Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
59 (Revisi)


__ADS_3

Sesampainya, di lantai 3 terlihatlah kolam renang yang cukup besar dengan beberapa ruangan yang berada di lantai tersebut.


"Malam queen" sapa para pawang si gemoy ketika melihat bunda nana yang baru saja sampai di sana.


Bunda nana membalas sapaan tersebut dengan deheman dan mengalihkan pandangannya mencari si gemoy.


"Apa si gemoy berada di kamarnya?" tanya bunda nana saat melihat hanya pintu kamar si gemoy saja yg tertutup.


"Iya queen, saya rasa si gemoy sedang bermain sebelum tidur" jawab salah satu pawang si gemoy.


Bunda nana mengangguk dan melangkahkan kakinya menuju kamar si gemoy.


ceklek


Para pawang si gemoy membukakan pintu kamar si gemoy sehingga terlihatlah kamar bernuansa seperti gua.


"Gemoy mom datang nih" teriak farida yang memang memanggil bunda nana dengan panggilan mom ketika berada di lantai tiga.

__ADS_1


"Bisakah kau pelankan suaramu itu?" tanya bunda nana dengan nada dingin.


Farida menggelengkan kepalanya pelan seraya cengengesan. "Ngga bisa mom, itu udah jadi ciri khas ida" ucap farida jujur.


Tak berselang lama datanglah seekor badak air (biasanya author suka manggil badak air itu kudanil hehe) yang berukuran sangat besar dengan bando pita di kepalanya sehingga ia tampak menggemaskan.


"Halo gemoy maafkan mom yang sudah lama tak mengunjungimu" ucap bunda nana dengan wajah yang tampak menyesal.


Si gemoy langsung mengangguk-anggukkan kepalanya seolah-olah mengerti dengan perkataan bunda nana. Bunda nana tersenyum dan mengusap lembut kepala si gemoy.


"Oh ya sayang, nanti bakal ada beberapa kakak-kakak mu yang bakal datang kesini dengan seseorang loh. Orang itu udah nyelakain kakek, dan dia juga mau nyelakain bunda" ujar bunda nana dengan wajah sendu.


"Tenang mom, serahkan orang itu pada farida dan si gemoy. Di jamin semuanya akan beres" ucap farida seraya mengacungkan salah satu jari jempolnya.


Bunda nana menganggukkan kepalanya saja dan memeluk leher si gemoy. "Kamu boleh berbuat sesuka hatimu kok, tapi jangan buat dia meninggal. Biarkanlah dia hidup penuh penderitaan dan menyesal karena telah mengusik keluarga kita" bisik bunda nana di telinga si gemoy.


Si gemoy menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kasurnya. Bunda nana yang melihat itu pun mengajak Farida keluar dari kamar si gemoy.

__ADS_1


"Queen mau pulang sekarang?" tanya farida yang melihat bunda nana yang sudah mengantongi kunci mobilnya.


Bunda nana menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar dari markas. Farida yang melihat itu pun langsung mengikuti bunda nana seraya merengek-rengek agar bunda nana diam di markas lebih lama lagi karena memang belakangan ini bunda nana jarang ke markas karena urusan pribadinya.


"Farida, apakah saya harus menjodohkan mu pada salah satu anggota mafia king?" tanya bunda nana yang tiba-tiba teringat dengan kebelokan yang berada di otak farida.


"Ga ah queen, mending sama cewe saya mah di bandingkan sama cowok" tolak farida secara langsung.


"Tidak semua pria sama da, contohnya suamiku. Mungkin saja mantanmu membuat mu terluka namun ingatlah jika kamu terus-menerus begini yang ada kamu tidak akan mendapatkan keturunan" jelas bunda nana panjang lebar agar farida mengerti.


Farida hanya terdiam mendengar perkataan bunda nana. "Sudahlah queen, masalah jodoh biarkan saya yang atur" ucap farida yang tak mau menjalin hubungan dengan seorang pria.


"Terserah kamu da, saya cuman memberi tahu saja" ucap bunda nana cuek seraya masuk ke dalam mobil.


Bunda nana menginjak pedal gas dan meninggalkan area hutan itu. Farida hanya mampu menatap mobil bosnya yang telah ia anggap sebagai kakaknya hingga menghilang dan kembali ke kamarnya.


Bersambung~

__ADS_1



__ADS_2