
Sesampainya di mansion, tari langsung berlari ke dalam.
"Hati-hati non" seru anata yang khawatir tari akan jatuh.
Tari tak menggubris anata, dan malah berlari mencari ayah dan sang abang.
"Ayah abang tadi tali di cegat cama pleman loh" cerita tari saat menemui ayah dan abangnya di ruang keluarga.
"Tapi kamu ga di apa-apa in kan dek?" tanya nathan khawatir dengan keadaan sang adik.
"Ndaa, coal nya tadi bi nopa nelawan meleta"
Translate : Nda, soalnya tadi bi nova ngelawan mereka.
"Huhh syukurlah" ucap nathan lega seraya kembali duduk.
Sedangkan adnan yang menyimak cerita tersebut hanya tersenyum tipis seraya membayangkan belasan tahun silam dimana ia dan anata harus berjuang agar anata terbebas dari para prajurit. Meski akhirnya anata tetap kembali ke istana.
"Tari, nova mana?" tanya anita yang mempunyai tugas untuk anata.
"Di dapul bund"
Anita menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke dapur.
"Nova saya ingin bicara sama kamu" ucap anita pada anata yang sedang membereskan bahan makanan.
__ADS_1
Anata menoleh ke arah anita dan menganggukkan kepalanya. "Ada apa nya?" tanya anata gugup takut ketahuan bahwa sebenarnya dia adalah anata.
"Tolong siapkan kamar khusus untuk tamu saya, dan tolong bersihkan ruang kerja saya juga. Ini kuncinya" ujar anita seraya memberikan beberapa kunci.
Anata yang awalnya gugup pun langsung tersenyum lebar. 'Gapapa jadi pembantu satu-satunya, meski melelahkan tapi rencana ku dan adnan berjalan mulus' batin anata senang.
"Oh ya, untuk makan malam saya sudah pesan dari luar. Jadi kamu fokus saja membersihkan" imbuh anita seraya menyambar tasnya dan berlalu.
"Baiklah, kesempatan emas tidak akan datang dua kali. Lebih baik aku mematikan kamera cctv di sekitar sana terlebih dahulu" gumam anata seraya menyambar kunci itu dan masuk ke kamarnya.
Setelah berhasil mematikan kamera cctv, anata langsung masuk ke dalam ruang kerja dan membersihkan ruangan yang lebih mirip seperti kapal pecah karena sangking berantakannya.
"Rupanya kalian tidak menyiapkan apapun" gumam anata yang memindai semua tempat dengan alat buatannya beberapa tahun silam.
Anata langsung memasang kamera cctv yang menurutnya tempat yang sangat strategis. Setelah itu ia mengaktifkan mode transparan membuat cctv yang awal nya terlihat menjadi tembus pandang.
"Semoga ini berhasil" harap anata seraya keluar dari ruangan itu.
Anata melakukan pekerjaan yang di perintahkan oleh anita dengan sangat baik. Bukan tanpa sebab ia melakukan itu, tetapi ada rencana tersembunyi di balik itu.
"Akhirnya beres" gumam anata seraya merebahkan tubuhnya di kasur miliknya.
"Huhhh, ini sangat melelahkan" ucap anata pelan seraya mengusap keringatnya.
Tiba-tiba adnan nyelonong masuk ke dalam kamar anata membuat sang pemilik kamar terkejut di buatnya.
__ADS_1
"Haish kau mengejutkan ku kak" gerutu anata seraya duduk.
"Maaf. Aku tak bermaksud seperti itu"
Adnan menghampiri anata yang berada di kamarnya. Pria yang sudah berkepala tiga itu dengan telaten mengusap keringat di wajah anata.
"Maaf aku tak membantumu" ucapnya merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, itu sudah tugasku. Anggap saja aku sedang membersihkan rumah suami ku sendiri" kata anata dengan senyumnya.
"Uh aku jadi tidak sabar menunggu nanti malam"
Sontak ucapan adnan membuat alis anata mengkerut seketika. "Emangnya nanti malam ada apa?" tanyanya dengan polos.
tuk
Adnan menyentil dahi anata membuat sang empu meringis.
"Apa kau lupa jika nanti malam kita akan menikah lagi?"
deg
Bersambung~
__ADS_1