Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
3 (PDL)


__ADS_3

"Seharusnya kau berterimakasih pada putriku nona, jika bukan karena putriku maka kau tak akan seperti ini" ujar nathan dengan nada ketus.


"Hiks tapi gara-gara kau, aku harus hidup bersama anak yang aku kandung hiks" ucap luna seraya menangis sedih.


Nathan yang mendengarnya pun langsung menatap luna dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.


"Kau hamil di luar nikah?"


Sontak ucapan nathan membuat luna semakin menangis.


"A-aku di perkos* seseorang dan di buang oleh tunanganku ke sini hiks"


Kali ini nathan terdiam seketika. Ia jadi teringat gadis yang jadi pelampiasannya beberapa minggu yang lalu. Gadis yang ia renggut mahkotanya dalam keadaan sama-sama tak sadar.


"Apakah dia gadis yang aku cari?" tanya nathan dalam hati seraya mengingat-ingat mimpinya 3 hari yang lalu.


Flashback on


"Hai mas" sapa seorang wanita yang menggendong dua bayi sekaligus di tangannya.


"Kau siapa?" tanya nathan heran karena tak ingat dengan wanita di depannya. Terlebih sepertinya usianya lebih muda daripada usia adiknya.


"Ah ternyata kau tak ingat aku, kau memang begitu kejam" ujar wanita itu lagi dengan senyum miris.


"Ku tanya sekali lagi, siapa kau?"


"Aku gadis yang telah kau renggut paksa mahkotaku!! Bahkan dengan teganya kamu meninggalkan benihmu dalam rahimku"


"Tunggu, apa kau gadis yang di hotel itu?" tanya nathan lagi.

__ADS_1


"Jika kau ingin tahu jawabannya, maka datanglah ke kota b dan kau akan bertemu denganku jika itu takdir. Aku akan pergi" ucap wanita itu seraya menghilang.


Nathan yang awalnya mengejar wanita itu pun lama kelamaan terbangun dari mimpi itu.


"Ya aku harus ke sana, aku ingin memastikan gadis itu tak mengandung anakku!!"


Flashback off


"Kasian mamah, papa ayo bawa mama ke lumah kita" pinta laura dengan tatapan pupy eyes membuat nathan tak kuasa untuk menolaknya.


"Hm, terserah mu saja sayang"


......................


"Maaf lumahnya kecil mama, tapi mama boleh tidur sama laula kok. Kamal laula lumayan gede buat kita beldua" ujar laura dengan riangnya.


"Tidak, laura akan tidur sama papa. Dan buat kamu?"


"Dan buat kamu luna, kamu tidur di kamar anak saya dan tolong jangan panggil saya om karena saya bukan om mu"


"Ekhem, b-baik mas"


"Hm"


"Mama ayo sini, laula tunjukin kamal laula" ajak laura seraya menarik tangan luna.


Nathan yang melihatnya pun geleng-geleng kepala dengan tingkah sang anak. Sebegitu rindunya kah dia pada ibu nya?


"Hahhhh dia memang bukan anakku, tapi aku sangat menyayangi nya. Semoga dia tetap bersamaku" gumam nathan seraya tersenyum miris ketika melihat anaknya yang hendak di tampar oleh ibunya saat berusia satu tahun.

__ADS_1


Flashback on


"Mama mamaa"


Laura kecil menangis karena haus dan lapar membuat istri nathan yang bernama rizqia kesal dan hendak menamparnya.


"Mau apa kamu pada putriku?" cekal nathan seraya menatap tajam pada rizqia yang keram di sapa dengan panggilan qia.


"Putrimu berisik, suruh dia diam!! Aku sedang tak ingin di ganggu tau!!" ujar qia dengan nada membentak membuat nathan menatapnya dengan tajam.


"Hey!! Ibu macam apa kamu? Putri menangis bukannya di tenangkan malah akan di tampar"


"Heloww!! Harusnya aku yang bilang seperti itu!! Lihat saja kamu, kakimu saja lumpuh. Cuih tak sudi aku melihat mu"


tok tok tok


Di tengah keributan itu, rumah nathan di ketuk. Dan dengan wajah bahagia qia membukakan pintu.


"Hai sayang" sapa qia seraya menggandeng tangan pria itu.


Pria itu tampak mengelus kepala qia membuat nathan marah seketika.


"Qia apa yang kau lakukan!!" bentak nathan yang sudah tersulut emosi.


Dengan senyum sinisnya qia melemparkan kertas gugatan cerai dan kertas tes dna sekaligus mengusir nathan dari kediamannya.


Di sepanjang jalan nathan menatap nanar kertas dna itu dimana berisikan bahwa laura sebenarnya bukan anak kandung dia.


Flashback off

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2