
Di bawah sinar bulan yang menyinari, adnan melamar anata dengan romantis nya membuat anata terharu seketika.
"Apa yang membuatmu melamar ku tuk jadi istrimu?" tanya anata dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Karena hatimu yang sangat lembut dan penuh kebaikan, dirimu yang selalu menepati janji, kamu yang bisa menerimaku apa adanya tanpa melihat keadaan ku sebelumnya, dan juga cinta di dalam hati ku yang sudah menambatkan namamu di dalamnya. Memang aku tak mengingat apa yang terjadi, namun perasaan ini tidak pernah bohong, aku sangat-sangat mencintai mu. Sekali lagi, so will you marry me?"
Anata yang memang awalnya sudah terharu pada adnan semakin terharu di buatnya. Tanpa pikir panjang lagi anata menganggukkan kepalanya menerima lamaran adnan.
Dengan senyum yang mengembang, adnan menyematkan cincin yang di bawanya pada jari anata. Di peluknya anata dengan erat seolah takut kehilangannya.
"Terimakasih telah menerima ku, oh ya bolehkah aku bertanya?"
"Apa?"
"Apakah kau mencintaiku?" tanya adnan seraya menatap mata anata yang menurutnya sangat indah.
Dengan gugup anata menganggukkan kepalanya. "I-iya, aku mencintaimu. Sangat-sangat mencintai mu"
Adnan tersenyum senang dengan pernyataan cinta dari anata, kemudian ia merangkul tubuh yang setinggi dengan dadanya itu dan menatap langit-langit malam yang indah.
"Aku tak sabar menunggu esok malam" ucap adnan tanpa mengalihkan perhatiannya dari rembulan.
"Kau sangat tidak sabaran"
......................
__ADS_1
"to ayah beyum banun cih bund?" tanya tari heran pasalnya hari sudah menunjukkan pukul 9 siang.
Translate : Kok ayah belum bangun sih bund?
"Entahlah" acuh anita seraya bersiap-siap.
"Udah yok berangkat" seru anita pada twins n.
Nathan dan tari yang memang sudah bersiap untuk pergi hanya menganggukkan kepalanya.
"Ingat nova, jaga suami saya dengan baik" pesan anita sebelum pergi.
"Baik nyonya"
"Dadahh bi nopaa, janan tanen yaa" pamit tari yang akan pergi sekolah di antar anita, sedangkan sang abang akan membantu anita di perusahaan lv.
Anata yang mendengar ucapan tari hanya tersenyum kecil dan mengacungkan jempol nya.
"Yang semangat ya non" seru anata pada anaknya.
Jujur saja ia ingin mengantarkan sang anak ke sekolah, akan tetapi keadaan yang sangat tidak mendukung membuatnya harus diam dan memperhatikan saja.
Tari menganggukkan kepalanya dan pergi bersama anita dan juga sang abang.
Usai ketiga orang itu telah pergi, anata pergi ke kamar tari dimana adnan sedang tidur di sana.
__ADS_1
"Kak bangun" ucap anata seraya menggoyangkan bahu adnan.
Adnan yang baru tidur tadi pagi pun langsung menarik tangan anata.
"Ih kak adnan lepasin" ucap anata yang jatuh di pelukan adnan.
"Diem ih, adnan masih ngantuk"
Anata yang awalnya memberontak seketika terdiam hingga akhirnya ia tertidur pulas di pelukan adnan.
......................
"Masakan kamu emang ter the best deh yang" puji adnan sambil menyuapkan makanan nya ke dalam mulutnya.
"Syukurlah kalau kak adnan suka" ucap anata seraya tersenyum manis pada adnan.
"Oh iya yang, bisa ga kamu panggil aku mas atau honey atau sebagainya? Jangan panggil kakak, soalnya aku berasa jadi kakak kamu bukan kekasih mu" ujar adnan seraya menatap anata dengan penuh harap.
Anata yang mendengar itu pun langsung menatap adnan. "E-emang harus ya di panggil mas?" tanya anata dengan gugupnya.
"Iya dong, biar romantis gitu" jawab adnan seraya mengusap tangan anata.
"Eumm, b-baik mas"
"Nah gitu dong, kan bagus jadinya" ucap adnan seraya kembali memakan makanannya dengan tangan yang terus menggenggam tangan anata.
__ADS_1
Bersambung~