
"Meski gue jodoh lu, gue gak mungkin bisa jatuh cinta sama lu paham? Secara lu kan orang miskin" ujar vyunda yang tak secara langsung merendahkan nathan.
"Cih matrealisitis" cibir nathan seraya mengusap-usap kepala ular yang berada di tangannya.
"Serah gue dong" ketusnya seraya pergi bergabung dengan anak-anak lain yang tengah asyik mengobrol.
"Cik yuyun-yuyun kalo lu jodohnya si nathan juga mau gimana pun juga lu bakal sama si nathan" ujar el yang sempat mendengar pembicaraan mereka.
Vyunda yang baru saja duduk seketika menatap sang bibi. "Dih ma bocil? ogah bener gue" ucapnya menolak mentah-mentah. "Mending lu aja bibi muda" imbuhnya.
"Yee mana ada gue, gue ma dia juga beda sepuluh tahun cuy mana mungkin gue ma dia" ujar el yang ikut menolak nathan.
"Apalagi gue!! Gue sih ogah bener kalo hidup sama. Secara ketemu aja udah bikin kesel!! Apalagi dia yang suka caper ma buna gue cih" jelas vyunda yang tak secara langsung menunjukkan bahwa ia tak menyukai kedekatan nathan dengan sang buna.
"Ih ciapa uga ang capel cama buna, agy pulan ya bang nathan tan punanya ailin jadi boleh aja talo bang nathan penen detet cama buna" ujar airin yang tak menyukai sikap vyunda.
"Dih masih bocil dah cinta-cintaan" cibir vyano yang sedikit terganggu dengan obrolan adik-adik sekaligus bibinya.
"Biallin dalipada abang yang cutha cama tali tapi nda mahu ngaku" balas airin tak mau kalah.
Namun di detik kemudian ia menutup mulutnya karena menyadari kesalahan apa yang sudah ia perbuat.
"Colly nda cenaja bang" ucap airin seraya menunduk karena takut dengan tatapan tajam dari sang abang.
"Woah bang iano telnyata cuta cama tali!! Tali jadi ceneng deh coalnya talo bang iano cuta cama tali belalti cinta tali nda bertepu cebelah tanan" ujar tari mendadak heboh seraya bangkit dan memeluk vyano dengan eratnya.
"Jan bahas cinta-cintaan kita masih kecil!! Dan tari lepasin pelukan mu!!" tegur nathan dengan posesifnya.
"Untung aja gue udah gede kalo ngga pasti bakal di pawangin kalo meluk cowok haha" celetuk el yang mendadak tak tahu umur
"Tuaan juga paman gio daripada kamu el" celetuk al yang sedari tadi fokus mabar bersama gio.
__ADS_1
"Setuju" timpal vyunda dan vyano berbarengan.
"Ada apa nih bawa-bawa nama saya?" tanya gio yang kefokusannya sudah teralihkan.
"Cuman mahu bilang thalo om jele doang" jawab airin dengan usilnya.
"Yeh mana ada saya jelek" protes gio tak terima. "Lihat nih, muka ini tuh mirip kayak lee min-ho tapi kalian aja yang ga mau ngaku" lanjutnya dengan tingkat kepedan yang sangat tinggi.
"Pede amat bang" cibir vyunda. "Gantengan juga zion" lanjutnya seraya menghalu menjadi istri zion sang pengusaha muda yang sukses.
"Bang-bang gue paman lu yun bukan abang lu" omel gio yang tak suka di panggil abang oleh vyunda. "Dan satu lagi, tu halu kurangin! Ga baik halu berlebihan!!" lanjutnya dengan senyum sinis.
"Serah gue lah, mulut and otak-otak gue kok lu yang atur" balas vyunda sambil melirik gio dengan tatapan yang sengit.
"Perang dunia akan segera di mulai" ucap vyano yang bersiap pergi dari sana.
