
duh dug dug
"PAPA MAMA SAKIT" teriak laura seraya menggedor pintu kamar mandi.
Dan beberapa saat kemudian nathan keluar menggunakan kimono karena tak sempat memakai baju sangking paniknya.
"Kok bisa sih nak?" tanya nathan heran pasalnya waktu di tinggal mandi luna masih sehat-sehat saja.
"Nda tau pa, ayo cepet peliksa mama paa" rengek laura.
Dan keduanya pun pergi ke kamar luna. Di sana terlihat luna yang bercucuran keringat dengan bintik-bintik merah membuat nathan dengan sigap memeriksanya.
"Apa kau alergi sesuatu?" tanya nathan setelah selesai pemeriksaan.
"Akuh alergi kacang" cicit luna yang membuat nathan mengusap wajahnya secara kasar.
Pantas saja luna sakit, ia tahu betul bahwa bumbu rujak yang di makan luna ada kacangnya!!
"M-maaf kan aku, aku tak tahu kau alergi kacang" ucap nathan merasa bersalah.
Luna hanya menganggukkan kepalanya dan menggenggam tangan nathan. "d-dingin" ucapnya seraya menggigil.
__ADS_1
Nathan melepaskan genggaman itu dan keluar dari kamar luna. Beberapa saat kemudian ia datang dengan segelas ramuan.
"Ini minumlah, ini akan membuat alergi mu sembuh sekaligus menghangatkan tubuh mu. Tenang saja, ini tak berbahaya untuk kandungan mu" jelas nathan tanpa di tanya oleh luna.
Dengan perlahan nathan membantu luna untuk meminum ramuan itu. "B-bisakah kau memelukku?" tanya luna yang tiba-tiba ingin di peluk oleh nathan.
Awalnya nathan tak yakin karena keadaannya sekarang yang hanya di balut kimono, namun karena tak rela dengan tatapan pupy eyes dari luna dan juga Laura akhirnya nathan pun setuju dan naik ke kasur luna untuk memeluk luna.
"Apa perlu aku bantu?" tanya luna yang kasian pada nathan yang tampak kesulitan.
"Tidak perlu" tolak nathan seraya terus berusaha.
Beberapa saat kemudian luna pun sudah di dekap nathan dengan laura yang menutup matanya.
Seseorang mengetuk pintu dengan kasarnya membuat laura yang menutup mata langsung membuka matanya.
"Bial aku buka pintunya ya pa" ucap laura yang langsung di angguki nathan.
Laura pun membuka kan pintu, alangkah terkejutnya laura melihat kerumunan warga yang tiba-tiba berada di depan rumahnya.
"Ada apa ya om, tante?" tanyanya dengan polos.
__ADS_1
"Papa mu dimana sayang?" bukannya bertanya salah satu ibu-ibu di sana bertanya balik pada laura.
"Di kamal sama mama tante" jawabnya dengan polos membuat warga itu terkejut.
Mama? Bukankah nathan seorang duda yang baru beberapa hari ini pindah ke sini?
"TUH KAN APA YANG GUA BILANG, MEREKA ITU KUMPUL KEBO" teriak salah satu warga yang langsung di timpal oleh warga lain.
Pak rt yang berada di sana pun langsung nyelonong masuk di ikuti warga lainnya. Dan tentu saja kedatangan mereka membuat nathan kaget. Terlebih melihat si kecil laura yang nampak ketakutan.
"Ada apa ini?" tanya nathan dengan tenangnya.
"Pak nathan, apa benar ini teman anda yang menumpang?" tanya pak rt itu to the point.
Nathan yang di tanya seperti itu pun langsung mengangguk tanpa ragu membuat warga itu geleng-geleng kepala.
"Jadi kalian di sini kumpul kebo?" tanyanya lagi.
Sontak ucapan pak rt langsung di gelengi oleh nathan. "Yang benar saja pak. Seburuk-buruknya saya, saya tak akan berbuat seperti itu" sarkas nathan yang tak di percayai oleh para warga.
"Terus apa namanya kalo cewe dan cowo yang ga punya ikatan berada dalam satu kamar dengan keadaan telanj*ng hah?"
__ADS_1
Bersambung~