
tring
^^^Ayah^^^
^^^Ayah kecewa padamu nak, tak di sanggka anak ayah yang selalu ayah banggakan akan berbuat seperti itu 😊^^^
Pesan singkat dari sang ayah membuatnya menangis dalam diam. Andai saja waktu bisa berputar kembali, ingin sekali nathan memperbaiki segalanya. Namun apa boleh buat? Mungkin ini sudah takdir yang harus di jalani nathan.
Maafkan aku ayah
Nathan langsung membalas pesan sang ayah dengan berderai air mata karena tak sanggup menahan rasa sesak di dadanya.
^^^Ayah^^^
^^^Bawa saja calon menantu ayah kemari, ibumu sudah menantikan itu. Ayah tau gadis itu sudah bersamamu meski gadis itu tak tahu bahwa ayah dari anak-anak yang di kandung nya adalah kamu.^^^
Baik ayah
Setelah itu pun nathan mematikan ponselnya dan pergi tidur
......................
...Huek huek...
__ADS_1
...Nathan yang hendak pergi mandi langsung berusaha menjalankan kursi rodanya dengan cepat ke arah kamar mandi setelah mendengar suara orang yang sedang muntah-muntah. Dengan sigap nathan memijit tengkuknya membuat sang empu meliriknya seketika....
"Kau tak apa-apa?" tanyanya dengan nada penuh kekhawatiran.
Luna menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dan terduduk lemas di lantai membuat nathan iba di buatnya.
"Andai saja aku tak lumpuh, mungkin aku sudah menggendongnya" gumam nathan dalam hati seraya mengelus-elus kepala luna.
"Ayo bangkit, aku akan membuatkan mu teh hangat" ucapnya seraya tersenyum pada luna yang tampak lemas.
"Eumm, bolehkah jus lemon saja?" tanya luna dengan ragu karena takut di anggap tak tahu diri oleh nathan.
Awalnya nathan hendak menolak, akan tetapi ia teringat ucapan sang ayah ketika bundanya mengidam.
"Kamu ngidam?"
Dengan polos nathan mengatakan itu. Luna yang memang sudah sangat menginginkan jus lemon pun menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.
"Baiklah, ayo ikut aku"
Keduanya pun pergi ke dapur. Di sana luna tak henti-hentinya menatap nathan. Entah mengapa pesona nathan sangat-sangat membuatnya terpesona sehingga tak bisa berpaling darinya.
"Bagaimana bisa dia mempesona seperti itu? Padahal umur dia terlihat hampir 35 tahun" gumam luna yang menganggap nathan sudah tua karena tampangnya yang brewok namun membuat auranya semakin terpancar.
__ADS_1
"Ini, teh lemon nya sudah siap. Maaf kalo rasanya tidak enak" ucap nathan seraya tersenyum canggung.
Luna hanya menganggukkan kepalanya dan meminum jus lemon buatan nathan. Enak dan segar, itulah yang luna rasakan. Entah memang doyan atau kehausan, dalam sekali teguk jus itu langsung habis membuat nathan yang melihatnya geleng-geleng kepala.
"Cara minum mu itu seperti adikku viona (kembaran viola dan vito)" ucap nathan tiba-tiba.
"Oh ya? Lalu dimana adikmu sekarang?" tanya luna penasaran dan ingin bertemu dengan viona.
"Viona ikut dengan saudara kembar ku kuliah di luar negeri" jawab nathan seraya mengingat wajah ceria dari adik nya.
"Pasti kau sangat menyayanginya" tebak luna yang membuat nathan tersenyum dan mengangguk.
"Ah pasti akan seru jika aku bertemu dengannya" lanjut luna yang bersemangat.
"Ahaha, kau sangat bersemangat. Oh ya, apakah keluargamu tidak mencarimu?" tanya nathan tiba-tiba membuat luna hendak menangis.
"Eh, maafkan aku"
"Tidak apa-apa mas, lagipula aku sudah di buang oleh keluargaku setelah mereka mendapat harta warisan yang seharunya milikku dari kedua orang tua ku" ujar luna yang mulai terbuka dengan nathan.
"Tenang saja, kau pasti akan mendapatkan hartamu kembali" ucap nathan seraya menggenggam tangan luna dan jangan lupakan senyum smirk nathan yang tak terlihat karena kumisnya yang cukup lebat.
Bersambung~
__ADS_1