
Arya yang melihat zion melamun pun langsung memanfaatkan kesempatan itu. Ia melepaskan ikatan dari sang keponakan dan memeluknya.
"Kamu gapapa nak?" tanya arya yang sangat khawatir dengan keadaan sang keponakan.
"Aku takut paman" cicit nathan sambil gemetaran.
Flashback sebelum arya datang.
"Paman seharusnya ayah paman yang salah bukan bunda aku" tutur nathan setelah mendengarkan cerita versi zion.
"Ga salah gimana coba? bunda kamu tuh yang pasti ngehasut ayah buat buang putra-putranya supaya dia jadi putri mahkota" ujar zion dengan nada kesalnya.
"Ga mungkin bunda gitu. Kalau bunda gitu mungkin bunda ga bakal kabur"
plak
Satu tamparan dari zion mendarat tempat di wajah imut milik nathan.
"Aww sakit paman" ringis nathan yang merasakan panas di bagian pipi yang terkena tamparan.
"Itu akibat jika kau terus membela bundamu yang telah menyakitiku dan adik-adik ku berulang kali" bentak zion dengan nada yang menggelegar.
Nathan gemetaran ketakutan mendengar suara zion. Entah mengapa kegeniusannya mendadak hilang ketika dirinya ketakutan seperti padahal sebelumnya ia selalu berani melawan apapun.
"M-maksud paman? berulang kali?" tanya nathan yang berusaha untuk melawan ketakutannya.
"Ya karena bundamu ayah sering sekali menghukum kami bahkan karena bundamu kami di siksa oleh kami. Dan sekarang aku akan membalas siksaan itu padamu putra pertama annata evelyn lukyanova" ujar Zion sambil tersenyum menyeringai dan sabuk di tangannya.
Zion mencambuk nathan berulang kali seperti orang yang kesetanan. Entah dendam atau bagaimana, zion terus menyiksa nathan hingga ia pingsan barulah ia berhenti.
Flashback off
Arya kembali memeluk keponakannya itu untuk menyalurkan kehangatan dan juga kenyamanan. Namun tiba-tiba suara pistol berbunyi nyaring dan menggema.
dor
Beruntung arya yang menyadari tembakan itu langsung menghindar bersama nathan sehingga tidak mengenai mereka.
"Sudah cukup" bentak arya dengan suara yang menggelegar.
Arya mengambil pistol yang disimpannya di dalam celana kakinya. Dan....
dor
__ADS_1
dor
dor
tembakan yang menggema membuat zion tersadar dari lamunannya dan langsung ikut menyerang dengan pasukannya.
Arya yang kalah jumlah dengan pasukan zion pun langsung bersembunyi di balik kotak balok yang tak jauh darisana. Sedangkan nathan terus berada dalam dekapan arya.
Nathan tak tahu jika arya adalah adik kandung dari bundanya karena zion tak menceritakan tentang adik-adiknya.
"Sudah cukup" tegas seorang wanita yang terlihat sudah banyak goresan di sekujur tubuhnya.
Semua orang menoleh ke arah wanita itu. Sedangkan zion tersenyum sinis melihat wanita itu.
"Akhirnya kau datang KAKAK" ucap zion ketika melihat wanita yang bercadar hitam dengan pakaian formal miliknya.
Arya keluar dari persembunyiannya dan melihat siapa yang datang. Helaan nafas pun terdengar oleh nathan.
"Kita selamat nak" ucap arya pada nathan yang masih tak mau lepas darinya.
Arya menggendong nathan dengan satu tangan dan tangan yang satunya lagi memegang pistol yang sebelumnya sudah diisi penuh oleh arya saat bersembunyi.
"Akhirnya kau datang kak" ucap arya pada kakaknya.
"Ya iyalah datang orang kakak udah ngira kamu kalah jumlah" ucapnya sombong seraya mengisi peluru.
"Tidak mungkin. Mengapa zion menyerang kita? Bukankah kita keluarga" ujar putri evelyn tak percaya dengan senyum tipis yang tak terlihat.
"Dia ingin balas dendam kak" jawab arya yang membuat putri evelyn penasaran dengan apa yang terjadi.
