Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
70 (Revisi)


__ADS_3

"I-itu bund anu eh ituu" nathan dan tari saling pandang membuat bunda nana terus menatapnya dengan tatapan curiga.


Tanpa disadari oleh bunda nana, jari mungil nathan bergerak di atas keyboard laptop sehingga terpampang lah artist yang sedang hits belakangan ini.


"Itu bund grup band yang dari negara k" ucap nathan seraya menunjuk ke layar laptop.


Bunda nana mengangguk-anggukkan kepalanya percaya dan menyuruh kedua putrinya untuk turun kebawah dimana adnan sedang berhadapan dengan ayah dan bibinya karena permintaan paman rendy yang menginginkan keponakannya tersayang serta kedua cucu nya berada di sana.


Tari dan nathan menganggukkan kepalanya dan mengikuti apa yang di perintahkan bunda nana yang palsu di mata tari dan nathan.


"Tari bersikap pura-pura tak tahu identitasnya saja" bisik nathan di telinga tari tanpa sepengetahuan bunda nana


Tari menganggukkan kepalanya mengerti dan bersikap seperti biasanya seolah-olah memang tak ada hal yang ia ketahui tentang bundanya.


Sesampainya di ruang rawat paman rendy, ketiganya di kejutkan dengan keadaan di ruangan itu. Bahkan bunda nana menangis histeris melihatnya.


'A-apa yang terjadi? Mengapa ini terjadi, oh malaikat tampanku seharusnya ku tak meninggalkan kau tadi hiks' batin bunda nana.


Bunda nana menghampiri paman r?endy yang terduduk di lantai dengan adnan yang berbaring lemah dengan kepala yang mengeluarkan banyak darah.

__ADS_1


"M-maafkan aku seharusnya aku tak menyuruh mu menjemput kedua cucuku tanpa adnan" lirih paman rendy dengan wajah yang menyesal.


Bunda nana tak menggubris ucapan paman rendy dan malah menatap ayah dan bibi adnan dengan tatapan permusuhan seolah-olah ia sedang mengibarkan bendera perang kepada mereka berdua.


"Bunda panggil dokter" pekik nathan yang melihat bundanya hanya menatap kakek dan nenek-nya.


Bunda nana mengangguk dan menyimpan kepala adnan di pangkuan paman rendy. Setelah itu bunda nana berlari pergi memanggil dokter.


"Ck daripada kita di sini lebih baik kita pergi saja" ucap tuan ardan kepada bibi sandra.


Bibi sandra mengangguk menyetujui ucapan adik ipar sekaligus selingkuhannya itu. Mereka pergi meninggalkan rumah sakit dengan tingkah mereka yang cukup romantis.


"paman apa yang terjadi?" tanya nathan penasaran.


Paman rendy menceritakan semua yang terjadi dengan air mata yang terus mengalir.


Flashback on


"Jika mungkin buktikan bahwa kau adalah istri dari anak bod*h ini" ujar bibi sandra dengan senyum kemenangan sekaligus mengejek yang tercetak jelas di wajahnya.

__ADS_1


"Baiklah akan ku buktikan, tapi jangan menyesal jika aku bisa membuktikannya" peringat bunda nana seraya melirik adnan yang menatapnya.


"Sayang ayo kita jemput anak-anak kita" ajak bunda nana.


"Nak, bisakah adnan disini saja? Aku masih ingin bersamanya" ucap paman rendy yang sebenarnya takut jika ditinggal bersama kedua makhluk jahat.


Bunda nana berpikir sejenak kemudian ia mengangguk an kepalanya. Ia pun berlalu untuk menjemput anak-anaknya yang masih beristirahat di ruangan pribadinya.


"Akhirnya dia pergi" ucap bibi sandra dengan senyum smirk yang tercetak jelas di wajahnya.


Awalnya adnan tak mengingat apa-apa namun sekelebat ingatan yang terkubur akhirnya adnan ingat siapa mereka yang di depannya.


"Mereka kan yang membuangku, ya Tuhan aku takut" gumam adnan di dalam hati.


"Dasar anak bod*h bisa-bisanya kau masih hidup, lebih baik kau mati sekarang" ucap tuan ardan seraya memukul adnan tanpa belah kasih.


Paman rendy berusaha melindungi adnan hingga akhirnya ia terjatuh dari ranjangnya. Adnan yang melihat sang paman jatuh berusaha untuk menolongnya, namun naas karena tuan ardan sudah memukul adnan hingga terbentur nakas dan pingsan dengan keadaan kepala yang terluka sangat parah.


Flashback off

__ADS_1


Bersambung~



__ADS_2