
Tak berselang lama, mobil yang ditumpangi oleh pria yang lebih muda pun masuk ke dalam halaman perusahaan yang jelas terpampang nama GLA company.
Pria itu membuka masker dan topinya sebelum turun dari mobil. Supir yang tadi mengendarai mobil itu pun membukakan pintu untuk tuan muda nya.
"Terimakasih, kau tunggu di sini aku akan masuk sebentar" ucap pria itu yang tak lain adalah angkasa grance yang memiliki nama lengkap angkasa grance lukyanova.
Supir angkasa hanya menganggukkan kepalanya saja.
Angkasa berjalan dengan penuh wibawa masuk ke dalam perusahaan yang sekarang sudah di ambil alih oleh calon mantan suami sang kakak.
"Selamat siang pak" sapa karyawan yang berpapasan dengan angkasa.
Angkasa hanya membalas sapaan itu dengan senyuman manis miliknya membuat para karyawan yang wanita salting di buatnya.
Angkasa masuk ke dalam lift dan menekan tombol 69 tempat ruangan ceo berada. Ketika di dalam lift wajah dan aura angkasa sangat berubah drastis. Yang mulanya aura hangat dengan wajah yang ramah menjadi aura dingin dengan wajah yang datar namun penuh amarah.
Ketika lift itu terbuka angkasa sudah di sambut oleh andin yang menjadi sekertaris baru daddy axelo.
POV angkasa
Aku menatap andin dengan intens hingga akhirnya aku menghela nafas kasar.
"Huh dasar mantan kakak ipar biadap, jelas-jelas kak ara lebih cantik dan berbakat daripada dia" gerutuku di dalam hati.
"Axelonya ada?" tanyaku yang tak mau memanggil daddy axelo dengan panggilan kakak lagi.
"A-ada pak" jawabnya dengan wajah ketakutan.
Aku yang dapat mengartikan ekspresinya pun heran. Apakah aku semenyeramkan itu?
Karena tidak mau membuatnya semakin ketakutan dengan auraku, aku memutuskan untuk pergi ke ruangan ceo dimana mantan kakak iparku berada.
Brak
Aku membuka pintu ruangan ceo dengan kasar, membuat mantan kakak iparku terkejut seketika.
"Sudah lama kita tak bertemu tuan axelo dirgantara" sapa ku dengan nada dingin dan tatapan sinis.
Nampak axelo mengelus dadanya karena kaget dengan kedatangan ku yang tiba-tiba.
"Wah angkasa ternyata kamu belum meninggal. Ku kira kau sudah meninggal karena telah menghilang selama dua tahun terakhir dan meninggalkan kakakmu bersamaku" ujarnya dengan nada sinis.
What? Apakah dia mendoakan ku agar cepat tiada? Sungguh menyebalkan.
"Hahaha tentu saja tidak. Kini aku telah kembali dengan kekuasaan yang lebih besar di banding dirimu. Aku kembali karena kakakku yang telah menceritakan semuanya padaku" tanggapku sambil mencengkram kerah baju axelo.
__ADS_1
Axelo nampak berusaha melepaskan cengkeraman itu. Aku yang tidak mau memb*nuh sebelum meny*ksa nya pun melepaskan kerahnya.
"Cik kekuasaan yang lebih besar? Hanya perusahaan besar lainnya saja yang bisa menandingi kekuasaan ku MANTAN ADIK IPAR" ucap nya dengan kata mantan adik ipar yang sangat di tekankan.
"Ya kau benar MANTAN KAKAK IPAR. Tapi sayang sekali kau tak menyadari bahwa kak ara telah mengambil perusahaan Leonard dan mengembangkan nya untuk menjadi perusahaan besar" balasku sengit.
Mendengar kata perusahaan Leonard yang telah diambil alih dari mulutku, axelo tampak membuka laptopnya dan memeriksa apa yang terjadi.
"Ah si*al" umpat nya yang tak menyadari apa yang terjadi.
Aku pun tertawa melihat kebodohan nya.
