka masih tidur?" tanya anata dengan nada pelan agar kedua anaknya tidak terbangun karena suaranya.


Adnan menganggukkan kepalanya dan memberikan isyarat agar anata mendekat.


Dengan perlahan anata mendekat pada adnan dan duduk di sisi ranjangnya.


"Apa rencana mu untuk mengatasi adik kembarmu?" tanyanya seraya menggenggam salah satu tangan anata.


"Aku akan mengembangkan perusahaan dan setelah itu menyerang klan mafia yang ia punya" jawab anata.


"Itu akan sangat lama" protes adnan yang tidak suka berada di dekat kembaran sang istri (dalam mata hukum).


"Mau bagaimana lagi? Melawan ia tak cukup hanya tenaga, kita juga membutuhkan uang untuk melawannya. Kau kan tahu kalau dia menguasai perusahaan keluargaku" jelas anata panjang lebar.


Adnan terdiam sesaat, namun di detik kemudian ia meminjam ponsel anata.


"Buat apa kak?" tanya anata dengan alis mengkerut.


"Buat menghubungi seseorang na" jawabnya dengan tak sabaran.


Seketika anata teringat dengan sesuatu yang berada di tasnya. Dengan cepat ia mengambil benda itu dan menyerahkannya kepada adnan.


"Itu buat kamu nan, biar nanti kita ga kesulitan buat berhubungan, di situ sudah ada no ku dan juga no nya asisten pribadi ku farida"


"Oalah oke, thanks hpnya"


"Ya"


Adnan mengotak-atik hp itu. Dan kemudian ia menelpon seseorang menggunakan ponsel itu.


"..."


"Ini aku adnan"


"...."


"Ya aku sudah sembuh, bisakah kau bantu istriku?"


"..."


"Ya, aku sudah mempunyai istri. Dia sedang mempunyai masalah dengan saudara kembarnya. Aku akan membantu dia menggunakan kekuasaan ku itu"


"..."


"Terimakasih sudah menjaga perusahaan ku selama ini, kau akan ku berikan bonus yang sangat besar"


"..."

__ADS_1


"Ya"


Anata hanya mendengar pembicaraan adnan di telpon sembari menerka-nerka siapa yang menghubungi suaminya.


"Nah jadi masalah ini cepat selesai nya" ucap adnan pada anata setelah panggilan itu terputus.


"Kau menghubungi siapa kak?" tanya anata penasaran.


"Ada deh" jawab adnan usil.


"Haish kau menyebalkan" seru anata seraya pergi karena hari sudah mulai pagi.


"Hey kau mau kemana?" tanya adnan saat anata hendak membuka pintu.


"Pergi, hari sudah mulai pagi. Aku takut adikku itu akan muncul bagaikan hantu" ujar anata sebelum pergi.


"Dia sangat aneh, gada ucapan bosa-basi untuk pergi kah? Kenapa harus nyelonong pergi gitu aja? Ckckck" gerutu adnan dengan nada pelan.


Namun beberapa detik kemudian ia kaget melihat anita yang masuk.


'Pantas aja anata pergi tanpa bosa-basi, ternyata ada anita' batin adnan seraya pura-pura seperti orang yang baru bangun tidur.


"Selamat pagi nanan" sapa anita dengan nada centilnya.


"Hoek aku ingin muntah" komentar adnan dalam hati.


"Pagi juga nana" adnan membalas sapaan anita dengan senyuman yang senatural mungkin.


"Nanan bangun daritadi?" tanya anita dengan suara yang cukup keras membuat nathan dan tari terusik dari tidurnya.


"Hum"


"Selamat pagi ayah, bunda" sapa nathan dan tari seraya mengucek matanya yang terasa berat.


"Pagi juga nathan, tari" balas adnan dan anita.


"Eh btw kalian lapar ga? Mau bunda pesenin apa?" tanya anita so perhatian meski di dalam hati mengomel aktingnya yang cukup berlebihan.


