Mr. Bodoh & Anak Genius

Mr. Bodoh & Anak Genius
63 (Revisi)


__ADS_3

Kini adnan, bunda nana dan anggota keluarga lainnya tengah berada di bandara khusus keluarga LV.


Awalnya buna ara dan dika menolak untuk menaiki pesawat pribadi milik bunda nana, namun karena terus di paksa oleh bunda nana akhirnya buna ara dan dika pun setuju untuk pulang dengan menggunakan pesawat tersebut.


"Hati-hati di jalan ya semuanya, kalau udah sampai kabarin" ingat bunda nana pada buna ara dan kedua adiknya.


"Anan lupa uga buna haluc celing-celing main te cini" timpal tari dengan senyum manis mirip bunda nana.


Translate : Jangan lupa juga buna harus sering-sering main ke sini


"Iya-iya buna bakal inget kok" ucap buna ara seraya tersenyum sebelum masuk pesawat.


Setelah buna ara masuk ke dalam pesawat , bunda nana dan yang lainnya pun berjalan menuju pesawat pribadi milik arya.


"Hati-hati ya adik-adik jangan lupa pulang ke kerajaan, kakak pasti kangen sama kalian" ujar zion seraya memeluk kedua adiknya.


Arya dan angkasa mengangguk di dalam pelukan zion dan membalas pelukannya. Setelah beberapa saat akhirnya pelukan itu terurai.


"Inget jangan fokus bekerja terus, jaga kesehatan" ucap bunda nana seraya memeluk kedua adiknya.


"Iya kakak kami bakal inget kata-kata kakak" balas angkasa sambil membalas pelukan kakaknya.

__ADS_1


Arya yang notabenenya memang pendiam hanya mengangguk dan membalas pelukan sang kakak.


"Permisi tuan pesawat akan segera lepas landas" ucap asisten angkasa memperingati.


Bunda nana dan kedua adiknya melepaskan pelukan mereka dan saling tersenyum seolah itu adalah senyum untuk berpisah lagi.


"Kami duluan ya kak, kalian jaga diri baik-baik" ucap angkasa dan arya.


Bunda tersenyum dan mengangguk pasti begitu pun dengan Zion. Bunda nana , zion , adnan, dan kedua anak bunda nana pun melangkah mundur dan berdiri di tempat yang aman seraya melambaikan tangan pada kedua pesawat tersebut.


Mereka terus ada di sana hingga kedua pesawat tersebut lepas landas dan mereka kembali ke mansion. Di mansion, bunda nana dan zion saling berhadapan sedangkan adnan dan anak-anak nya mereka tengah bermain di taman belakang.


"Jadi kakak pengen aku yang mengurus segalanya tentang istana?" tanya zion yang masih bermusyawarah dengan kakaknya.


"Tapi kan aku udah ga sengaja bikin kakak terluka" lirih zion seraya menunduk.


Bunda nana yang melihat rasa bersalah di dalam diri adiknya pada dirinya pun langsung bangkit dan menepuk-nepuk bahunya.


"Itu bukan salahmu melainkan salah mereka yang telah bermain bersama kita" ucap bunda nana dengan wajah yang tak nampak seperti sedang marah sekalipun.


Zion menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan sang kakak. "Lalu bagaimana dengan dia?" tanya zion yang tak sudi memanggil papanya dengan kata papa.

__ADS_1


"Serahkan dia sama kakak dek" ucap bunda nana seraya tersenyum manis.


"Nanaa" rengek adnan yang tiba-tiba datang dengan bajunya yang basah.


Bunda nana dan zion yang awalnya fokus dengan obrolan mereka pun menghentikan obrolannya dan menatap adnan dengan tatapan heran.


"Adnan itu baju kamu kenapa?" tanya bunda nana yang heran pasalnya tadi baju adnan masih kering, namun kini bajunya sudah basah dengan noda lumpur di setiap sudutnya.


Tiba-tiba nathan datang menghampiri mereka dan menundukkan kepalanya. "Maaf bunda itu kelakuan nathan yang jahil" ucap nathan dengan wajah yang tampak menyesal.


Bunda nana tersenyum dengan tingkah nathan yang takut dimarahi. Namun detik kemudian ia pura-pura berkacak pinggang dan akan memarahi nathan.


"Ternyata kamu nak……"


"Buthan bang nathan ang calah bunda, but tali yang calah" ucap tari tiba-tiba memotong ucapan bunda nana.


Translate : Bukan bang nathan yang salah bunda, but tari yang salah


Alis bunda nana mengkerut dan menatap kedua anaknya dengan tatapan heran. Siapa sebenernya yang benar?


Bersambung ~

__ADS_1



__ADS_2