Apakah karena ayah membuangnya sehingga zion memutuskan untuk balas dendam? begitulah pemikiran putri evelyn berdasarkan informasi yang ia dapat.
dor
Satu tembakan dari zion tepat mengenai tangan putri evelyn. Beruntung saja putri evelyn sempat menghindar sehingga hanya tangan saja yang terkena.
"Nanti kita bahas ini kalau udah selesai sama masalah ini" ucap putri evelyn yang kembali menembak.
Arya mengangguk dan membantu sang kakak untuk melawan musuhnya. Sedangkan zion, zion terus mengarahkan pistolnya pada putri evelyn namun setiap tembakannya selalu saja meleset.
Putri evelyn mendekati Zion dan mengambil pistol itu.
"Lebih baik kita bicarakan secara kekeluargaan" ucap putri Evelyn sambil menarik tangan Zion.
__ADS_1
Putri Evelyn menarik tangan Zion menuju sudut gudang. Meski Zion yang terus memberontak namun putri evelyn tak melepaskan adiknya itu.
"Mengapa kamu melakukan ini?" tanya putri evelyn to the point karena merasa informasi yang ia dapatkan tidak sempurna.
Zion tertawa hambar mendengar pertanyaan sang kakak yang telah menghancurkan dirinya dan dianggap olehnya pembawa si*l.
"Karena kakak yang membuat ku dan adik-adik tersiksa" jawabnya dengan senyum sinis yang terpampang jelas.
"Maksud mu?" tanya putri evelyn tak mengerti.
"Hahaha dasar putri yang tak pernah menyadari kesalahannya" sinis zion yang membuat putri evelyn semakin tak mengerti di buatnya.
"Gara-gara kau aku di siksa oleh ayah tanpa sepengetahuan siapapun" sambung zion yang membuat putri evelyn terbengong seketika.
Apa iya ayah Setega itu? Ah tapi ayahnya memang tega, meski banyak yang mengelak fakta itu.
"Lalu apa kau tau ketika kau terjatuh? Ayah akan mendorongku hingga sama-sama merasakan rasanya terjatuh" lanjut zion yang teringat masa kecil mereka.
"Dan apa kau tahu siapa yang telah menjagamu dari serangan musuh sebenarnya?" tanya putri evelyn yang ingin menunjukkan bahwa dirinya tak seburuk apa yang dipikirkan sang adik.
"Tentu, panglima asher yang selama ini melindungi ku akan tetapi sekarang panglima sudah tiada dan aku di jaga oleh klan mafia yang ku bangun tanpa sepengetahuan panglima asher" jawab zion membuat putri evelyn kembali tercengang.
"Dan panglima asher tiada karena dia melindungi mu dan melakukan kewajiban sang ayah untuk anaknya" ucap putri evelyn yang membuat zion mematung.
"M-maksud kakak?" tanya zion yang tak tahu menahu tentang siapa sebenarnya panglima asher.
Putri evelyn menghela nafas dan tersenyum sinis pada zion.
"Kamu adalah anak dari kesalahan ibunda aira dan panglima asher" ucap putri evelyn yang membuat zion mematung.
hening
"Jadi ayah edward membenciku karena aku adalah anak hasil perselingkuhan?" tanya zion yang tersadar dari lamunannya.
Putri evelyn mengangguk dan menatap langit-langit ruangan. "Ayah melimpahkan semua kesalahan pada semua anak laki-lakinya zi. Itu karena ayah sangat membenci anak laki-laki sehingga kau dan adik-adik jadi kena imbasnya" ucap putri evelyn yang membuat zion semakin mematung.
"Dan asal kamu tahu kakak lah yang membela kita ketika kita sedang di marahi ayah" tambah arya yang tadi mencari kakaknya karena merasa khawatir.
Jedar
Zion kembali mematung setelah mendengar ucapan adik tirinya itu. Apakah benar jika dirinyalah yang salah paham terhadap sang kakak? apa benar semua kesalah pahaman ini sebab sang ayah? Banyak pertanyaan yang langsung timbul di benak zion.
dorr
__ADS_1
Bersambung~