"Roti aja bund"


"Tali juga"


"Adnan juga"


Anita hanya tersenyum tipis dan bangkit untuk menelpon seseorang yang akan membawakan makanan untuk mereka.


"Selamat makan" ucap anita seraya menghidangkan berbagai macam makanan.


"Nathan tolong suapin ayah" pinta adnan dengan manjanya.


Nathan yang hendak duduk di sofa pun hanya mengangguk dan mengambil makanan untuk sang ayah.


"Udah biar bunda aja yang nyuapin ayahmu" ucap anita seraya merebut makanan yang berada di tangan nathan.


'Uh wanita iblis ini mirip siluman' batin nathan seraya memikirkan bagaimana caranya mengambil makanan tersebut dengan alasan yang tidak mencurigakan.


"Tapi adnan pengennya di suapin nathan" rengek adnan pada anita membuat nathan seketika tersenyum cerah.

__ADS_1


Anita yang mendengar itu pun dengan kesal memberikan makanan itu pada nathan dan kembali duduk bersama tari yang sedang menikmati sarapannya.


'Andai aja dia ga ganteng dan aku ga balas dengan sama annata, mana mau aku di giniin' batin anita menggerutu.


......................


Seminggu telah berlalu, kini adnan kembali pulih dengan kegeniusannya yang kembali padanya.


Selama seminggu penuh, adnan dan anata berinteraksi hanya di tengah malam. Rencana demi rencana telah tersusun oleh keduanya dengan baik. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk memulai rencana tersebut.


"Permisi nyonya, perkenalkan saya nova" sapa anata dengan penyamaran barunya.


Adnan yang melihat make up anata yang dempul dan terlihat culun hanya menahan tawanya.


'Dia sangat lucu jika berdandan seperti itu' batin adnan seraya memperhatikan anata.


"Kamu kepala pelayan yang dikirim oleh asistenku ya?" tebak anita menatap penampilan anata dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Iya nyonya"


"Ya sudah, kamu mulai kerja hari ini. Gaji dan apa aja yang harus kamu kerjakan sudah ada di kontrak ya" ujar anita dengan nada ketus membuat semakin lama ia semakin terlihat sebagai anita bukan anata.


'Makin lama sifatnya mulai keluar' batin nathan yang melihat hal itu dari tangga.


"Baik bu" patuh anata seraya berlalu ke dapur sesuai petunjuk dalam peta rumah tersebut.


"Nana adnan haus! Adnan mau ambil minum dulu ya" ujar adnan mencari-cari alasan.


"Ya udah sana, lagipula ada nova di dapur" ucap anita dengan pandangan yang tetap ke ponselnya.


Adnan hanya mengangguk dan berlalu pergi ke dapur. Sedangkan nathan yang mengawasi dari tangga kembali ke kamarnya.


"Syukurlah dia ga curiga" ucap adnan pada anata dengan senyum leganya.


Anata hanya mengangguk dan tersenyum pada adnan.


"Semangat ya kerjanya!! Lanjutin rencana kita, jangan sampai anita curiga pada kita oke?"


"Sip lah adnan, tata bakal usaha biar rencana kita berhasil"


cup


"Semangat ya" seru adnan seraya memberikan kecupan di pipi anata.


Blush


Seketika anata mematung namun di detik kemudian pipinya merona semerah tomat.


"Ciee yang ngeblush" goda adnan seraya mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


"Ih kak adnan mah gitu" kesal anata sambil berusaha menyembunyikan rasa malu karena di goda oleh adnan.


"Gitu gimana? Kurang gitu di itu nya?" tanya adnan pura-pura tak mengerti dengan senyum menyebalkan miliknya.


Anata yang sudah tak tahan di goda terus langsung pergi meninggalkan adnan membuat adnan tertawa tanpa suara karena gemas dengan kelakuan anata.


"Kamu sangat lucu anata, beruntung nya aku di miliki olehmu ketika semua orang menjauhi ku" gumam adnan pelan dengan senyum amatir miliknya.

__ADS_1


Bersambung~



__ADS_2