Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
18 (PDL)


__ADS_3

"Maafkan abang dek, maafin abang hiks" tangis seorang kendra di bahu sang adik.


Luna yang sangat terharu dengan sang abang pun ikut menangis membuat laura yang sengaja mengekori sang ibu pun khawatir takut terjadi sesuatu pada adik bayinya.


"Mama jangan banyak nangis, nanti dedek bayinya ikut sedih dan kecapek an" ceramah laura yang membuat luna berhenti menangis begitu juga dengan ken.


"Hehe, maafin mama ya la, harusnya mama ga boleh cengeng kayak gini"


"Mama boleh nangis tapi mama nda boleh banyak menangis, laula nda suka kalau mama telus telusan sedih" kata laura seraya tersenyum lembut pada luna.


Sontak ucapan laura membuat luna terharu dan segera merengkuhnya. "Hiks, mama sayang laura" ucapnya seraya menangis haru.


"Laula juga sayang mama"



......................


"Kalian mau nginep disini?" tanya nathan pada keempat temannya yang masih asik canda tawa tanpa mempedulikan waktu yang sudah menjelang malam.

__ADS_1


"Iya nih, momy nata nyuruh kita nginep sampe lu pulang ke kota j lagi" jawab indra mewakili teman-temannya.


"Terus kerjaan kalian gimana?" tanya nathan lagi pasalnya teman-temannya itu sangat-sangat sibuk membuat mereka jarang sekali berkumpul seperti ini.


"Aelah, lu kek yang gatau nyokap lu aja. Apapun keinginan nyokap lu kan tinggal jentikin jari langsung terwujud"


"Biasalah the power of queen" kata gama seraya cekikikan mengingat betapa be ngis nya anata ketika melawan musuh-musuhnya.


brugh


Indra langsung menoyor kepala gama membuatnya oleh seketika. "Apaan sih dra? Ganggu aja lo" kesal gama seraya memukul tangan indra.


"Abisnya lo tuh yah, mirip pisi kopat banget, gue jadi merinding sendiri nih" ujar indra yang merinding sendiri.


"Kalo lo pada nginep disini, kalian mau tidur dimana? Kagak bakal muat kalo kalian nginep disini" ujar nathan yang membuat ketiga temannya itu berpikir.


"Kita bakal tidur di luar, keknya asik deh kalo nginep ala kamping kamping gitu" ucap aiden seraya membayangkan sensasi menginap ala kamping itu.


"Gue sih setuju aja sama si aiden, toh idenya ga terlalu buruk" kata gama yang setuju-setuju saja.

__ADS_1


"Tapi tendanya gimana?" tanya indra yang memang tak biasa untuk tidur di luar ruangan.


"Nah itu dia, kalian semua ga punya tenda sedangkan gue sih bawa tapi cuman muat dua orang hehe" ujar aiden seraya cengengesan membayangkan dua temannya akan tidur di luar dengan angin malam yang cukup menderita.


"Ya udah gapapa, gue punya tenda lagi kok" kata nathan membeli solusi.


"Nah gitu dong daritadi"


......................


byurr


Gama dan aiden di siram oleh air dingin membuat keduanya terkejut dan terbangun dari tidur mereka.


"Ujan-ujan" latah aiden sangking kagetnya membuat luna dan laura tertawa seketika.


Sedangkan indra? Jangan di tanyakan lagi, indra terduduk dengan wajah mengantuk nya tanpa berniat mengucapkan apapun. Bisa di katakan bahwa nyawa indra belum terkumpul sepenuhnya hihi.


"Kalian ngapain sih? Ganggu orang tidur aja" kesal aiden seraya mengucek matanya yang masih berat.

__ADS_1


"Abisnya kalian susah di bangunin, jadi kata bang ken siram aja biar bangun" kata luna dengan polosnya membuat aiden mengumpat ken dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul.


Bersambung~


__ADS_2