"Ayo pelgi dalipada thita neliatin meletha ang agy belantem" ujar Airin pada tari.
Kedua anak perempuan itu pun meninggalkan abang-abang mereka yang masih bertahan untuk menyimak perdebatan antara vyunda dan gio.
"Lu tuh ya sopan dikit kek sama gua yang lebih tua dari lu, perasaan ibu lu sopan bener napa anaknya rese bener" cibir gio lagi.
"Biarin serah gue dong , hidup-hidup gue ko lu yang atur. Kalo lu udah tau tua ngalah kek ama yang muda jangan mentang-mentang lebih tua bisa nindas yang lebih muda" balas vyunda tak kalah sengitnya.
"Kalian mau berantem sampe kapan? daritadi terus aja berantem ga kelar-kelar" ujar vyano yang tak jadi pergi dan malah menyimak perdebatan mereka.
"Dia nya tuh" Gio dan vyunda saling tunjuk membuat kepala vyano serasa mau pecah.
Karena sudah tak tahan, vyano pun langsung memanggil ibu dari kedua orang itu. "Bun, grandma vian tolong ke sini!!" panggil nya.
Buna ara dan grandma vian yang di panggil pun langsung melihat ke arah vyano dan beranjak ke arahnya.
__ADS_1
Sesampainya di tempat kejadian, vyano langsung mengadu kepada mereka tentang perdebatan yang terjadinya. "Bun, grandma lihatlah anak kalian!! Dari tadi ribut mulu bikin kepala vyano sama nathan mau pecah" adunya seraya memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
"Bukan aku bun tapi bang gio" seru vyunda sambil menunjuk pada gio yang nampak cuek-cuek saja.
"Eh mana ada lu juga ikutan keles" ucap gio yang tak terima di salahkan sendiri.
"Kalian" seru buna ara dan grandma vian sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan kelakuan anak-anaknya.
"Bun grandma, nathan izin nyusulin tari dulu ya. Mau siap-siap pulang soalnya" pamit nathan dengan sopan membuat buna ara dan grandma vian langsung menoleh kearahnya.
"Secepat itu kah? kenapa ga nginep lagi aja?" tanya grandma vian yang merasa nyaman dengan kehadiran nathan beserta adik dan juga ayahnya.
"Tinggal di sini juga boleh kok nat, jangan pulang yaa. Masa cuman sehari doang nginepnya. Tambah satu hari lagi dong yaaa" pinta buna ara dengan tatapan memelasnya.
"Dih jangan bun, yang ada aku cepet tua kalo ada dia di rumah kita" seloroh vyunda sambil menatap nathan dengan tatapan mengusir miliknya.
"Vyunda, gak boleh gitu loh gak sopan" tegur buna ara yang tak suka dengan sikap vyunda.
"Ga sopan gimana sih bun,, aku sama dia aja masih tua an aku jadi wajarlah" ucap vyunda membalas perkataan sang buna.
"Astaga vyun kenapa sih sifat mu itu berbanding terbalik sama sifat sodara kembarmu. Kamu bisanya bikin ibu pusing aja terus" ujar buna ara dengan nada kecewa seraya memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
"Kenapa sih buna selalu bandingin aku hah? Apa karena bang vyano lebih pinter dari aku iya? Buna malu gitu punya anak kayak aku? Harusnya buna sadar dong buna yang selalu menyalahkan ku jika aku berbuat apa-apa. Buna juga yang selalu pilih kasih sama si vyano.. hiks buna selalu saja pilih kasih" ujar vyunda dengan nada berteriak karena merasa sangat kesal pada sang buna.
"Cukup vyunda, kamu selalu saja bilang bahwa buna mu pilih kasih, padahal yang sebenarnya buna mu lebih perhatian dari dirimu ketimbang vyano. Apakah kamu masih iri hah?" bentak daddy axelo yang mencuri dengar pembicaraan mereka.
deg
Bersambung~
__ADS_1