
"Ih kak adnan nyebelin" cemberut anata yang membuat adnan terkekeh geli.
"Udah jangan gitu, kepala ku masih pusing loh" ucap adnan seraya memejamkan mata menahan rasa sakit efek dari operasi yang di jalaninya.
Sontak ucapan adnan membuat anata khawatir seketika. "Yang mana yang sakit? Sini liat takutnya aku salah ngambil tindakan" cemasnya sambil memegang tangan adnan.
"Gapapa kok, cuman sakit biasa. Kamu tenang ya" ucap adnan seraya menggenggam lembut tangan anata.
"Dok pasiennya mau di pindahin ke ruang rawat sekarang aja dok?" tanya suster yang nyelonong masuk karena anita yang terus menanyakan kapan adnan di pindahkan.
"Hm, sebentar lagi ya" jawab anata pada suster itu.
Suster itu mengangguk dan izin pamit untuk memanggil tim yang lain untuk membantunya membawa adnan.
"Kayaknya aku harus pergi dan menjalankan rencana ku deh, soalnya saudari kembarku sudah merebut segalanya dariku" sendu anata seraya tertunduk.
"Iya gapapa, nanti adnan hubungin kamu ok!! Jangan sedih nanti cantiknya ilang loh" goda adnan dengan tangan yang terus mengelus pipi mulus anata.
Anata menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis pada adnan. "Ya udah aku pergi dulu ya, kamu tolong jaga diri dan temani anak-anak. Aku janji setelah normal ku kan kembali dan menjemput kalian bertiga" janjinya pada anata.
"Aku atau kamu nih yang jemput"
"A-aku aja" gugup anata yang terus di goda adnan.
"Aku pergi dulu ya, inget jaga kesehatan!! Luka di otak kamu itu baru sembuh!! Kalo kamu sakit lagi nanti kamu akan jadi mister bodoh lagi, emangnya kamu mau?"
"Jadi mister bodoh pun kamu tetep naksir kan sama adnan" ucap adnan sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ih genit" kesal anata sambil pergi meninggalkan adnan.
Adnan hanya terkekeh geli melihat istrinya yang pura-pura kesal padahal nyatanya ia sedang malu.
"Harusnya aku berterimakasih pada ayah, karena berkat dia aku bisa kembali normal" gumam adnan tersenyum tipis.
Tak berselang lama para suster pun datang dan membawa adnan menuju ruang rawat VIP.
Adnan yang sudah tau rencana anata pun berpura-pura masih terkena obat bius.
'Tidur beneran enak kali ya' batin adnan.
......................
Di ruangan khusus dokter bedah
"Gimana mom? Berhasil?" tanya farida penasaran.
Seketika anata langsung berhambur ke pelukan farida. "Far, adnan udah sembuh hiks" tangis anata bahagia.
__ADS_1
Farida pun turut bahagia dan membalas pelukannya dengan sangat erat. "Woah kalo daddy udah sembuh bagus dong mom, jadi mom ga terlalu repot" ujarnya ikut bahagia.
Anata menguraikan pelukan mereka dan menatap farida. "Untuk sementara kita akan fokus mengembangkan perusahaan kecil kita. Sedangkan urusan anita aku yakin adnan bisa mengatasi itu" ujar anata dengan wajah yang serius.
"Baiklah mom, farida bakal bantuin mom sebisa mungkin. Dan untuk perusahaan LV, mom tenang aja itu udah ada yang urus kok" ujar farida dengan senyum smirk nya.
"Hm aku tau apa yang kamu rencana in" balas anata dengan senyum nya.
......................
Di ruang rawat adnan.
"Eungh" lenguh adnan yang terbangun karena mendengar suara tangis anak.
Beruntung ia masih ingat drama yang ia perani, jika tidak? mungkin bisa gagal rencana anata.
"Yeay ayah udah bangun" pekik tari yang membuat anita menghampiri mereka.
"Sayang kamu udah bangun?" tanya anita perhatian seraya memeluk tubuh adnan.
Adnan yang di peluk pun berusaha untuk biasa saja. Namun di dalam hati ia mengumpat kesal karena bajunya kotor di sentuh anita.
"Ternyata putra dan putriku mirip gabungan ku dengan gadisku" gumam adnan di dalam hati seraya menelisik wajah nathan dan tari.
