
Setelah mengganti baju adnan, texsing memutuskan untuk menitipkan adnan pada ibunya.
"Ibu nitip om adnan ya!! Texsing mau ke rumah sakit dulu buat nganterin baju ayah" ujarnya dengan senyum manis.
"Eh kok ibu sih? Titipin aja ke orang lain!! Ibu males kalo harus jagain dia" ujar bi surti menolak mentah-mentah.
"Jagain om adnan atau aku aduin sama ayah" ancam texsing pada ibunya.
Seketika bi surti pun memilih untuk menjaga adnan di bandingkan di adukan kepada sang suami.
"Om sama ibu dulu ya!! Nanti texsing kabarin nathan buat ke rumah jemput om" ujar texsing sekalian pamit pada adnan.
Mau tak mau adnan menganggukkan kepalanya dan menunggu sang anak untuk menjemputnya dengan nenek sihir yang berada di sampingnya.
Namun sebelum texsing berangkat, texsing memakaikan adnan sebuah bros yang membuat bi surti curiga. Namun sebisa mungkin bi surti tak menggubris pikirannya.
"Jangan nakal ya om" pesan texsing pada adnan sebelum benar-benar pergi.
"Heh kamu diem di sini ya!! Jangan ngacauin kalau nggak awas aja" ujar bi surti mengancam sebelum masuk ke dalam rumahnya.
"Huhhh kenapa harus sama si nenek sihir itu sih? Nenek sihir itu kan nyeremin" gerutu adnan yang sepertinya memiliki dendam pribadi dengan bi surti. "Nana cepet balik... Adnan kangen" lanjutnya sendu.
__ADS_1
......................
Sesampainya di sekolahan, tari membenahi penampilannya dan masuk ke dalam sekolah dengan sang abang yang menuntunnya.
Dan seperti biasa, kedatangan nathan akan menjadi sorotan para murid-murid yang genit. Namun jika di gubris bukan nathan namanya.
"Ish janan pelnah genitin Abang athu" geram tari pada murid-murid yang selalu genit.
Nathan hanya tersenyum tipis melihat pawangnya yang lucu itu.
"Suruh siapa Abang mu ganteng kayak kak vyano" balas salah satu anak yang bertubuh gemuk.
"Uh jadi kangen kak vyano" timpal murid yang lainnya.
"Siapa kak vyano?" tanya nathan dengan suara bariton miliknya dan seketika tari pun terkejut seraya menutup mulutnya.
"Ow ow tetahuan" gumamnya dalam hati.
"Jawab abang dek" ucap nathan dengan nada dingin karena sang adik yang tak kunjung menjawab.
Mendengar nada dingin dari sang abang , tari langsung mendadak gugup untuk menjawab apa. Akan tetapi jika tidak di jawab maka sang abang pasti akan terus memaksanya.
__ADS_1
"Eum itu.... itu tucing ang athu cuta bang" jawab tari berbohong karena takut sang kakak murka jika ia tahu kalau dirinya memiliki seorang gebetan.
"Taliiiiii-!!!!" Seketika suara cempreng langsung terdengar di telinga tari. Rupanya dia adalah adik vyano sekaligus teman sekelas tari yang baru pulang liburan bersama keluarganya.
Tari menoleh ke sumber suara itu sambil tersenyum kikuk karena takut anak itu marah dan tidak mengizinkannya untuk mendekati vyano lagi.
Nama anak itu adalah Airin Grance Anata Leonard (Anak Vliara & Axelo di Novel Istriku ternyata seorang CEO) . Anak itu sangat populer di sekolahan karena parasnya yang cantik meski masih cadel dalam berbicara.
"Ailin" gugup tari.
Seketika nathan menoleh ke arah gadis itu dengan wajah datarnya. Meski nathan tahu bahwa gadis itu adalah anak dari keluarga terpandang namun tetap saja nathan mengklaim jika anak itu adalah orang yang tak penting di hidupnya.
"Thamu tenapa natain tata athu tucing hah? thatanya thamu cuta cama tata athu tenapa thamu malah bilang talo tata athu tucing hah" kesal anak itu sambil berkacak pinggang.
"Hah? suka?" gumam nathan dengan tatapan tak percaya.
glek
'Ciap-ciap tena malah' batin tari ketakutan
Bersambung~
__ADS_1