
"Aku ingin tidur duluan ya yah, masih capek soalnya" ucap tari yang nampak masih kelelahan.
"Nathan juga"
"Ya udah kalian tidur gih" titah adnan yang kasian dengan kedua anaknya.
"Jangan lupa gosok gigi dan cuci muka dulu ya" timpal anata.
Keduanya hanya mengangguk tanpa sepatah kata apapun dan pergi ke kamarnya.
"Sayang kamu mau aku buatin teh ga?" tawar adnan yang memiliki niat terselubung.
"Boleh"
Dengan semangat 45 adnan membuatkan anata secangkir teh hangat. Namun baru beberapa menit teh itu, tubuh anata terasa panas. Hingga akhirnya gulat kamar pun terjadi lagi dengan anata yang berada di atas.
......................
"Ga bisa jalan lagi?" tanya adnan yang memperhatikan gerakan jalan anata.
"Iya nih, lama-lama aku jadi pinguin kalo gini terus" ucap anata yang ikut duduk di samping adnan.
"Mau aku kasih obat alami lagi ga?" tawar adnan yang langsung di tolak mentah-mentah oleh anata.
"Ga usah, kamu terlalu mencurigakan"
Mendengar hal itu adnan tertawa terpingkal-pingkal membuat anata mendengus kesal dan memilih untuk membangunkan anak-anaknya.
"Yank jangan ninggalin dong" ucap adnan dengan nada yang di buat-buat.
Anata menggelengkan kepalanya dan masuk ke kamar tari.
"Pagi sayang" sapa anata seraya memeluk tari yang masih tidur.
"Loh kok badannya anget?" gumam anata seraya menyentuh dahi tari.
"Panas, ac nya juga lupa tari matiin. Pantes aja demam"
Anata bangkit dan mengambil air dan kain untuk mengompres tari. Setelah itu ia turun ke bawah dan membuatkan anaknya bubur khusus yang sudah di campur obat penurun demam.
"Loh bund, tari mana?" tanya nathan heran begitupun dengan adnan.
"Tari lagi demam sayang, kalian makan duluan yah" ucap anata seraya pergi ke kamar sang putri dengan semangkuk bubur dan segelas air.
"Tari sayang, duduk yuk. Kita mam bubur, bunda sendiri loh yang buatin buat putri bunda" ujarnya pada tari.
Tari yang memang sulit membuka mata pun perlahan-lahan bangkit di bantu oleh sang bunda.
"aaaaaa"
__ADS_1
Suap pertama masuk ke dalam mulut tari, namun beberapa saat kemudian tari memuntahkannya lagi membuat anata khawatir seketika.
"Yaampun demam mu semakin naik" gumam anata yang semakin panik. Apalagi semua yang di makan tari pasti di muntahkannya lagi.
"Kenapa bund?" tanya adnan yang baru saja selesai makan bersama nathan.
"Sepertinya tari butuh infuss yah" seru anata seraya memeriksa denyut nadi tari.
Adnan yang mendengar itupun langsung memeriksa tari. Dan benar saja, ternyata putri nya membutuhkan infuss.
"Sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang" ucap adnan dengan tegas seraya menggendong tari.
Anata hanya menganggukkan kepalanya dan menggenggam tangan nathan yang hendak menangis.
"Tenang, tari pasti kuat kok" ucap anata menenangkan nathan padahal dirinya sendiri ingin menangis.
Nathan hanya menganggukkan kepalanya dan menyusul sang ayah. Namun bagaikan tak memiliki kekuatan, nathan hampir saja terjatuh.
"Sini biar bunda gendong"
Anata langsung menggendong nathan yang tampak kehilangan kekuatannya meski nathan menolaknya.
45 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit terdekat.
Satu persatu pemeriksaan pun di jalani tari, hingga hasilnya keluar dan mengagetkan semua orang.
"Putri anda mengalami penyakit usus buntu dan harus menjalani operasi pengangkatan usus buntu secepatnya" ujar dokter yang membuat anata dan nathan menangis histeri sedangkan adnan hanya mengusap wajahnya kasar.
"Hahh?" dokter itu hanya tercengang dengan ucapan adnan.
