Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
18 (Revisi)


__ADS_3

"K-kenapa daddy membentak ku hiks? Memang benarkan apa yang aku ucap kan? Buna memang pilih kasih dan sayang nya cuman sama si vyano doang. Kenapa ayah selalu membelanya? Ohohoho aku lupa jika ayah juga sama hal nya dengan buna kan? Bedanya ayah hanya sayang pada harta saja dan tidak pernah tulus menyayangi anak-anaknya" ujar vyunda yang membuat amarah sang daddy memuncak.


Plak


Satu tamparan keras mendarat tepat di pipi vyunda dengan kerasnya. Tamparan yang sebelumnya belum pernah vyunda dapatkan.


"Sayang!!!" pekik buna ara yang tak percaya dengan apa yang di lakukan suaminya.


Vyunda langsung memegang pipinya yang terasa panas dan air mata yang sedari tadi di tahannya untuk tidak keluar pun langsung menetes.


"D-daddy"


Hati vyunda semakin sakit mendapatkan perlakuan dari sang daddy. Bahkan kakinya saja sudah tak bisa menopang berat tubuh nya.


"Hadeuh drama apalagi ini, tadi drama ular sekarang drama keluarga. Kayaknya gue lagi masuk ke televisi nih" gumam el yang masih stay menyimak drama itu.


"Asal kamu tau yah-!! Abang mu itu selama empat tahun berpisah dengan buna mu. Bahkan abangmu jarang ayah perhatikan dan sering ayah titipkan pada babby sitter. Sedangkan kamu? Kamu enak-enak nya di sayang sama Buna mu di negara A. Dan kamu bilang? Kamu tidak pernah di sayang? hohoho dasar anak tak tau di untung" cibir daddy axelo secara terang-terangan


Buna ara yang tak terima anaknya di perlakukan seperti itu pun langsung mengambil tindakan. "Cukup axelo!!" bentaknya dengan mata yang memerah menahan amarah.


"Apakah kamu juga sudah tak tahu sopan santun seperti anak mu ini sehingga kamu berani membentak ku hah?" tanya daddy axelo seraya menunjuk-nunjuk ke arah vyunda.


"Cukup, aku tau kamu marah. Tapi apa kamu lupa dengan janjimu? Janji untuk menerima vyunda apa adanya dan tak mengungkit masa lalu? Mengapa kamu ingkar janji? Aku tau kamu tak menyukai vyunda tapi ku mohon jangan pernah membencinya apalagi menyakiti nya dan tolong sayangi dia setulus hati mu" pinta buna ara seraya menekuk kedua lututnya.


"J-jadi selama ini daddy tidak menyayangi ku?" tanya vyunda lemas dengan kenyataan yang ia dapatkan.


"Berdirilah" pinta vyano pada saudara kembarnya.


Vyano tahu jika adiknya salah, namun bukankah seharusnya daddynya itu tidak memperbesar masalah? Sekarang ia jadi sangat menyesal dengan apa yang ia lakukan.


"Kita bicarakan ini di ruang kerja" ucap buna ara dengan nada dinginnya seraya berjalan duluan di ikuti daddy axelo.

__ADS_1


Nathan yang stay dengan drama itu langsung menghampiri vyunda dan memeluknya. "Bersabarlah, percaya padaku akan ada kebahagiaan yang akan menunggu mu" bisiknya di telinga vyunda.


Vyunda yang mendengar bisikan itu seketika terharu dan membalas pelukan nathan. "Ma-maafkan aku telah menghina mu" ucap nya penuh sesal.


Nathan menganggukkan kepalanya dan mengusap lembut punggung vyunda yang notabene nya kakak dari teman sang adik.


"Tolong jangan masukan perkataan Daddy mu ke dalam hati mu dan jangan pernah membenci Daddy mu" tutur buna ara dalam hati ketika melihat kejadian itu meski dari jauh sebelum benar-benar masuk ke ruang kerjanya.


30 menit kemudian.