"Hahaha dasar bodoh. Harusnya kau sadar jika kepintaran mu kalah saing dengan kak ara. Apalagi kini kak ara memiliki tiga anak genius dan salah satu di antara anak itu adalah seorang anak yang memiliki tahta dan kekuasaan yang sangat besar" ucap ku yang sengaja membuat teka-teki baru.
"Apa maksudmu kekuasaan yang besar?" tanyanya dengan tatapan tanya dan heran.
"Kau pikir kan sendiri saja karena tujuan ku ke sini untuk menarik saham yang berada di perusahaan ini" ucap ku menyampaikan tujuanku.
Tampak axelo berpikir sejenak.
"Ambil saja toh aku sudah memiliki perusahaan anata dan grance yang mempunyai lebih banyak saham daripada dirimu" ucap nya meremehkan diriku.
Aku menganggukan kepalaku dan memberikannya sebuah dokumen. Dan axelo pun menandatanganinya tanpa membacanya terlebih dahulu. Sungguh bodoh bukan?
Aku mengambil dokumen itu dan tersenyum puas. "Baiklah, selamat tinggal MANTAN KAKAK IPAR" ucapku seraya pergi.
POV author
Angkasa langsung turun ke bawah dan menghampiri supir yang menunggunya dari tadi.
"Sudah ayo" ajak angkasa pada supir itu.
Supir itu mengangguk dan langsung membukakan pintu.
Tanpa ba-bi-bu, supir itu menutup pintunya dan duduk di bangku pengemudi.
"Kita ke jalan ini" ucap angkasa seraya menyerahkan sebuah kartu.
Supir itu mengangguk dan menjalankan mobilnya.
......................
Di tempat lain tepatnya tempat dimana nathan berada.
Sebuah mobil mewah baru saja berhenti tepat beberapa meter dari tempat gudang dimana nathan di sekap.
__ADS_1
Seorang pria turun dari mobilnya dengan aura gelapnya.
Pria itu menunggu di area itu sambil mengamati sekitarnya. Hingga tak berselang lama mobil lainnya pun menyusul.
"Matikan mobil kalian. Aku tak ingin keponakan ku kenapa-kenapa sebab kalian" ucap pria itu yang langsung di angguki oleh orang-orang yang merupakan anak buahnya.
Mereka yang berjumlah 50 orang pun berjalan dengan perlahan-lahan menuju gudang tempat keponakan sang tuan di sekap. Sedangkan 10 orang lainnya mengawasi gerak-gerik musuh.
"Tiga orang musuh berada tepat di arah jam 12" ucap pengawas melalui alat penghubung yang sudah terpasang di telinga mereka.
Pasukan itu berhenti dan menoleh ke arah jam 12 dengan pistol anti suara di tangan mereka.
dor
Tiga tembakan berturut-turut langsung mendarat di dada musuh dan membuat musuh langsung ambruk.
Namun keberuntungan mereka tidak berpihak kepada mereka. Mereka semua di kepung oleh banyak orang membuat mau tak mau mereka harus menyerang.
Perlahan-lahan pria yang merupakan tuan dari pasukan itu menyelinap dan pergi menuju ke dalam gudang untuk menyelamatkan sang keponakan.
jleb
Gudang yang awalnya gelap menjadi terang karena seseorang yang sengaja menyalakan lampu.
"Halo adik" sapa zion pada adik tirinya nya itu.
Sontak saja pria itu menatap ke arah zion dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Siapa kau?" tanya pria itu karena memang sudah belasan tahun lamanya tidak bertemu.
"Hahaha adik-adik ternyata kau membantu kakakmu untuk menyelamatkan anaknya ya" bukannya menjawab pertanyaan pria itu zion malah bertepuk tangan.
"Perkenalkan aku zion kenzo lukyanova" sapa zion yang membuat pria itu menatapnya dengan tatapan tak percaya.
Orang itu adalah arya grance atau pria yang memiliki nama lengkap arya grance lukyanova.
"J-jadi selama ini yang ayah bilang musuh kerajaan adalah kakak?" tanya arya tak percaya dengan kenyataan ini.
Jedar
Seketika zion mematung di tempatnya. Musuh? Apakah semua orang menganggapnya musuh? Padahal yang musuh kerajaan adalah tabligh istana bukan dirinya!!
Bersambung~
__ADS_1