"Saya juga dok" ucap anata seraya menghapus air matanya.
"M-memang kalian juga dokter?" tanya dokter itu tak percaya.
"Oh iya, perkenalkan saya dokter vellyn" ucap anata memperkenalkan diri membuat dokter itu syok di buatnya.
"Dan saya dokter alven" timpal adnan yang membuat dokter itu seketika bertekuk lutut pada kedua orang di depannya.
Bagaimana tidak coba? Bertemu dengan dua dokter terbaik di dunia yang menghilang bertahun-tahun tanpa jejak membuatnya bangga, apalagi saat ini pasiennya adalah dokter terbaik itu!! Mimpi apa dokter itu semalam sehingga dapat bertemu dokter star.
Nathan yang melihat dokternya malah bertekuk lutut di hadapan orang tuanya pun langsung membantu dokter itu berdiri dan menyuruhnya untuk duduk di kursi tunggu bersamanya.
Sedangkan kedua orangtuanya masuk ke dalam dan melakukan proses operasi tanpa bantuan suster sama sekali.
Hingga 2 jam berlalu, keduanya pun keluar dengan seutas senyum.
"Bagaimana bund, yah?" tanya nathan yang khawatir dengan keadaan sang adik.
"Operasinya lancar nak" ucap anata dengan bahagianya.
__ADS_1
Nathan yang mendengar itupun tersenyum lega.
"Kami akan mandi dulu ya nak, kalo kamu mau menemui kami, pergilah ke lantai 17, disana adalah kamar pribadi milik ayahmu" ujar anata sebelum pergi bersama adnan tuk membersihkan diri. (kalian tau kan apa yang terjadi? tau lah masa nggađ¤)
Dokter yang tadi kaget pun kembali kaget mengetahui mereka berdua pemilik rumah sakit tempat ia mencari pundi-pundi uang.
"Dokter mau ga aku suntik biar jantungnya ga lompat?" tawar nathan dengan senyum jahil miliknya.
"Emang bisa?"
"Bisa, suntik m*ti kan bikin jantung ga lompat sekaligus bikin jantung berhenti bergerak" ujar nathan seraya tersenyum smirk membuat dokter itu terbirit-birit ketakutan.
tring
Ponsel nathan berbunyi dengan notifikasi khusus. Sudah di pastikan bahwa pesan yang masuk adalah dari bunda atau ayahnya.
^^^Bundaquuâ¤ď¸^^^
^^^Bunda lupa bilang, nanti tante farida bakal datang buat mindahin adek kamu ke ruang rawat hehe^^^^^
"Astaga bund, kirain apa" gumam nathan geleng-geleng kepala.
Benar saja, baru beberapa menit pesan itu masuk, farida sudah standby dengan beberapa perawat khusus.
"Bundamu mana nak?" tanya farida yang sokap dengan nathan padahal mereka baru beberapa kali bertemu.
"Lagi mandi sama ayah" jawab nathan dengan polosnya membuat farida traveling seketika.
"Yaampun nona nona, anak sakit bukannya standby malah nyetak adik" gumam farida geleng-geleng kepala.
"Udah kamu yang jomblo harap diam" ucap asisten adnan yang bernama lucky.
"Sadar diri loe juga jomblo" balas farida tak kalah sengitnya.
"Gue jomblo normal, lah lo? Jomblo belok"
"Dih, yang penting gua suka ma makhluk hidup, emang lo? Kerja teroooz ga inget waktu"
Keduanya terus berdebat dengan sengitnya membuat nathan jenuh melihatnya. Entah bisikan darimana, nathan memiliki ide yang sangat-sangat jahil.
"Mari kita dorong" gumam nathan seraya tersenyum devil.
dan
brugh
Keduanya terjatuh karena dorongan nathan yang cukup kuat. Bibir mereka berdua saling bersentuhan membuat nathan menutup matanya seketika.
"Ngga liat kok, ga liat" ucap nathan seraya berlari menjauh dari mereka.
__ADS_1
"TUAN MUDAAAA" teriaknya tanpa malu di rumah sakit.
Bersambung~