"Bunaa maafkan aku hiks, mengapa ibu merahasiakan semua ini hiks? Buna jahat telah merahasiakan ini dan membuatku salah paham padamu bun hiks" sesal vyunda dalam pelukan sang buna.


Meski vyunda anak yang keras kepala namun vyunda sangat mudah memahami keadaan. Perkataan-perkataan sang ayah membuatnya mengetahui bahwa sang buna tulus menyayangi nya. Meski telah terlambat, akan tetapi vyunda harus tetap meminta maaf kepada bunanya. Sekarang ia telah tahu bahwa sang daddy lah yang tak menyayangi nya bukan sang buna.


"Dee" panggil vyano sambil merentangkan kedua tangannya agar sang adik masuk ke dalam pelukannya.


"Abang" vyunda langsung melonggarkan pelukannya dan berhambur pada pelukan sang abang. "Maafin vyunda bang hiks" ucapnya penuh sesal.


"Yaaa"


Semua orang menyahuti vyano dengan penuh semangat kecuali grandpa allan. Tanpa sepengetahuan semua orang, grandpa allan menyimpan dendam pada cucu nya itu. Karena menurut grandpa allan vyunda adalah aib keluarga yang seharusnya di buang bukan di pelihara, namun demi hartanya buna ara yang sangat melimpah, grandpa allan hanya berpura-pura menyayangi vyunda.


"Bunaaa ailin cama tali lapeeeer" seru airin seraya berlarian ke arah sang buna.


Di belakang airin, ada tari yang mengikutinya dengan langkah yang santai.


"Ya udah kita makan siang di luar aja yuk" ajak grandma glaudi yang sudah letih dengan drama yang ia tonton.


"Kalian saja yah, buna ada urusan dulu hehe" ujar buna ara menolak secara halus.


"Bener nih bun?" tanya nathan memastikan pada buna angkatnya.

__ADS_1


"Iya bener, eh tapi buna nitip beef sama boba yah" jawabnya seraya cengengesan.


"Ya udah bun, buna hati-hati sama daddy ya" ingat vyano yang takut sang buna kenapa-napa.


"Emang nya daddy batal napain?" tanya airin yang tak tahu apa-apa karena sejauh ini sang daddy selalu bersikap baik kepadanya.


"Ga" jawab vyano yang tak mau adik bungsunya mengetahui kenyataan pahit tentang sang daddy.


"Ra seriusan ga ikut? pasti kamu laper loh" ujar adnan yang tampak peduli pada temannya itu.


Meski adnan cukup tak pintar namun ia cukup peduli dengan sekitarnya sehingga membuat buna ara tak pernah menganggap nya sebagai beban melainkan sebagai teman yang selalu ada untuknya.


"Iya mister genius eh maksudnya mister bodoh hehehe" ucap buna ara bercanda dengan sahabatnya itu.


"Kamu ngomong sama siapa ra? disini kan ga ada yang namanya mister bodoh" tanya adnan dengan polosnya membuat buna ara memukul bibirnya sendiri.


"Ga ngomong siapa-siapa kok" jawabnya seraya pamit kembali masuk ke dalam.


Semua orang langsung terkekeh melihat ke kepergian buna ara yang sepertinya takut di tanya lebih jauh oleh adnan. Sedangkan adnan yang tak mengerti apa-apa menatap heran pada temannya itu.


"Udah-udah, mending kita siap-siap yuk" intrupsi grandma glaudi yang di angguki mereka semua.


Mereka pun langsung masuk ke dalam mansion dan bersiap-siap untuk pergi kecuali grandpa allan yang bilang tak akan ikut dengan alasan sedang tidak enak badan.


"Yah aku ga usah ikut aja ya, biar bisa nemenin ayah disini" ujar grandma vian yang khawatir dengan kondisi sang suami.


"Udah kamu ikut aja sana" tolak grandpa allan yang tak mau rencana yang akan ia lakukan gagal karena keberadaan istrinya.


Bersambung~


__ADS_1


__ADS_2