"Kenapa yah?" tanya nathan yang sadar bahwa sang ayah sedang mengamati wajahnya dan wajah tari.
"Tunggu sebentar nan" ucap anita yang mengambil air putih untuk adnan.
Anita mengurai pelukannya dari adnan dan mengambil air minum yang sudah di siapkan oleh rumah sakit.
"Ini nan minumnya" ucapnya seraya menyodorkan segelas air putih.
Adnan meminum air itu dengan perlahan-lahan seraya menatap anita dengan tatapan intens.
"Memang beda dengan anata yang asli" gumamnya di dalam hati.
"Ayah ayah, tau nda talo tadi tali tawatil banget cama yayah?"
Translate : Ayah ayah, tau ga kalo tadi tari khawatir banget sama ayah?
Adnan hanya menggelengkan kepalanya karena tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya.
"Gara-gara ayah masuk ruang operasi, nathan sama tari jadi khawatir banget ayah. Lain kali ayah jangan gitu ya?"
"Iya-iya, ayah gakan sakit lagi" ucap adnan pada nathan dengan senyum manisnya.
"Duh makin klepek-klepek, meski bodoh tapi gapapa lah. Mayan buat cuci mata" gumam anita di dalam hati.
__ADS_1
"Udah-udah, ayahnya jangan di ajak ngobrol terus. Mending kalian tidur ya, hari udah malem nih" ujar anita seraya melihat jam tangannya.
"Nathan mau tidur di sini"
"Tari mau tidur di sini"
Sontak ucapan twins n membuat anita melotot seketika.
"Kalian tidur di kamar khusus!! Biar bunda yang temenin ayah kalian" ujar anita tak terima bila adnan di rebut kedua keponakannya.
"Tapi adnan maunya tidur sama nathan dan tari" kata adnan yang dapat membaca siasat dari anita.
Seketika anita menatap adnan, "adnan sayang, kamu harus istirahat, kalau nathan sama tari tidur disana akan sempit dan pasti istirahat mu terganggu" ujarnya memberi alasan yang menurutnya cukup akal.
"Ngga akan kok, lagipula adnan nyaman di peluk sama mereka" ucap adnan sambil tersenyum membuat anita kesal di buatnya.
"Ketauan kan mau tidur sambil meluk saya? Rasain tuh haha" gumam adnan di dalam hati menertawakan anita.
"Ya udah deh terserah adnan aja, aku mau ke tidur di kamar atas aja" putus anita yang terlanjur kesal dengan ayah dan twins n.
"Ya udah sana" ketus nathan dengan wajah yang datar.
"Abang nda boleh gitu, mesti ante anita jaat but dia uga ang nembuhin abang dali tlauma cama plia" bisik tari pada nathan namun masih terdengar oleh adnan.
'Ternyata dia ga terlalu jahat juga' batin adnan yang melihat sisi baik anita.
"Ya tapi tetep aja abang ga suka de" balas nathan dengan nada pelan.
"Inet kita itu agy eting, janan campe tetahuan talo tita tahu ang cebenelna!! Nanti bica-bica tante itu nelutain bunda, emana abang mahu?"
Translate : Inget kita itu lagi akting, jangan sampe ketahuan kalo kita tahu yang sebenernya!! Nanti bisa-bisa tante itu ngelukain bunda, emangnya abang mau?
"Haish, ya udah deh. Abang bakal berusaha akting lebih baik lagi biar ga ketahuan" pasrah nathan yang tak mau mengambil resiko.
"Kalian bisikin apa sih?" tanya anita yang tak mendengar dengan jelas apa yang twins n bicarakan.
"Udah ah adnan ngantuk mau bobo, jangan berisik loh ya" ucap adnan yang mengalihkan topik supaya anita tidak curiga pada twins n.
'Ternyata kalian pinter mencari tahu ya anak-anak. Lanjutin terus bakatmu, kita lihat segimana liciknya tante kalian' batin adnan tersenyum penuh kemenangan.
"Hm ya udah, kalian tidur nyenyak ya. Bunda mau tidur juga, dahh" pamit anita seraya pergi.
"Dahh" balas adnan dan twins n.
Bersambung~
__ADS_1