Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
80


__ADS_3

Malam pun menjelang.


Semua orang tengah bersantai di ruang keluarga sebelum masuk ke kamarnya masing-masing.


Anata yang di suruh oleh adnan untuk pergi terlebih dahulu ke tempat acara pernikahan mereka langsung izin pada anita. Dengan sedikit kebohongan, akhirnya anata berhasil keluar dari mansion.


"Ish kak adnan nyebelin" desis anata ketika di dandani oleh mua.


"Itu tandanya suamimu sayang ama kamu jeng" ucap pria gemulai yang mendadani anata.


Anata hanya diam tak menjawab dan fokus pada cermin di depannya. Hingga tiga jam kemudian anata pun selesai di make up.


"Wah cantik banget pahatan tuhan yang satu ini, eike aja sampai pangling loh jeng" pujinya yang puas dengan hasil karyanya.


"Makasih" ucap anata seraya menyingkapkan gaunnya yang menutup jalan.


"Sama-sama jeng, sini eike bantu ke bawah" ajak pria gemulai itu seraya menggiring anata.


Anata hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan dengan pria gemulai yang membantu memegangi gaunnya.

__ADS_1


"Wah indah banget, aku ga nyangka kak adnan yang nyiapin ini" gumam anata yang terpukau dengan persiapan yang ada.


Hingga beberapa menit kemudian ia di panggil masuk ke tempat dimana yang akan menjadi saksi bisu pernikahan nya yang kedua kali.


"Cukup ramai" gumam anata yang melihat farida, paman ali, asisten adnan yang bernama reza, dan beberapa orang kepercayaan mereka.


Namun saat menatap ke depan, tatapan anata dan anata terkunci. Mereka berdua saling mengagumi keindahan ciptaan tuhan di depannya. Dimana anata yang berbalut gaun pengantin berwarna merah muda dengan riasan tipis yang membuatnya tampak memukau dan juga adnan yang berbalut jas berwarna senada dengan gaun anata.


"Udah woyy jangan pandang-pandangan mulu" teriak farida yang bosan melihat kedua pengantin yang terus-terusan saling adu pandang.


Reza yang berada di samping farida langsung menyumpal mulut farida dengan sapu tangannya.


"Reza lepaskan sapu tanganmu dari mulutnya" titah paman ali yang melihat farida yang sepertinya kesulitan bernafas.


"Hm"


Reza melepaskan sapu tangannya dan farida pun bisa bernafas dengan lega.


"Ayo mulai lagi acaranya" ucap paman ali yang melihat kedua pengantin itu malah malu-malu kucing.

__ADS_1


Adnan menganggukkan kepalanya seraya tersenyum dan acara pemberkatan pun di mulai sesuai agama kedua pengantin.


Acara berlangsung dengan sederhana sesuai permintaan anata. Hingga beberapa jam kemudian acara pun berakhir dan kedua pengantin pun masuk ke dalam kamarnya.


"Sebaiknya kau mandi dulu sebelum kita memulai malam pertama kita" ujar adnan seraya menurunkan resleting gaun anata.


Dengan gugup anata mengangguk kepalanya dan masuk ke kamar mandi. Hingga beberapa saat kemudian anata menyembulkan kepalanya dan menatap adnan yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Ada apa?" tanya adnan yang menyadari keberadaan anata.


"Bisa tolong ambilin piyama sama roti jepang ga mas? Sepertinya tamu bulanan ku datang" ujar anata dengan senyum kikuknya.


Adnan hanya bisa menghela nafas panjang dan menatap sang adik kecil yang sudah tegang saat melihat punggung mulus milik anata.


"Sabar ya jon, malam ini kita nyolo dulu. Si jeninya lagi keujanan" gumamnya lirih seraya beranjak mengambil permintaan anata.


"Nih, jangan lama-lama ya! Mas juga mau mandi" ucap adnan seraya menyerahkan barang yang di pinta anata. "Sekalian nyolo juga" lanjutnya di dalam hati.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2